Belajar Profesionalisme dari Meja Depan: Pengalaman Magang di PP Muhammadiyah
Humaniora | 2026-01-07 18:25:18
Magang sering kali dipandang hanya sebagai kewajiban akademik. Namun, bagi saya, magang justru menjadi ruang belajar yang nyata tentang dunia kerja, etika profesional, dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut saya peroleh selama menjalani program magang di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, khususnya pada bagian Front Office (FO).
Berada di Front Office membuat saya menyadari bahwa meja depan bukan sekadar tempat menerima tamu, melainkan representasi pertama dari sebuah organisasi. Setiap hari saya bertugas menyambut tamu pimpinan, tamu instansi, hingga tamu dari berbagai daerah. Dari aktivitas sederhana seperti menyapa, mengarahkan tujuan kedatangan, hingga membantu kebutuhan administrasi awal, saya belajar pentingnya sikap ramah, sopan, dan sigap dalam pelayanan.
Dalam praktiknya, menyambut tamu tidak hanya soal keramahan, tetapi juga ketelitian dan komunikasi yang baik. Kesalahan kecil dalam menyampaikan informasi atau mengarahkan tamu dapat berdampak pada alur kegiatan pimpinan. Dari sini saya memahami bahwa profesionalisme dibangun dari perhatian terhadap detail dan tanggung jawab atas peran yang dijalankan.
Lingkungan kerja di PP Muhammadiyah juga memberikan pengalaman berharga tentang budaya kerja yang tertib, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme. Saya belajar bekerja sesuai prosedur, berkoordinasi dengan berbagai bagian, serta menjaga etika dalam berinteraksi, baik dengan sesama pegawai maupun dengan pimpinan.
Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa peran sekecil apa pun memiliki kontribusi penting dalam mendukung tujuan organisasi. Dari meja depan, saya belajar bahwa profesionalisme dimulai dari sikap, ketepatan, dan komitmen dalam menjalankan amanah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
