Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dhevy Hakim

Gen-Z Berbicara Perubahan

Politik | 2025-09-20 15:05:33

Gen-Z Berbicara Perubahan

Oleh: Dhevy Hakim

Gelombang demonstrasi terus terjadi pasca tunjangan gaji anggota DPR naik begitu fantastis. Aksi mahasiswa turun ke jalan juga terus bergulir hingga saat ini. Rupanya aksi demonstrasi, unjuk rasa, hingga berbagai aspirasi tidak kalah ramai disuarakan masyarakat di media sosial.

Sebagaimana diketahui pengguna sosial media terbanyak yakni di kalangan Gen-Z, aspirasi mengenai kondisi perpolitikan terakhir juga ramai disuarakan oleh para Gen-Z. Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Anastasia Satriyo, M.Psi menilai Gen-Z lebih memilih menyuarakan aspirasinya dengan gaya khas mereka ketimbang melakukan cara yang destruktif. Gen-Z lebih memilih bersuara melalui media sosial, meme, poster kreatif, hingga estetika visual. Mereka berbicara tanpa harus membakar fasilitas.

Sedangkan menurut Psikolog Universitas Indonesia, Prof. Rose Mini Agoes Salim, menyoroti fenomena meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang ikut aksi demonstrasi merupakan sebagai ajang belajar menyampaikan pendapat sebab remaja rentan terprovokasi karena kontrol diri mereka belum matang.

Pengklasifikasian karakteristik generasi (Gen-Z) berdasarkan ilmu psikologi secara keilmuan ya sah-sah saja. Namun, bilamana pengklasifikasian diarahkan untuk sesuai dengan mindset kapitalisme yakni dalam rangka menghilangkan kesadaran politik dan lebih fokus pada pendekatan spesifik Gen-Z (cara mempertahankan nilai dan identitas mereka sekaligus meminimalkan eskalasi konflik) maka bagi generasi muda muslim patut mencermati dengan baik. Sebab, karakteristik manusia sejak awal penciptaannya memiliki naluri baqa’.

Naluri baqa’ ini merupakan naluri untuk mempertahankan diri, manifestasi perwujudannya adalah manusia pasti akan menolak jika dirinya dizalimil dan mencari cara untuk menghentikan bentuk kezaliman tersebut. Oleh karenanya menyampaikan aspirasi sebagai bentuk melawan bentuk kezaliman bukanlah sesuatu yang harus ditakuti baik dengan cara ikut aksi maupun melalui media sosial.

Fokusnya adalah aspirasi yang mau disampaikan, maka cara yang digunakan tentunya cara-cara yang baik bukan merusak dan tidak melanggar tata aturan yang ada. Lebih dari itu Gen-Z harus memahami arah perubahan yang dikehendaki, sebab berbagai macam persoalan dan berbagai bentuk kezaliman sesungguhnya akibat daripada dijalankannya sistem politik ekonomi kapitalisme. Wallahu a’lam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image