Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti eka Fauziah

Indonesia Masih Demam: Refleksi Mahasiswa di Akhir Tahun 2025

Politik | 2025-12-28 11:40:48

Hari ini, 28 Desember 2025, kalau kita bika media sosial atau website berita, rasanya seperti melihat dua dunia yang berbeda. Di sisi lain, semua orang sedang asik liburan “Nataru” (Natal dan Tahun Baru), tapi di sisi lan, banyak lampu kuning yang seharusnya membuat kita waspasa. Sebagai Mahasiswa, kita tidak boleh hanya jadi penonton yang asik menggulir layar saja.

Cuaca Lagi “Gak Ngotak” Tapi Kita Tetap Gas

Berita utama hari ini penuh dengan peringatan BMKG mengenai cuaca ekstrem. Bibit siklon dan hujan badai banyak terjadi. Ironisnya, jalan tol justru macet karena jutaan orang tetap nekat mudik dan berwisata. Masalahnya di mana? Kita sering kali menganggap remeh krisis iklim. Kita pikir banjir itu "biasa", padahal ini adalah tanda bumi semakin rusak. Sebagai remaja, kita harus sadar bahwa bencana ini bukan sekadar takdir, tapi dampak dari kebijakan lingkungan yang sering diabaikan demi pembangunan.

UMP Naik, tapi Harga Kopi dan Kosan lagi Balapan

Hari ini juga ramai soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun depan. Bagi kita yang sebentar lagi lulus dan jadi pencari kerja, berita ini sangat penting. Memang ada kenaikan upah, tapi jika kita lihat kenyataannya, harga barang dan biaya hidup naik jauh lebih cepat. Secara istilah, gajinya naik tangga, tapi harganya naik lift. Kita harus kritis, apakah skema upah ini sudah adil untuk buruh dan calon pekerja seperti kita, atau cuma buat menyenangkan investor saja?

Ruang Bicara yang Semakin Sempit

Ada berita yang tidak menyenangkan soal pembubaran diskusi buku secara paksa hari ini. Ini harusnya jadi alarm bagi kita. Kampus dan ruang diskusi adalah "rumah" kita untuk berdiskusi. Kalau diskusi saja dilarang, bagaimana kita bisa berkembang? Jangan sampai di tahun 2026 nanti, kita jadi takut untuk sekadar kritis atau punya pendapat berbeda di media sosial.

Kesimpulan

Berita hari ini memberi tahu kita bahwa Indonesia masih belum baik-baik saja di akhir tahun 2025. Antara bencana alam yang semakin mengancam, ekonomi yang semakin menyiksa, dan kebebasan bicara yang terancam. Liburan boleh, tapi jangan sampai "tidur". Kita butuh lebih banyak mahasiswa yang tidak hanya pintar menyelesaikan tugas, tapi juga peka terhadap isu-isu di sekitar kita. Karena kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image