Siswa MAN 3 Bantul Gali Nilai Patriotisme di Museum Bajra Sandhi
Pendidikan | 2026-01-20 16:23:40
Siswa kelas XI MAN 3 Bantul melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Studi Religi dan Budaya yang dirancang madrasah untuk memperluas wawasan siswa di luar kelas. Kehadiran rombongan ini disambut hangat oleh pihak pengelola museum yang menjadi ikon perjuangan masyarakat di Pulau Dewata tersebut.
Museum Bajra Sandhi sendiri merupakan monumen yang didedikasikan untuk menghormati perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan. Di dalam bangunan yang megah ini, terdapat puluhan diorama yang menyajikan kronologi sejarah secara mendetail, mulai dari masa prasejarah, masa kerajaan, hingga perjuangan heroik melawan penjajah. Koleksi yang tertata rapi memberikan gambaran nyata mengenai pengorbanan dan kegigihan masyarakat Bali di masa lampau.
Selama berada di area museum, para siswa tampak sangat antusias mempelajari setiap materi sejarah yang dipaparkan. Mereka aktif mengamati diorama yang menceritakan strategi perang serta diplomasi para tokoh lokal. Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar visual yang lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca buku teks sejarah di sekolah.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian siswa adalah kisah kepemimpinan Sagung Wah, srikandi asal Tabanan yang dengan gagah berani memimpin Laskar Tabanan melawan Belanda. Semangat juang Sagung Wah dalam memberikan komando perang menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa MAN 3 Bantul. Melalui kunjungan ini, diharapkan generasi muda dapat meneladani nilai-nilai patriotisme dan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air. (okt)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
