Bukan Sekadar Rapat: Makna Sidang Umum Bagi Organisasi
Eduaksi | 2026-01-13 08:51:06Sidang Umum merupakan forum tertinggi dalam suatu organisasi mahasiswa yang mempunyai peran strategis dalam menentukan arah dan keberlanjutan organisasi. Berbeda dengan rapat-rapat biasanya, Sidang Umum menjadi ruang resmi untuk menyatukan organisasi legislatif dan eksekutif dalam satu forum pengambilan keputusan, menyampaikan pandangan, aspirasi, serta evaluasi secara terbuka. Melalui Sidang Umum, nilai-nilai demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas organisasi diwujudkan secara nyata.
Dalam konteks Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) di Universitas Negeri Jakarta, Sidang Umum biasanya diselenggarakan satu kali dalam satu periode kepengurusan, tepatnya di akhir masa jabatan. Forum ini dihadiri oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai unsur legislatif dan eksekutif organisasi. Kehadiran kedua lembaga tersebut menegaskan bahwa Sidang Umum bukan sekedar pertemuan formal, melainkan forum evaluatif dan pertanggungjawaban dalam bentuk sidang yang melibatkan seluruh elemen penting organisasi dan menjadi sarana untuk memastikan bahwa organisasi telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Salah satu agenda utama dalam Sidang Umum adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban kinerja BEM selama satu periode kepengurusan. Selain itu, DPM juga turut menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk akuntabilitas lembaga legislatif organisasi. Laporan ini mencakup pelaksanaan program kerja, pengelolaan anggaran, serta capaian dan kendala yang dihadapi. Disini, kinerja organisasi diuji secara terbuka, sehingga tercipta budaya organisasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada perbaikan. DPM berperan dalam memberikan penilaian, kritik, dan rekomendasi terhadap jalannya organisasi melalui pengelolaan aspirasi dan pengawasan objektif. Anggota sidang juga memiliki kesempatan untuk memberikan tanggapan, kritik, dan saran yang membangun. Proses ini memungkinkan terjadinya dialog yang kolaboratif antar lembaga, sekaligus menjadi sarana pembelajaran organisasi bagi seluruh peserta sidang.
Kemudian, Sidang Umum turut memiliki makna penting dalam menjaga keberlanjutan suatu organisasi mahasiswa. Hasil evaluasi dan keputusan yang dihasilkan melalui pengelolaan aspirasi dan pengawasan objektif akan menjadi landasan bagi kepengurusan selanjutnya. Sidang Umum menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi melalui pelantikan Ketua DPM, anggota DPM, dan Ketua BEM terpilih. Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode kepengurusan yang baru. Melalui forum ini, organisasi mahasiswa menunjukkan komitmennya untuk terus tumbuh, berbenah, dan membawa aspirasi mahasiswa secara bertanggung jawab. Dengan demikian, Sidang Umum tidak hanya menutup satu periode kepengurusan, tetapi juga membuka arah baru bagi perjalanan organisasi ke depannya.
Penulis: Naela Ika Rahmawati
Penyunting: Atmaradhifa Hadinayu
More information
Instagram: @dpmhumasunj
Tiktok: @dpmhumasunj
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
