Program Pendidikan Pancasila Dorong Gotong Royong dan Toleransi di Sekolah
Sekolah | 2025-12-14 22:42:49Bandung, 7 Desember 2025 — Pemerintah terus mendorong penerapan Pendidikan Pancasila di sekolah melalui berbagai proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menekankan nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan. Program ini dinilai efektif meningkatkan kepedulian siswa serta memperkuat budaya saling menghargai.
Di berbagai daerah, sekolah mulai menerapkan kegiatan kolaboratif seperti program peduli lingkungan, bakti sosial, dan proyek kebudayaan lintas daerah. Kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat memahami nilai Pancasila bukan hanya secara teori, tetapi melalui pengalaman langsung.
Kepala Sekolah SMPN 4 Bandung, Rina Suryani, mengatakan bahwa penerapan proyek gotong royong membuat siswa lebih aktif bekerja sama. “Kami mengadakan program Gerakan Jumat Bersih dan Pasar Budaya Nusantara. Anak-anak jadi lebih menghargai perbedaan, mulai dari budaya, bahasa, hingga makanan tradisional,” ujarnya.
Program pendidikan karakter ini juga mendapat apresiasi dari orang tua. Banyak wali murid menilai bahwa anak-anak menjadi lebih sopan, terbuka, dan mampu berkomunikasi dengan teman dari latar belakang berbeda.
Sementara itu, Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Aditya Mahendra, menilai bahwa penguatan Pendidikan Pancasila sangat penting di era digital. “Anak-anak hari ini hidup di tengah arus informasi global. Nilai Pancasila harus menjadi filter agar mereka mampu bersikap kritis, inklusif, dan tetap menjaga jati diri bangsa,” jelasnya.
Kemendikbudristek menegaskan bahwa proyek P5 akan terus diperluas, terutama kegiatan yang menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat persatuan. Melalui program ini, diharapkan generasi muda Indonesia tumbuh sebagai pelajar yang berkarakter, berpikiran terbuka, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur Pancasila.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
