Optimalisasi Limbah Galon untuk Pengelolaan Sampah
Eduaksi | 2026-01-09 14:05:11
Persoalan sampah rumah tangga di kawasan perkotaan, khususnya limbah plastik galon sekali pakai dan sisa sampah organik rumah tangga, masih menjadi tantangan di lingkungan RW 02 Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta. Situasi ini berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengurangi kadar kebersihan permukiman.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unit I.C.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendampingan program optimalisasi limbah galon. Mereka bersama warga setempat membuat galon tanam dan tong sampah dari galon bekas.
Program pendampingan ini dilaksanakan secara bertahap pada tanggal 15, 16, dan 22 November 2025, bertepatan dengan agenda kerja bakti rutin di lingkungan RW 02. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit I.C.1, pengurus RT setempat, serta warga RT 04, RT 05, dan RT 06. Semua pihak terlibat aktif dalam proses pembersihan lingkungan, pemilahan sampah, hingga pengolahan galon bekas dalam suasana gotong royong.
Mahasiswa KKN dan warga setempat bahu-membahu dalam membersihkan lingkungan sekaligus melakukan pemilahan sampah. Limbah galon air mineral yang biasanya menumpuk dikumpulkan untuk kemudian dieksekusi bersama menjadi sarana kebersihan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendampingi warga dalam proses teknis pengerjaan. Untuk pembuatan galon tanam, galon dimodifikasi dengan melubangi bagian sisi dan bawahnya menyerupai prinsip kerja biopori atau Losida (Lodong Sisa Dapur).
Galon yang telah disiapkan kemudian ditanam sebagian ke dalam tanah di area-area strategis maupun pekarangan warga. Galon ini berfungsi sebagai wadah penampungan sampah organik rumah tangga, seperti sisa nasi, kulit buah, atau potongan sayur.
Sampah tersebut akan terurai secara alami di dalam galon dan berubah menjadi nutrisi yang meresap ke tanah. Hal ini secara otomatis menyuburkan tanaman yang berada di sekitarnya tanpa perlu penambahan pupuk kimia maupun menimbulkan bau menyengat.
Selain pembuatan galon tanam, mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit I.C.1 juga mengembangkan pembuatan tong sampah sederhana dari galon bekas sebagai solusi pengelolaan sampah di lingkungan warga.
Pembuatan tong sampah ini dilakukan pada rangkaian kegiatan yang sama dengan memanfaatkan galon sisa yang sebelumnya tidak terpakai sehingga limbah galon dapat digunakan kembali secara fungsional.
Tong-tong sampah galon kemudian ditempatkan di rumah warga, sudut jalan, hingga pos ronda sebagai sarana penampungan sampah kering. Keberadaan tong sampah ini diharapkan dapat membantu mengurangi pembuangan sampah sembarangan serta mendorong kebiasaan pembuangan sampah yang benar.
Kegiatan kolaboratif ini disambut hangat oleh warga RW 02 Muja Muju. Masyarakat menunjukkan antusiasme dalam bekerja sama untuk menyiapkan lubang resapan air, memasang sistem galon tanam, serta menempatkan tong sampah galon di lokasi yang telah disepakati.
Ke depannya, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.C.1 berharap hasil pendampingan ini dapat terus dilanjutkan oleh warga. Dengan tersedianya fasilitas komposter dan tempat sampah yang memadai, diharapkan terbentuk budaya sadar lingkungan dan gaya hidup minim sampah (Zero Waste) yang berkelanjutan di RW 02 Muja Muju, Umbulharjo. (Doc)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
