Ketika Politik Kehilangan Integritas: Korupsi sebagai Ancaman Demokrasi
Politik | 2026-01-02 14:30:53
Korupsi tidak pernah berdiri sebagai persoalan hukum semata. Dalam praktik politik, korupsi adalah indikator paling jelas dari hilangnya integritas kekuasaan. Ketika penyelenggara negara gagal menjaga amanah publik, demokrasi perlahan kehilangan makna substantifnya.
Dalam sistem politik demokratis, kekuasaan seharusnya dijalankan untuk melayani kepentingan rakyat. Namun, praktik korupsi justru membalikkan tujuan tersebut. Jabatan publik berubah menjadi alat transaksi, sementara kebijakan dijadikan sarana untuk mengamankan kepentingan pribadi atau kelompok. Akibatnya, proses politik kehilangan orientasi etis dan menjauh dari nilai keadilan.
Korupsi juga berdampak langsung pada kualitas demokrasi. Pemilu yang seharusnya menjadi mekanisme sirkulasi kekuasaan yang sehat kerap dibayangi oleh praktik biaya politik tinggi. Kondisi ini membuka ruang bagi penyalahgunaan wewenang setelah kekuasaan diraih. Ketika politik didominasi oleh kepentingan modal, suara rakyat berisiko terpinggirkan.
Lebih jauh, korupsi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Masyarakat menjadi skeptis terhadap janji-janji politik dan cenderung apatis terhadap proses demokrasi. Jika ketidakpercayaan ini terus berlanjut, maka demokrasi hanya akan menjadi prosedur formal tanpa partisipasi bermakna dari warga negara.
Upaya pemberantasan korupsi sejatinya harus ditempatkan sebagai agenda politik yang berkelanjutan. Penegakan hukum yang tegas perlu dibarengi dengan pembenahan sistem, terutama dalam hal transparansi kebijakan dan akuntabilitas kekuasaan. Tanpa perbaikan struktural, korupsi akan terus menemukan celah untuk tumbuh.
Di sisi lain, peran masyarakat tidak kalah penting. Kesadaran politik warga, keberanian menyuarakan kritik, serta penolakan terhadap praktik-praktik tidak etis merupakan fondasi utama dalam membangun politik yang berintegritas. Demokrasi tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada budaya politik yang menjunjung nilai kejujuran.
Korupsi adalah ancaman serius bagi masa depan demokrasi. Menghadapinya bukan hanya soal menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan integritas politik sebagai sarana memperjuangkan kepentingan bersama. Tanpa integritas, politik kehilangan arah, dan demokrasi kehilangan ruhnya.
Riki, Freelance Web Developer
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
