Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Alika Arianne Kamilah

500 Days of Summer dan Realita Situationship yang Banyak Dialami Anak Muda

Agama | 2025-12-24 23:23:30

Pernahkah anda terlibat dalam hubungan tanpa status? Hubungan tanpa status atau situationship kini semakin akrab di kehidupan anak muda. Menurut Becker-Phelps (2014) hubungan ini cenderung memiliki pola tarik ulur dan meremehkan pasangan, menunjukkan minat tetapi tidak sepenuhnya peduli—membuat satu pihak terus berharap tanpa adanya kepastian. Relasi semacam ini kerap dianggap aman dan fleksibel, padahal di baliknya tersimpan risiko kebingungan dan luka emosional. Film 500 Days of Summer menjadi salah satu gambaran yang populer tentang realitas tersebut.

Source : https://pin.it/3Dmqg5Gt8

Sinopsis film 500 Days of Summer

Film ini menceritakan Tom Hansen, seorang pria yang percaya pada cinta sejati, dan Summer Finn, perempuan yang tidak percaya pada hubungan romantis jangka panjang. Sejak awal, Summer sudah mengatakan bahwa ia tidak menginginkan hubungan serius. Namun, kedekatan mereka semakin intens dengan menghabiskan waktu bersama, tertawa, dan menjalani hal-hal yang kerap diasosiasikan dengan sebuah hubungan pacaran.

Konflik utamanya muncul ketika Tom memaknai kedekatan itu sebagai awal dari hubungan yang lebih serius, sementara Summer tetap konsisten pada batasan yang ia tetapkan sejak awal. Hubungan mereka berjalan, tetapi dengan harapan yang tidak seimbang.

Kedekatan yang tidak disertai tanggung jawab emosional

Kisah Tom dan Summer sering dialami oleh anak muda zaman sekarang dengan asumsi “mengalir saja dulu” atau “lihat nanti ke depannya”. Percakapan tentang arah hubungan kerap dihindari karena dianggap terlalu serius atau berisiko merusak kedekatan yang sudah ada. Padahal, justru ketidakjelasan inilah yang sering menjadi sumber luka.

George (2024) menggambarkan seperti satu individu menunjukkan kasih sayang dan membuat pendekatan tulus yang memberi kesan hubungan ini akan menjadi serius, sedangkan yang lain menafsirkan interaksi yang terjadi hanya sebagai kesenangan biasa tanpa maksud atau rencana lebih jauh. Fenomena ini relevan dengan kondisi anak muda di era sekarang, ketika komitmen sering digambarkan sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan. Banyak orang ingin tetap dekat tanpa merasa terikat. Sayangnya, perasaan tidak selalu mengikuti rencana yang sudah dibangun. Saat keterikatan sudah muncul dan hubungan berakhir tanpa kepastian, yang tertinggal hanya kebingungan dan perasaan hampa.

Mengambil Pelajaran dari 500 Days of Summer

Selain menceritakan tentang hubungan Tom dan Summer yang rumit, film ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi dan kesadaran diri dalam relasi. Tom berharap hubungan mereka dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius, sementara Summer tidak memiliki eskpetasi yang sama. Ketimpangan ini muncul bukan karena kurangnya rasa yang dimiliki antara keduanya, melainkan karena arah hubungan yang tidak pernah disepakati bersama. Kita juga dapat memahami bahwa kejelasan soal perasaan dan batasan adalah bentuk kepedulian emosional, bukan sikap berlebihan.

Melalui kisah Tom dan Summer, film 500 Days of Summer menyoroti bagaimana hubungan tanpa kepastian sering berjalan dengan kedekatan yang intens, tetapi minim kejelasan. Tanpa komunikasi yang jujur tentang harapan dan batasan, hubungan semacam ini mudah berakhir pada kebingungan emosional, terutama bagi pihak yang memiliki harapan lebih pasangannya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image