Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Anugerah Febriansyah

Catatan Perjalanan Pengabdian: Membawa Napas Pancasila ke Jantung UMKM Lokal

Pendidikan dan Literasi | 2026-01-20 00:39:48

SURABAYA, 12 Desember 2025 – Mengingat kembali momen di pertengahan Desember lalu, ada kehangatan tersendiri saat saya berdiri di hadapan ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) di Balai RW Rungkut Asri Tengah. Meskipun waktu telah berlalu, semangat gotong royong yang terpancar saat kami berdiskusi tentang pemberdayaan UMKM berbasis nilai Pancasila masih terekam jelas dalam ingatan saya sebagai mahasiswa pengabdi. Sebagai mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, saya dan kelompok memikul misi penting dalam tugas Mata Kuliah Umum (MKU) Pancasila: menanamkan nilai kebangsaan ke dalam urat nadi usaha kecil.

Kegiatan bertajuk “Dari UMKM Lokal untuk Indonesia Global” ini bukan sekadar presentasi teori di depan kelas. Saya melihat langsung bagaimana ibu-ibu KSH, yang sebagian besar menjalankan usaha kuliner dan kerajinan dari rumah, memiliki semangat gotong royong yang luar biasa, namun terkadang masih melupakan pondasi etika dalam berbisnis.

Momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat pemaparan materi. Saya berusaha menekankan bahwa nilai Pancasila bukan hanya teks hafalan, melainkan kompas dalam berusaha. Misalnya, nilai Ketuhanan yang diwujudkan melalui integritas dan etika usaha, atau Kemanusiaan melalui perlakuan adil kepada konsumen dan mitra kerja.

Selama 40 menit kegiatan yang cukup padat, mulai dari pengerjaan pre-test, pemaparan materi, hingga post-test, saya merasakan antusiasme yang tumbuh. Ada kepuasan tersendiri saat melihat skor pemahaman peserta meningkat berdasarkan hasil evaluasi kami. Salah satu peserta, Ibu Okta, bahkan mengungkapkan bahwa kegiatan ini menyadarkannya betapa pentingnya nilai dasar Pancasila saat menjalankan usaha.

Bagi saya, pengabdian ini mengubah perspektif bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya soal keuntungan semata. Keberhasilan UMKM sesungguhnya terletak pada bagaimana mereka bisa bersaing secara global tanpa kehilangan identitas Indonesia. Melalui langkah kecil seperti digitalisasi dan peningkatan kualitas produk yang tetap menjunjung keadilan sosial, saya optimis UMKM lokal kita bisa berbicara banyak di kancah internasional.

Kegiatan yang ditutup dengan deklarasi damai ini menjadi pengingat bagi saya bahwa sebagai mahasiswa, peran kami adalah menjadi jembatan antara nilai-nilai luhur bangsa dan realita ekonomi di masyarakat. Kami berharap, apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi inspirasi berkelanjutan bagi para pejuang ekonomi di Rungkut Asri Tengah.

Tentang Penulis:

Penulis adalah Anugerah Febriansyah, Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN "Veteran" Jawa Timur. Tulisan ini merupakan bagian dari refleksi kegiatan pengabdian masyarakat untuk mata kuliah Pancasila di bawah bimbingan dosen Anindo Saka Fitri, S.Kom, M.Kom.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image