Legenda di Balik Mangkok: Menjemput Keajaiban Rasa Bakso Ati Raja
Kuliner | 2026-01-05 15:37:35
Sisa-sisa kemeriahan tahun baru masih terasa di setiap sudut Makassar. Di saat orang lain sibuk menyusun resolusi besar untuk tahun 2026, saya dan istri memiliki misi yang jauh lebih sederhana namun krusial: menemukan semangkok bakso yang mampu memberikan "ledakan" rasa untuk mengawali tahun dengan bahagia.
Pilihan kami jatuh pada nama yang sudah menjadi napas kuliner di Kota Anging Mammiri: Bakso Ati Raja. Tanpa membuang waktu, Sabtu, 3 Januari 2026, kami meluncur menuju gerainya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea.
Apa yang membuat Ati Raja tetap bertakhta di hati masyarakat sejak era 90-an? Jawabannya adalah kejujuran rasa. Di tengah maraknya bakso yang didominasi tepung, Ati Raja setia dengan racikan 100% daging sapi lokal.
Namun, ada sejarah unik di balik kelezatan ini. Didirikan sejak tahun 1995 oleh Lim Hook Moe, usaha ini awalnya menjajakan jalangkote keliling. Saat mencoba berkreasi dengan bakso, mereka sempat membuat kesalahan pada adonan. Karena modal terbatas, "adonan gagal" tersebut tetap digoreng dan dijual agar tidak mubazir.
Siapa sangka, masyarakat justru jatuh cinta pada tekstur uniknya. Itulah cikal bakal Bakso Goreng Ati Raja yang kini menjadi primadona yang tak tergantikan.
Begitu mangkok jumbo mendarat di meja, aroma kaldu yang harum langsung menyapa indera penciuman. Di dalamnya, terdapat tiga "pemain utama" dengan karakter yang berbeda, Bakso Halus, teksturnya lembut dan kenyal, seolah lumer di mulut.
Bakso Kasar (Urat)nya memberikan sensasi "perlawanan" saat digigit—tekstur yang dicari penikmat bakso sejati.
Bakso Goreng, sang primadona. Renyah di luar, namun tetap lembut di dalam. Saat meresap ke dalam kuah kaldu, teksturnya berubah menjadi juicy tanpa kehilangan kekhasannya.
Menikmati Bakso Ati Raja adalah sebuah ritual. Kuahnya yang bening dan ringan merupakan kanvas kosong yang siap dilukis. Saya mulai dengan perasan jeruk nipis untuk aroma segar, diikuti sambal kuning khas Makassar yang pedasnya menggigit, serta sedikit kecap manis untuk keseimbangan.
Jangan lupakan minyak wijen dan daun bawang yang memberikan kedalaman rasa (depth of flavor). Setiap seruputan menawarkan perpaduan asam, pedas, dan gurih yang berdansa di lidah.
Untuk melengkapi pengalaman ini, kami menyantapnya bersama buras (lontong) khas Sulawesi yang padat dan gurih.
Tidak hanya bakso, rumah makan atiraja di jalan perintis kemerdekaan Makassar, juga menyediakan menu mie pangsit, mie kuah/goreng, nasi goreng spesial, nasi goreng jakarta/seafood, capcay, kwetiau, ayam goreng/penyet hingga oleh-oleh bakso khas Ati Raja.
Harga yang ditawarkan terasa sangat sepadan, bahkan cenderung terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas rasa dan porsi yang didapatkan. Ati Raja bukan sekadar soal mengenyangkan perut, tapi soal merawat memori kolektif warga Makassar.
Sebagai sajian penutup, berbagai minuman segar seperti es campur, es jeruk, hingga aneka jus buah siap membilas dahaga di tengah cuaca Makassar yang tak menentu saat ini.
Satu-satunya hal yang sedikit mengusik kenyamanan saat berkuliner di Kota Daeng adalah masih maraknya juru parkir liar di berbagai titik rumah makan dan pusat perbelanjaan. Sebuah tantangan kecil untuk sebuah kenikmatan besar.
Kunjungan kami di awal Januari 2026 membuktikan bahwa meski tren kuliner datang silih berganti, sebuah legenda akan tetap bertahan selama ia menjaga kualitasnya.
Jika Anda sedang di Makassar, melewatkan Bakso Ati Raja adalah sebuah kerugian kuliner yang nyata. Bagi kami, inilah cara terbaik merayakan hari libur, menemukan kebahagiaan di dalam semangkok bakso legendaris.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
