Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Elsa Frozen

Bahasa sebagai Jembatan Komunikasi Manusia

Teknologi | 2026-01-03 21:07:14
sumber : internet

Tahukah Anda? Bahwa manusia dapat menghasilkan kata tiap harinya mencapai 10.000-20.000 menurut (David Crystal) namun tanpa disadari semua kata yang diperoleh tidak semua mengandung unsur makna. berawal dari sebuah kata hingga menjadi bahasa disitulah manusia dapat berkomunikasi secara baik lewat bahasa yang matang.

Bahasa adalah jembatan utama manusia untuk menyampaikan perasaan,pikiran,serta idenya juntuk membangun hubungan. tanpa bahasa, komunikasi menjadi nol tidak bisa mengekspresikan kebutuhan yang dibutuhkan bahkan minimmya pengetahuan.bahasa merupakan salah satu pencapaian terbesar manusia karena bukan sekedar alat untuk menyampaikan pesan tetapi jembatan penghubung pikiran,emosi,dan budaya antar individu.

Pemerolehan bahas pada manusia terjadi secara alami dan sistematis.anak-anak tidak diajarkan setiap kata atau aturan tata bahasa secara formal,namun mereka mampu memahami dan menggunakan bahasa dengan benar seiring berjalannya waktu.Teori Chomsky yaitu mengenai Universal grammar menjelaskan bahwa manusia dilahirkan dengan kapasitas bawaan untuk memahami struktur dasar bahasa,sehiingga dapat belajar bahasa relatif mudah.proses ini menunjukkan bahwa bahasa bukan sekedar konvensi sosial,tetepi juga bagian dari kodrat manusia.

Proses pemerolehan bahasa perjalanan panjang yang dimulai sejak bayi lahir.bayi belajar bahasa melalui interaksi dengan lingkungan yaitu orang tua,pengasuh bayi dan teman sebaya.bayi meniru bunyi,intonasi,dan pola kaliamt hingga akhirnya mampu membentuk kata-kata dan memahami maknanya.proses ini menunjukkan bahwa bukan hanya kemampuan biologis,tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya.lingkungan yang kaya stimulus akan membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa lebih optimal.

Meski begitu, pemerolehan bahasa tidak selalu mudah dan sering menghadapi tantangan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan kurang stimulatif atau minim interaksi sosial cenderung mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Di sisi lain, kemajuan teknologi memengaruhi cara manusia berkomunikasi. Media sosial dan pesan singkat memudahkan komunikasi instan, tetapi sering menggunakan bahasa ringkas atau informal, sehingga mengubah pola interaksi verbal tradisional. Meskipun demikian, esensi bahasa tetap sama menjadi sarana untuk menyampaikan makna dan membangun hubungan.

Namun pada saat ini perkembangan bahas tidak selalu mulus.dalam era globalisasi,interaksi antar bahasa semakin intens,sehingga muncul tantangan seperti halnya pergeseran kosakata,penggunaan bahasa asing yang berlebihan,dan potensi hilangnya bahasa daerah.dari ini menunjukkan bahwa komunikasi harus dijaga dan dipelihara agar tetap efektif.dengan pendidikan bahasa yang tepat,kesadaran budaya dan praktik komunikasi yang sehat menjadi kunci dalam mempertahankan bahasa sebagai jembatan manusia

Selain itu,bahasa juga cerminan budaya.setiap bahasa membawa nilai,normma,dan cara berpikir masyarakat yang menggunakannya.contohnya,bahasa Indonesia dengan kekayaan istilah adat dan ungkapan kearifan lokal menunjukkan bagaimana komunikasi dan budaya saling terkait.pemerolehan bahasa tidak hanya mempelajari bahasa tetapi juga memahami konteks sosial dan budaya dibaliknya.dari ini bahasa tidak hanya menghubungkan individu,tetapi melintasi generasi dan komunitas.

Jadi maka dari itu mari lestarikan bahasa yang telah kita miliki karena proses pemerolehan dari bahas itu sendiri tidaklah mudah,banyak lika-liku dari prosesnya,dengan menjaga bahasa maka kita juga telah melestarikan bahasa kita sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image