Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Otentik Art

Kajian Jual Beli Beretika Tekankan Kejujuran dan Keberkahan Rezeki

Ekonomi Syariah | 2026-01-05 12:17:03

Nilai kejujuran dan etika dalam aktivitas jual beli kembali ditegaskan kepada masyarakat melalui kajian rutin Pembahasan Kitab Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang digelar di Musholla Ta’aruf Petukangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (30/12/2025). Dalam kajian ini, jamaah diajak memahami bahwa keberkahan rezeki tidak semata diukur dari besarnya keuntungan, melainkan dari dampak kebaikan yang dihasilkan bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Kajian yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan pemateri Ustadz Nisfun Nahar, M.Pd. Ia menekankan bahwa Islam memandang aktivitas ekonomi sebagai bagian dari ibadah, sehingga harus dijalankan dengan prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Menurutnya, harta yang berkah adalah harta yang membawa ketenangan, manfaat, dan kebaikan, baik di dunia maupun sebagai bekal di akhirat.

“Keberkahan rezeki bukan hanya soal banyak atau sedikitnya harta, tetapi apakah harta itu mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kita dan orang lain,” ujar Ustadz Nisfun dalam pemaparannya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa salah satu prinsip utama dalam jual beli menurut Islam adalah kejujuran, terutama dalam hal takaran, timbangan, dan informasi barang. Kejujuran, kata dia, bukan hanya menjaga kepercayaan pembeli, tetapi juga menentukan nilai ibadah dari usaha yang dijalankan. Dalam kajian tersebut, Ustadz Nisfun mengutip Al-Qur’an Surah Al-An‘am ayat 152 yang memerintahkan umat Islam untuk menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil serta menegakkan keadilan dalam setiap ucapan dan perjanjian.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pedagang yang jujur dan amanah memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Kejujuran dalam berdagang tidak hanya membawa ketenteraman di dunia, tetapi juga bernilai tinggi di akhirat. Prinsip ini, menurutnya, relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang dihadapkan pada berbagai praktik ekonomi yang mengabaikan etika demi keuntungan sesaat.

Selain membahas kejujuran, kajian juga menyoroti larangan terhadap usaha yang berpotensi menimbulkan kerusakan, baik secara moral, sosial, maupun lingkungan. Ustadz Nisfun menegaskan bahwa syariat Islam bertujuan menjaga kemaslahatan umat. Oleh karena itu, setiap bentuk usaha seharusnya membawa manfaat dan menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar, bukan sebaliknya.

“Kegiatan ekonomi tidak boleh merugikan orang lain atau merusak tatanan sosial. Prinsip rahmatan lil ‘alamin harus menjadi landasan dalam setiap usaha,” tambahnya.

Kajian ini diikuti oleh jamaah Musholla Ta’aruf Petukangan dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku usaha kecil dan warga sekitar. Para peserta tampak antusias menyimak materi, karena tema yang dibahas dinilai dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Selain menambah wawasan keislaman, forum ini menjadi ruang refleksi bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dan beretika dalam mencari nafkah.

Salah satu jamaah menyampaikan bahwa kajian tersebut memberikan pengingat penting tentang makna rezeki yang berkah. “Kadang kita terlalu fokus pada keuntungan, tapi lupa pada cara dan dampaknya. Kajian ini mengingatkan kami untuk kembali pada nilai kejujuran,” ujarnya singkat.

Kajian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan nilai-nilai kejujuran dan etika Islam dalam jual beli dapat terus ditanamkan dan dipraktikkan, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga membawa kebaikan yang berkelanjutan bagi kehidupan bersama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image