Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Adaptif Teknologi dan AI

Eduaksi | 2026-02-12 10:59:20
Penyerahan cenderamata dari Tim PKM PBSI FKIP UAD kepada pihak SMA Muhammadiyah Bantul (Foto. Tim PBSI FKIP UAD)

Tim Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Muhammadiyah Bantul (Muhiba).

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Urip Sumoharjo, Bantul ini digelar pada 12–13 Januari serta 16–17 Januari 2026. Mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Digital dan AI untuk Guru SMA Muhammadiyah Bantul”, agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan era digital.

Tim PKM ini diketuai oleh Ariesty Fujiastuti, M.Pd. dengan anggota Hermanto, M.Hum. dan Dedi Wijayanti, M.Hum. Jalannya acara juga didukung oleh kehadiran perwakilan Prodi PBSI FKIP UAD, yakni Prof. Dr. Suhardi dan Sudaryanto, M.Pd. Demi kelancaran kegiatan, tiga mahasiswa PBSI turut dilibatkan untuk membantu aspek teknis mulai dari presensi, sarana prasarana, hingga dokumentasi.

Pelatihan ini diikuti oleh 27 guru SMA Muhiba yang tampak antusias mendalami praktik pengembangan media pembelajaran berbasis digital dan AI. Para peserta tidak hanya menerima materi teoretis, tetapi juga berkesempatan membuat media interaktif yang relevan dengan kebutuhan kelas.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dedi Wijayanti, M.Hum. yang menyampaikan harapannya agar para guru dapat mengoptimalkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap bapak ibu guru semakin terampil memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Inovasi ini bukan hanya untuk memudahkan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas interaksi di kelas,” ujarnya.

Dari pihak sekolah, sambutan disampaikan oleh Dwi Sumariyanto, S.Kom., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, yang mewakili Kepala Sekolah SMA Muhiba. Ia mengapresiasi serta menyambut baik inisiatif dari UAD ini

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim PBSI FKIP UAD. Kehadiran UAD memberi semangat baru bagi guru-guru kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Semoga kerja sama ini berlanjut dan memberi manfaat besar bagi sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim PKM Ariesty Fujiastuti, M.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membekali guru agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, dengan pemanfaatan AI, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kreatif.

“Kami ingin guru-guru Muhammadiyah menjadi pionir dalam inovasi pembelajaran,” tegasnya.

Selain pelatihan untuk guru, kegiatan PKM ini juga menghadirkan sesi motivasi pendidikan bagi siswa kelas XII SMA Muhiba. Tim PBSI FKIP UAD memberikan dorongan agar para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini karena pendidikan tinggi akan membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Menutup kegiatan, Prof. Dr. Suhardi memberikan motivasi akademik kepada para guru dan siswa. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah jalan untuk membangun peradaban. Guru yang berinovasi akan melahirkan generasi yang unggul, dan siswa yang berani melanjutkan ke perguruan tinggi akan membuka pintu masa depan yang lebih cerah. UAD hadir untuk mendampingi langkah-langkah itu.”

Pelaksanaan PKM ini sekaligus menjadi salah satu implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) antara SMA Muhammadiyah Bantul dengan Prodi PBSI UAD. MoU tersebut menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kompetensi guru, serta meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. (Ito)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image