Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Shakira Putri Anisa_

Gang Sepi Berubah Hangat Berkat Kafe Rumah Bu Titin di Sukamandi

Kuliner | 2025-10-10 15:01:31

Subang- Rumah yang tak terpakai akhirnya disulap menjadi kafe oleh Titin selaku Owner Cafe Shop Kitchen Butin Serbu, yang awalnya bermaksud menciptakan tempat nyaman untuk anak-anaknya dan teman-temannya berkumpul. Ide sederhana itu kini membawa warna baru sekaligus peluang yang berbeda bagi lingkungan sekitar.

Cafe shop Kitchen Butin Serbu namanya, memang tidak berada di jalan raya besar, melainkan di sebuah gang kecil di tengah perumahan. Lokasi itu sempat dianggap menjadi tantangan karena pengunjung harus masuk gang terlebih dahulu. Namun, Titin menanggapi santai. Ia mengatakan bahwa niat awal bukan untuk menyaingi kafe lain, melainkan sekadar memberikan ruang nyaman dan murah bagi kalangan remaja.

Menunya pun unik dan bersahabat di kantong. Hampir semua hidangan serba Rp10.000, lengkap dengan minuman. Seblak, bakso, mie rebus, mie goreng,mie tek-tek hingga nasi goreng menjadi favorit pengunjung muda.

“Makanannya enak dengan harga yang tidak terlalu mahal cuma saran saya, mending dicukupkan untuk beberapa orang saja jangan dipaksa untuk banyak orang” ujar seorang pengunjung.

Kalimat itu mencerminkan kepuasan sekaligus masukan agar suasana akrab tetap terjaga.

“Selain paket murah, kami juga menyediakan menu berat seperti nasi timbal komplit, ayam bakar, hingga sop jando dengan harga yang lebih terjangkau dibanding rumah makan lain,” ujar Titin.

Ia menambahkan, keberagaman menu tersebut hadir karena dorongan teman-temannya yang menginginkan hidangan keluarga, bukan sekadar cemilan anak muda.

Suasana kafe di malam Minggu menjadi daya tarik tersendiri. Gang yang tadinya sepi kata warga, kini menjadi hidup dengan suara tawa anak-anak muda hingga ibu-ibu yang baru selesai senam.

“Kalau dulu sunyi, sekarang malah terasa hangat. Nggak ganggu, justru bikin rame,” ujar seorang pengunjung.

Dari luar ada sebuah plang kecil dipasang di depan gang untuk memandu orang yang penasaran. Meski begitu, tantangan tetap ada. Banyak orang mengatakan sulit menemukan lokasi karena tidak berada di jalur utama kuliner Sukamandi. Namun berkat rekomendasi dari mulut ke mulut, pengunjung tetap berdatangan. Bahkan ada yang mengaku datang karena penasaran dengan suasana baru.

Momen paling ramai biasanya terjadi pada malam Sabtu, malam Minggu, serta saat bulan Ramadan ketika banyak orang mengadakan buka bersama.

“Aku tahunya dari plang di jalan. Penasaran aja, ternyata suasananya beda dari kafe lain, lebih nyaman dan kekeluargaan,” ungkapan ini dari seorang pengunjung menggambarkan keunikan kafe yang tidak hanya menjual makanan, tapi juga kehangatan suasana.

Bagi Titin, kafe ini bukan sekadar usaha, melainkan juga harapan. Ia ingin Kitchen Butin Serbu bisa terus hidup, diteruskan oleh keluarganya, dan bermanfaat bagi warga sekitar.

“Namanya juga usaha, pasti ada rintangan yang penting jangan kalah, dan jangan patah semangat, kita harus berjuang dengan berjuang, ya pasti kita bisa, apalagi dibandingkan dengan kita diam, kita tidak mau berjuang, kita tidak akan mendapatkan apa-apa” ucap Titin.

Dari sebuah rumah yang jarang dihuni, kini lahir ruang berkumpul yang sederhana, murah, namun penuh cerita.

Reporter: Shakira Putri Anisa, KPI 5/A

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image