Aku Sampai Pada Batas Menyerah
Sastra | 2026-01-13 17:07:47
Akhirnya aku sampai pada titik menyerah. Sedari dulu aku selalu berusaha mencoba memperbaiki jalanan yang rusak itu, agar kau selamat saat berjalan diatasnya, tapi entah semakin aku bantu justru kau semakin enggan diselamatkan
Bertahan pada hati yang tak sepenuhnya kumiliki. Semakin hari semakin mengikis perasaan, merubah cinta yang berharap bahagia yang pada akhirnya menjadi malapetaka.
Sebab akupun hampir sekarat,hidup dalam hubungan yang hanya aku pemeran utamanya.
Penantian yang sebelumnya tak pernah ingin ku akhiri. Harapan-harapan dan doa terus ku munajatkan, namamu yang tak pernah barang sekalipun tertinggal dalam doaku,karena merindukan mu menjadi candu bagiku.
Aku hampir mati dalam perasaanmu itu. Jika pada hatimu sudah tidak tertuliskan namaku, kau tak perlu memaksa bertahan pada hubungan yang didalamnya sudah tak ingin kau jalani,
biarkan aku yang menyerah.aku memilih mengakhiri semuanya, antara kau dan aku sama-sama memiliki cinta yang tak mungkin berjalan beriringan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
