Lumpur Banjir Diminati Swasta, Warga Jangan Jadi Penonton
Info Terkini | 2026-01-11 17:51:09Akhir-akhir ini, ternyata pihak swasta tertarik dengan lumpur banjir. Bahan yang selama ini dipandang kotor dan mengganggu kini menjadi perhatian sebagai barang yang dapat diperdagangkan atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Permasalahannya, penduduk yang paling terkena banjir justru berpotensi kehilangan segalanya. Mereka telah mengalami kerugian, dan sekarang menyaksikan lumpur di sekitar mereka diambil dan digunakan oleh orang lain. Hindari agar masyarakat setempat hanya menjadi pengamat.
Di sinilah fungsi pemerintah daerah menjadi sangat krusial. Apabila lumpur banjir dimanfaatkan secara komersial, perlu adanya regulasi yang tegas, partisipasi masyarakat, kompensasi yang adil, dan analisis lingkungan yang aman. Jangan sampai demi bisnis, hak-hak masyarakat diabaikan.
Bencana tidak seharusnya menjadi wadah untuk eksploitasi. Apabila terdapat nilai ekonomi dari lumpur banjir, maka masyarakat yang terdampak harus menjadi pihak pertama yang dilibatkan serta dilindungi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
