Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Aulia Herawati

Berani Mengulang dari Awal: Ketika Hidup Tidak Sejalan dengan Rencana

Lifestyle | 2025-12-29 14:09:35
Ilustrasi seseorang berdiri di persimpangan jalan, menatap beberapa petunjuk arah yang berbeda. Suasananya menggambarkan momen ragu, takut, tapi juga harapan untuk mulai lagi dari awal. Foto: Ai

Tidak semua orang memulai hidup dengan arah yang jelas. Ada yang merasa jalurnya tepat sejak awal, tapi ada juga yang seperti berjalan sambil menebak-nebak; apakah langkah ini menuju masa depan, atau hanya memutar di tempat yang sama.

Di usia yang masih muda, kita sering mendengar kalimat:

“Kamu harusnya sudah tahu mau jadi apa sekarang.”

Seolah-olah hidup ini seperti GPS: tinggal memasukkan tujuan, lalu sampai. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Ada orang yang kuliahnya tidak berakhir di bidang pekerjaannya.

Ada yang impian masa kecilnya runtuh ketika realita menghampiri.

Ada yang harus memulai dari nol lagi, bukan karena gagal, tapi karena berubah.

Dan itu tidak salah.

Kita hidup di zaman di mana kegagalan dianggap sebagai aib sosial, bukan sebagai bagian dari proses. Dunia seperti terburu-buru meminta hasil, padahal beberapa dari kita masih belajar cara berdiri.

Tidak ada yang mengajarkan bagaimana menghadapi babak baru tanpa peta. Banyak dari kita tidak takut bekerja keras—yang ditakutkan justru salah arah. Kita bukan takut gagal, kita takut gagal untuk kedua kalinya.

Namun, memulai ulang bukan bukti kita tidak mampu.

Kadang, itu bukti kita cukup berani untuk tidak membohongi diri sendiri.

Ada orang yang baru menemukan apa yang ia mau setelah tersesat jauh. Ada yang baru mengerti dirinya setelah rencana lamanya hancur. Ada yang baru merasa hidup setelah mengambil keputusan yang membuat orang lain menggeleng.

Dan itu tidak apa-apa.

Hidup tidak perlu mengikuti naskah yang disusun orang lain. Kita tidak hidup untuk memenuhi ekspektasi penonton yang bahkan tidak tahu letihnya langkah kita. Tidak semua orang harus mengerti pilihan kita, yang penting kita sendiri paham kenapa tetap berjalan.

Jika kamu sedang berada di titik ingin memulai ulang, jangan takut dianggap telat.

Lebih baik telat menemukan arah yang tepat, daripada cepat menuju tempat yang salah.

Kadang, keberanian terbesar bukan mengejar apa yang kamu inginkan tapi melepaskan apa yang tidak lagi cocok untukmu.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image