AI di Kehidupan Sehari-hari: Bantu atau Gantikan Manusia?
Teknologi | 2026-01-13 16:44:33
Oleh: Bilqisthi Azizah Robbani_Mahasiswa Institut SEBI_Prodi Manajemen Bisnis Syariah.
Perkembangan teknologi di era sekarang terasa semakin cepat. Hampir setiap tahun ada saja inovasi baru yang bermunculan. Salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan adalah Artificial Intelligenee atau AI. Jika dulu AI hanya dikenal lewat film atau cerita fiksi ilmiah, kini AI sudah benar-benar hadir di tengah kehidupan sehari-hari.
Tanpa disadari, kita berinteraksi dengan AI hampir setiap hari. Saat membuka media sosial, melihat rekomendasi video, mencari lokasi di peta digital, berbelanja online, atau sekedar bertanya pada chatbot, semuanya melibatkan peran AI. Teknologi ini dirancang agar mampu belajar, mengolah data, dan memberikan respon layaknya manusia.
Namun, semakin berkembangnya AI juga menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Ada yang melihat AI sebagai alat bantu yang mempermudah hidup. Ada pula yang merasa khawatir jika suatu hari nanti AI akan menggantikan peran manusia dalam berkerja. Lalu, sebenarnya AI ini hadir untuk membantu atau menggantikan manusia?
AI yang Sudah Dekat dengan Kehidupan Kita
AI mungkin terdengar seperti istilah teknis, tetapi penerapannya sangat dekat dengan kita. Contoh paling sederhana ada pada ponsel pintar. Fitur kamera yang bisa mengenali wajah, saran kata saat mengetik, hingga sistem keamanan sidik jari dan face recognition semuanya menggunakan AI.
Di aplikasi transportasi online, AI membantu menentukan rute tercepat dan memperkirakan waktu tempuh. Di marketplace, AI menampilkan produk yang sesuai dengan minat kita berdasarkan riwayat pencarian. Bahkan di perbankan digital, AI dimanfaatkan untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan dan melindungi pengguna.
Semua itu menunjukkan bahwa AI bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian kita.
Peran AI dalam Dunia Kerja dan Pendidikan
AI juga mulai banyak diterapkan dalam dunia kerja. Beberapa perusahaan menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 jam. Ada pula sistem AI yang digunakan untuk menganalisis data dalam jumlah besar sehingga keputusan bisnis bisa dibuat lebih cepat dan akurat.
Dalam dunia pendidikan, AI membantu proses belajar. Misalnya, aplikasi belajar bahasa, sistem koreksi otomatis tulisan, hingga platform pembelajaran online yang menyesuaikan materi dengan kemampuan pengguna. Guru dan dosen juga bisa terbantu dalam mengelola materi dan penilaian.
Melalui berbagai penerapan tersebut, AI terlihat sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, dan mengurangi kesalahan.
Kekhawatiran yang Muncul: Apakah AI Akan Menggantikan Manusia?
Meski membawa banyak manfaat, perkembangan AI juga memunculkan rasa khawatir. Beberapa pekerjaan yang sifatnya rutinitas mulai tergantikan oleh mesin. Contohnya pekerjaan administrasi sederhana, penginputan data, atau layanan pelanggan dasar. Mesin mampu bekerja tanpa lelah dan dengan kecepatan yang stabil.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana nasib manusia jika banyak pekerjaan digantikan AI?
Kekhawatiran ini wajar. Setiap kemajuan teknologi selalu membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua pekerjaan bisa digantikan AI. Ada banyak bidang yang tetap membutuhkan sentuhan manusia, seperti pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan, seni, kepemimpinan, serta bidang yang memerlukan empati dan intuisi.
AI memang cerdas dalam mengolah data, tetapi belum mampu menggantikan sepenuhnya kemampuan manusia dalam merasakan, memahami kondisi emosional, serta mempertimbangkan nilai moral dalam mengambil keputusan.
Peran Manusia Tetap yang Utama
AI tetaplah sebuah alat. Sebaik apa pun sistemnya, AI tetap membutuhkan manusia sebagai pencipta, pengembang, pengawas, dan pengendali. AI tidak akan bekerja tanpa data, arahan, dan tujuan yang ditentukan manusia.
Yang terpenting saat ini adalah kesiapan kita untuk beradaptasi. Dunia memang berubah, dan perubahan itu tidak bisa dihindari. Manusia perlu meningkatkan keterampilan, terutama kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh mesin, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah kompleks, berkomunikasi, berkolaborasi, serta menguatkan nilai moral dan spiritual.
Dengan begitu, AI akan menjadi partner kerja yang membantu, bukan pesaing yang menakutkan.
Penutup
AI kini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Teknologi ini memberi kemudahan dalam bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Namun, di balik semua itu, kita tetap perlu menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia. Yang paling menentukan tetaplah manusia itu sendiri. Jika kita mau belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan, maka AI justru menjadi alat yang membawa kebaikan serta kemajuan. Sebaliknya, jika kita berhenti belajar dan tidak mau berubah, barulah kita akan tertinggal.
Teknologi hanyalah sarana. Manusia tetap pemegang kendali utama. Dengan memadukan kecerdasan teknologi dan kebijaksanaan manusia, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, bermanfaat, dan bermartabat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
