Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Amaranggana Putri Ramadhani

Fenomena Hubungan Tanpa Status: Pola Komunikasi yang Penuh Ketidakjelasan

Info Terkini | 2025-04-02 23:09:49
Sumber: https://pin.it/3ZwSNmVXn

Seiring perkembangan zaman, Hubungan Tanpa Status (HTS) semakin menjadi fenomena yang banyak di kalangan muda terutama pada generasi Z. Meskipun hubungan ini memberikan sebuah kebebasan antara kedua belah pihak, pola komunikasi terhadap hubungan ini sering kali menimbulkan ketidakjelasan dan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun, hal ini justru menjadi hubungan yang penuh tantangan dan menjadi hal yang menarik menurut kalangan muda saat ini.

Hubungan Tanpa Status adalah suatu hubungan antara dua orang yang memiliki kedekatan emotional maupun fisik, namun tidak memiliki suatu komitmen atau hubungan secara resmi. Seseorang yang terlibat dalam hubungan tanpa status yaitu biasanya seseorang yang hanya sekedar mengisi kekosongan atau kesepian, tidak ingin memiliki hubungan yang serius, dan seseorang yang hanya ingin melampiaskan setelah putus dengan hubungan di masa lalunya.

Fenomena ini banyak terjadi di masa modern, terutama pada kalangan muda yang cenderung fleksibel dalam menjalani suatu hubungan. Hubungan ini dapat terjadi di dalam berbagai lingkungan sosial, seperti media sosial dan aplikasi kencan. Hubungan Tanpa Status (HTS) menjadi hal yang menarik di kalangan muda saat ini, terutama pada platform Tiktok dan Instagram yang selalu menjadi perbincangan dengan beberapa alasannya.

Pertama, dengan adanya media sosial memungkinkan orang mudah berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain tanpa perlu adanya komitmen, sehingga hal ini dapat memberikan sebuah kebebasan dalam menjalin hubungan secara spontan. Kedua, banyak orang terutama kalangan muda menganggap bahwa komitmen adalah sesuatu yang mengekang dirinya, sehingga Hubungan Tanpa Status adalah sebuah solusi yang terbaik untuk dirinya menikmati hubungan tanpa tekanan untuk menetap.

Ketiga, beberapa orang menganggap Hubungan Tanpa Status sebagai cara untuk menghindari rasa trauma dan rasa takut akan kegagalan dan pengkhianatan. Keempat, dengan adanya Hubungan Tanpa Status,orang dapat menjelajahi berbagai karakteristik dalam hubungan dan tidak terikat dalam aturan sebuah hubungan, sehingga kedua belah pihak dapat menikmati kebersamaan dengan santai dan fleksibel. Terakhir, dengan adanya Hubungan Tanpa Status, seseorang dapat lebih fokus pada pengembangan diri, pencapaian, dan karir tanpa terbebani oleh harapan besar dari pasangan.

Namun tidak sedikit pula mereka menganggap bahwa Hubungan Tanpa Status adalah jebakan bagi hubungan mereka. Pertama, Hubungan Tanpa Status seringkali tidak ada komitmen dan penuh ketidakpastian, sehingga pihak yang berada di dalam hubungan merasa bingung mengenai perasaan satu sama lain dari hubungan tersebut, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Kedua, dalam Hubungan Tanpa Status banyak pasangan yang kode secara tidak langsung, sehingga hal ini dapat mempersulit kedua belah pihak untuk mengetahui posisi masing-masing. Ketiga, hubungan Tanpa Status dapat menghambat hubungan karena keterbukaan yang terbatas, tidak memiliki komitmen dalam berdiskusi tentang harapan dan perasaan yang lebih mendalam.

Terakhir, Hubungan Tanpa Status dapat menimbulkan kekecewaan pada seseorang, karena tidak adanya komitmen antara kkedua belah pihak sehingga ada salah satu pihak yang memiliki harapan yang besar, sedangkan pihak kedua merasa ini adalah hubungan yang terbaik.

Cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan transparasi komunikasi, berikan komunikasi yang jelas dan jujur sehingga dapat menghindari ketidakjelasan kedua belah pihak. Selain itu, hindari ketidakjelasan dalam berkomunikasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Jika mengalami ketidakjelasan, ajukan pertanyaan tanpa taut membuat situasi menjadi canggung.

Sesuaikan pola berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif, sehingga membuat komunikasi semakin lebih terbuka. Jika merasa adanya ketidakpuasan antara kedua belah pihak, segera diskusikan untuk segera mencari solusi yang terbaik. Terakhir, hindari mengakhiri hubungan secara tiba-tiba untuk mengatasi luka atau trauma pada emosional seseorang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image