Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rifki Arga Afandi

Waspada! Mari Kenali Jenis Paragraf yang Sukar Menyampaikan Ide Pokok

Sastra | 2025-12-04 10:57:41

Anda mungkin pernah mendengar paragraf dengan model pengembangan deduktif, induktif, dan campuran. Tapi, apakah anda tau tentang dua jenis metode paragraf lainnya yaitu ineratif dan tersebar? Pada artikel kali ini, kita akan mencari tahu dan mengupas tentang apasih dua model pengembangan paragraf tersebut.

Gambar orang sedang menulis di kertas

Sebelum mulai membahas tentang topik tersebut, mari kita ingat lagi tentang apa itu paragraf. Menurut Gorys Keraf (1997:62) mengatakan bahwa paragraf adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan dan memuat satu ide pokok. Nah susunan teks yang sedang anda baca saat ini termasuk paragraf lho dengan ide pokok tentang paragraf.

Selain itu, penulisan paragraf tidak hanya terfokus pada pengembangan paragraf tapi juga harus memiliki kriteria kriteria yang diperlukan untuk membangun paragraf yang baik. Kriteria tersebut yaitu kesatuan (kohesi) dan kepaduan (koherensi) (Mustakim, 1994: 115-116).

Mari kita membahas singkat terkait paragraf deduktif, induktif, dan campuran :

A. Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang memuat ide pokok pada awal paragraf dan jenis paragraf ini adalah paragraf yang paling sering dijumpai pada bacaan dan penulisan. Untuk contoh paragraf deduktif, anda bisa melihat pada paragraf kedua artikel ini.

B. Paragraf Induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang memuat ide pokok pada akhir kalimat. Biasanya penulis membuat ide pokok tersebut sebagai gagasan atau penegasan ulang. Contoh dari paragraf tersebut ada pada paragraf pertama artikel ini.

C. Paragraf Campuran

Paragraf Campuran adalah paragraf yang memuat ide pokok pada awal dan akhir kalimat namun tetap dengan ide pokok yang sama. Penulis menggunakan paragraf ini biasanya karena ingin agar ide pokok paragraf tersebut benar-benar berhasil disampaikan pada pembaca.

Nah, setelah mengetahui ketiga jenis paragraf yang umum tersebut, mari kita membahas mengenai dua jenis paragraf yang akan menjadi topik utama artikel ini yaitu paragraf ineratif dan paragraf ide pokok menyebar. Paragraf ineratif adalah paragraf yang memuat ide pokok di tengah-tengah paragraf sedangkan paragraf ide pokok menyebar sesuai dengan namanya yaitu paragraf dengan ide pokok yang menyebar di seluruh paragraf. Berikut contoh masing-masing paragraf dengan pembahasan singkatnya.

Contoh Paragraf Ineratif :

Fungsi museum yang utama adalah menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya. (Kalimat Pengembang) Dengan demikian, museum memiliki fungsi besar yaitu sebagai tempat pelestarian. (Kalimat Topik) Secara lebih rinci fungsi museum mencakup kegiatan penyimpanan, perawatan, dan pengamanan. (Kalimat Pengembang)

Bisa dilihat bahwa kalimat pembuka dan kalimat penutup justru menjadi kalimat pendukung untuk kalimat utama pada tengah paragraf tersebut. Hal ini memang ada namun, penulis jarang yang menggunakan metode ini karena terkesan kurang menonjolkan kalimat utama.

Contoh Paragraf Ide Pokok Menyebar :

Ratna terlahir dari keluarga mampu, punya pendidikan yang bagus, pekerjaan mapan serta selalu peduli dengan sekitarnya. Sedangkan Janus menjadi orang mapan dan punya segalanya karena nasib. Mereka harus menjalani kebersamaan memasuki tempat-tempat kumuh hingga pedalaman Indonesia: Dayak di Kalimantan, Karimunjawa, Kota Tua, Bali , Toraja dan Desa Rawa Sampih.

Anda sebagai pembaca tentu akan kebingungan paragraf ini membahas apa jika tidak dibaca secara keseluruhan. Paragraf dengan ide pokok menyebar ini memuat lebih dari satu ide pokok, hal ini malah membuat paragraf tersebut tidak memiliki ide pokok, Lho kobisa? Tentu, yang namanya ide pokok berarti inti atau kata kunci dari suatu paragraf tersebut diwakili oleh satu kata kunci. Jika paragraf memuat lebih dari satu kata kunci, pembaca tentu bingung menentukan paragraf tersebut membahas apa tapi tetap bisa walau harus membaca selengkapnya dan menyimpulkan sendiri bacaan tersebut.

Keberadaan kalimat utama atau ied pokok sangat penting untuk kelengkapan suatu paragraf dan agar pembaca bisa tahu apa yang ingin disampaikan penulis tanpa perlu membaca keseluruhan. Aulls (1978) dalam (Willawan, 2012) menjelaskan bahwa ide pokok merupakan kalimat kunci yang berpengaruh terhadap pengembangan kalimat lainnya pada suatu paragraf, hal tersebut biasanya tersurat atau tersirat.

Kesimpulan

Selain metode pengembangan paragraf deduktif, induktif, dan campuran ternyata ada dua jenis paragraf yang jarang ditemukan karena tidak seefisien ketiga jenis paragraf lainnya yaitu Ineratif dan Ide Pokok Menyebar. Paragraf ineratif memiliki karakteristik unik dengan menempatkan ide pokok di tengah struktur kalimat, meskipun penggunaannya jarang karena dianggap kurang menonjolkan gagasan utama. Sebaliknya, paragraf dengan ide pokok menyebar tidak memiliki satu kalimat kunci yang eksplisit, sehingga menuntut pembaca untuk memahami keseluruhan teks guna menyimpulkan intisari bacaan secara mandiri.

Terlepas dari variasi letak ide pokoknya, sebuah paragraf yang baik harus memenuhi syarat kesatuan (kohesi) dan kepaduan (koherensi). Keberadaan ide pokok baik yang tersurat maupun tersirat tetap menjadi prioritas utama agar pesan penulis dapat tersampaikan dengan jelas tanpa membingungkan pembaca.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image