Antara Board of Peace dan Kemerdekaan Palestina
Politik | 2026-02-06 16:54:54
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono menjelaskan bergabungnya Republik Indonesia dalam Board of Peah adalah untuk menunjukkan komitmen aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global, khususnya mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Alasan utama bergabungnya Indonesia agar bisa ikut mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
Tuturnya lagi Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilitas dan juga upaya-upaya rehabilitas di Gaza, khususnya di Palestina, dikutip dari tayangan yooutube secretariat presiden (sabtu,24/1/2026).
Kabar dari politik global Amerika Serikat atas Palestina. Mencetuskan ide baru dengan tema “Board of Peace” atau “Dewan Perdamaian” yang dipromosikan sebagai “jalan damai” bagi konflik Gaza. Board of Peace yang diinisisasi dan dipimpin langsung oleh Donald Trump presiden Amerika Serikat.
Negara-negara yang bergabung dalam Board of Peace ini antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiy, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.
Kata “perdamaian” memang terdengar manis, indah dan menenangkan. Namun kenyataan nya untuk Palestina kata itu bukanlah menenangkan namun kata yang pahit yang menandakan kehancuran, penderitaan Palestina akan terus berlanjut. Bagi komunitas internasional “damai” mungkin berarti berhentinya kontak senjata, namun bagi Palestina, damai tanpa keadilan dan kedaulatan hanyalah bentuk penyerahan diri yang dibungkus dengan kata-kata indah.
Bagaimana mungkin ide perdamaian untuk tanah Palestina. Tapi palestina tidak dilibatkan dalam hal besar tersebut. Allah melarang keras pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tanpa melibatkan pihak yang bersangkutan. Allah SWT berfirman:
“ .dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka . “(QS. Asy-Syura:38)
Inilah bentuk ketimpangan kuasa dan pengabaian prinsip yang dimana Amerika Serikat terang terangan menampakkan keberpihakannya terhadap zionis. Sebab fakta pencetus ide tersebut adalah penguasa jahat sesungguhnya yaitu Amerika Serikat. Amerika Serikat yang selama ini berada dibelakang Israel selama puluhan tahun. Amerika Serikatlah yang menyokong persenjataan Israel para Zionis Yahudi untuk melakukan genoside atas Palestina dan Amerika Serikatt sering menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk melindungi Israel dari resolusi Internasional. Dan hal inilah yang kita kecam selama ini, namun negeri-negeri muslim justru ikut serta dalam Board of Peace ini.
Allah mengecam keras mendukung pelaku kezaliman :
Janganlah kalian cenderung kepada para pelaku kezaliman yang menyebabkan kalian disentuh oleh api neraka. Sekali-kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan ditolong (TQS Hud [11]: 113).
Sangat jelaslah haram hukumnya mendukung para zionis apalagi ikutserta dalam kelompoknya.
Maka dari itu Palestina tidak butuh Board of Peace in, yang Palestina butuhkan adalah pembebasan dari pendudukan zionis.Ini dapat diraih dengan jalan jihad. Jihad yang bisa dilakukan bila tegak sebuah daulah islam yang didalamnya ada khalifah.
Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Imam (khalifah) itu adalah perisai, manusia berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya (HR. al-Bukhri Muslim).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
