Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Rochmawati

Transformasi Pendidikan di MAN 3 Bantul: Mengintegrasikan KMA 1503 dan Kurikulum Berbasis Cinta

Guru Menulis | 2026-01-13 10:11:49

Bantul (MAN 3 Bantul ) Aula MAN 3 Bantul menjadi pusat transformasi pendidikan pada Jumat, 9 Januari 2026. Seluruh jajaran guru berkumpul dengan antusias mengikuti sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 yang dipaparkan oleh Pengawas Madrasah, Heni Prilantari, M.Pd. Pertemuan ini menandai langkah strategis madrasah dalam memperkuat sistem pendidikan yang tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga memiliki kedalaman makna bagi perkembangan siswa.

Dalam paparannya, Heni Prilantari menekankan urgensi penguatan kokurikuler sebagai pelengkap kurikulum inti. Inovasi yang paling menarik perhatian adalah pengenalan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Konsep ini memposisikan kasih sayang dan empati sebagai ruh dalam setiap proses pembelajaran. Dengan KBC, hubungan antara guru dan siswa diharapkan bergeser dari sekadar instruksional menjadi hubungan yang saling menginspirasi, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.

Fokus sosialisasi ini juga tertuju pada pembentukan dimensi profil lulusan yang paripurna. Para pendidik diajak untuk menyelaraskan metode pengajaran guna meningkatkan aspek keimanan, ketakwaan, dan kewargaan siswa. Selain itu, keterampilan modern seperti penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, serta kemampuan komunikasi menjadi target utama yang harus diinternalisasi dalam setiap mata pelajaran untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Suasana aula semakin hidup saat para guru memasuki sesi diskusi kelompok untuk merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Setiap kelompok bekerja keras membedah bagaimana poin-poin KMA 1503 dan semangat KBC dapat diterapkan secara nyata di kelas. Diskusi ini menjadi wadah kolaborasi antar-guru untuk saling berbagi strategi kreatif, memastikan bahwa hasil sosialisasi tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi aksi nyata yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa MAN 3 Bantul ke level yang lebih tinggi. Melalui sinergi antara aturan pemerintah dan pendekatan berbasis hati, madrasah optimis mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan memiliki karakter yang mulia. RTL yang telah disusun kini menjadi peta jalan baru bagi seluruh tenaga pendidik untuk menyongsong masa depan pendidikan madrasah yang lebih cerah dan manusiawi. (wti)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image