Cemas Karena Matematika: Bagaimana Solusinya?
Eduaksi | 2025-12-26 09:04:59
Pernahkah kamu merasa cemas ketika ditanya guru tentang soal matematika? Atau merasa jantungmu berdebar dan tubuhmu berkeringat ketika mengerjakan soal matematika? Kalau iya, mungkin kamu mengalami apa yang disebut dengan kecemasan matematika (math anxiety).
Kamu tentu tidak ingin mengalami kecemasan matematika tersebut secara terus-menerus, bukan? Lalu bagaimana mengatasinya? Untuk memahami solusinya, yuk simak beberapa solusi yang digunakan untuk menghentikan rasa cemas pada matematika yang bersumber dari jurnal berjudul “Who is afraid of math? What is math anxiety? And what can you do about it” yang ditulis oleh H. Moriah Sokolowski dan Daniel Ansari tahun 2017.
Mengungkapkan Pikiran dan Perasaan Lewat Tulisan
Para peneliti berpendapat, ketika seseorang merasa cemas pada matematika, rasa cemas yang dirasakan itulah yang akan mengambil memori kerja mereka sehingga ketika mengerjakan soal matematika, mereka tidak mempunyai memori kerja yang cukup untuk digunakan lho.
Untuk mengatasinya, para peneliti beranggapan bahwa jika anak-anak dapat menuliskan kekhawatirannya sebelum ujian, maka perasaan tersebut tidak akan memenuhi memori kerjanya ketika ujian matematika berlangsung. Hal ini sesuai dengan pengalaman Rani, sejak dulu Rani selalu cemas dan merasa jantungnya berdebar kencang sebelum ujian matematika akan dimulai. Namun, sejak Rani mulai menuliskan isi pikiran dan perasaannya, Rani merasa lebih tenang dan fokus ketika mulai mengerjakan soal matematika, ditambah lagi nilai ujian matematikanya meningkat.
Latihan Pernapasan
Ternyata, selain menulis, melakukan beberapa latihan pernapasan juga dapat membantu menghilangkan rasa cemas pada matematika lho.
Solusi ini sering kali dilakukan oleh Dimas. Sebelumnya Dimas selalu merasa khawatir ketika mata pelajaran matematika berlangsung, Ia selalu merasa cemas dan takut tidak bisa menjawab pertanyaan oleh guru, jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya berkeringat. Namun semenjak Dimas mempraktikkan beberapa latihan pernapasan, Dimas jauh merasa lebih tenang dan percaya diri ketika menjawab pertanyaan guru, nilainya pun meningkat karena itu.
Merasa cemas karena matematika jelas tidak nyaman, tentu kamu tidak ingin mengalami kecemasan matematika secara terus-menerus, bukan? Dengan memahami solusi rasa cemas ketika ujian matematika akan berlangsung ataupun ketika rasa khawatir muncul saat akan menjawab pertanyaan matematika oleh guru, kamu dapat mengatasinya lho.
Referensi:
Sokolowski, H. M., & Ansari, D. (2017). Who is afraid of math? What is math anxiety? And what can you do about it. Frontiers for Young minds, 5(57), 1-7.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
