Pengenalan Bahasa Inggris melalui Creative Language Games oleh Kelompok 80 KKN Rekognisi UIN Raden Fatah Palembang
Games | 2026-02-09 13:12:38Program pengenalan Bahasa Inggris melalui kegiatan Creative Language Games di Desa Alai Selatan mulai tanggal 05 sampai 09 Februari 2026. dirancang untuk membantu anak-anak dan remaja desa belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Kelompok 80 melalui pendekatan kreatif, mengajak peserta memahami kosakata dan ungkapan sederhana dalam suasana belajar yang santai dan interaktif.
Dalam kegiatan ini, berbagai permainan edukatif digunakan, seperti tebak kata, word matching, spelling bee sederhana, serta permainan kelompok yang melibatkan percakapan singkat. Metode ini bertujuan agar peserta lebih aktif dan berani mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris tanpa takut salah. Dengan permainan, proses belajar terasa lebih ringan sehingga peserta dapat menyerap materi dengan lebih mudah.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Anak-anak terlihat lebih percaya diri saat diminta memperkenalkan diri, menyebutkan nama benda di sekitar mereka, atau menjawab pertanyaan sederhana dalam Bahasa Inggris. Kelompok 80 KKN Rekognisi juga memberikan motivasi kepada peserta tentang pentingnya menguasai Bahasa Inggris sebagai bekal pendidikan dan masa depan mereka.

Melalui program Creative Language Games ini, besar harapan kami akan meningkatnya minat belajar Bahasa Inggris di Desa Alai Selatan. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan bahasa asing, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan semangat belajar pada generasi muda. Kelompok 80 KKN Rekognisi berharap program sederhana ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan di desa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
