Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Diva Aisah Maharani

Kenapa OVT Sering Datang Sebelum Tidur?

Gaya Hidup | 2026-01-25 23:17:49

Pertanyaan ini pasti sering muncul, terutama bagi mereka yang merasakan. Kenapa overthinking justru datang saat tubuh sudah capek dan mata mulai mengantuk? Bahkan, overthinking datang ketika kita hampir terlelap. Padahal, seharian sudah menjalani banyak aktivitas, tapi begitu ingin tidur, pikiran malah terasa semakin ramai dan banyak pemikiran negatif datang.

Overthinking biasanya muncul ketika kita mulai memikirkan hal-hal yang sebenarnya berada di luar kendali kita. Mulai dari bagaimana tanggapan orang lain terhadap kita, hal-hal yang mungkin terjadi esok hari, sampai kemungkinan-kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi. Pikiran-pikiran ini muncul tanpa diundang, lalu berputar-putar di kepala.

Malam hari menjadi waktu yang rentan karena suasana lebih tenang. Tidak ada distraksi, tidak ada kesibukan, dan tidak ada hal yang bisa mengalihkan perhatian. Akhirnya, semua yang selama ini terpendam di siang hari muncul satu per satu. Pikiran yang tadinya terasa biasa saja, berubah menjadi beban ketika dipikirkan berulang kali.

Memang, kita tidak sepenuhnya bisa mengontrol pikiran yang datang. Namun, kita masih bisa mengontrol diri sendiri: memilih pikiran mana yang ingin kita ikuti. Apakah kita terus larut dalam pemikiran negatif, atau perlahan mencoba mengarahkan diri pada hal-hal yang lebih positif dan menenangkan.

Overthinking sebelum tidur bukan tanda kita lemah. Ia hanya tanda bahwa pikiran sedang lelah dan butuh ruang untuk beristirahat. Pelan-pelan, belajar menerima bahwa tidak semua hal harus dipikirkan malam ini—beberapa bisa menunggu esok hari.

Jadi, overthinking memang wajar sering datang sebelum tidur. Namun, kita tetap bisa mengontrol diri untuk tidak selalu larut dalam pikiran negatif, dan perlahan mengarahkannya ke hal-hal yang lebih positif.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image