Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image fadhilah annadwa rambe

Masyarakat Digital, Tapi Apakah Kita Sudah Bijak?

Teknologi | 2026-01-14 22:25:02

Hidup di era digital membuat teknologi hadir hampir di setiap sisi kehidupan. Bangun tidur hingga kembali beristirahat, aktivitas masyarakat tidak lepas dari layar ponsel. Informasi mengalir tanpa henti, komunikasi berlangsung serba cepat, dan opini dapat disampaikan hanya dengan beberapa ketukan jari. Namun, derasnya arus digital ini tidak selalu diiringi dengan kebijaksanaan dalam bersikap.

Di ruang digital, batas antara ruang pribadi dan ruang publik sering kali menjadi kabur. Banyak hal yang seharusnya bersifat personal justru dengan mudah dibagikan ke media sosial. Tidak sedikit pula yang menilai, menghakimi, bahkan menyerang orang lain tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemudahan teknologi belum tentu sejalan dengan kedewasaan penggunanya.

Budaya reaktif juga semakin kuat di era digital. Informasi yang memancing emosi kerap direspons secara spontan, tanpa jeda untuk berpikir. Komentar bernada keras dan saling menyalahkan menjadi pemandangan yang lazim. Padahal, ruang digital seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai tempat bertukar gagasan secara sehat, bukan sekadar ajang pelampiasan emosi.

Ilustrasi aktivitas penggunaan teknologi digital.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi informasi secara instan turut memengaruhi cara berpikir masyarakat. Judul dibaca sekilas, isi diabaikan, lalu kesimpulan ditarik terburu-buru. Akibatnya, pemahaman menjadi dangkal dan mudah dipengaruhi oleh narasi yang menyesatkan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Kebijaksanaan digital tidak lahir secara otomatis hanya karena seseorang terbiasa menggunakan teknologi. Ia perlu dilatih melalui kesadaran, empati, dan kemampuan mengendalikan diri. Menyaring informasi sebelum membagikan, memilih kata yang pantas saat berkomentar, serta menghargai perbedaan pendapat merupakan bentuk sederhana dari sikap bijak di ruang digital.

Peran lingkungan sosial menjadi sangat penting dalam membangun budaya digital yang sehat. Keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas memiliki tanggung jawab untuk memberi teladan dalam menggunakan teknologi secara proporsional. Diskusi yang terbuka dan edukatif jauh lebih bermanfaat dibandingkan larangan tanpa penjelasan.

Teknologi akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tantangan utamanya bukan lagi pada seberapa canggih teknologi tersebut, melainkan pada kesiapan manusia dalam menggunakannya dengan bijak.

Masyarakat digital sejatinya bukan hanya mereka yang terhubung dengan internet, tetapi mereka yang mampu menjaga etika, nalar, dan kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi yang terus bergerak maju

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image