
Properti dan Desain Interior dengan Spatial AR: Masa Depan yang Lebih Akurat dan Interaktif
Bisnis | 2025-03-31 15:20:41
Teknologi Augmented Reality (AR) telah membawa revolusi dalam industri properti dan desain interior. Dengan kemampuan spatial AR. pengguna dapat memvisualisasikan furnitur, tata letak ruangan, bahkan seluruh bangunan secara real-time sebelum membeli atau membangun. Dua teknologi utama yang mendorong inovasi ini adalah LiDAR scanner (pada perangkat Apple) dan integrasi VR dengan BIM (Building Information Modeling).
1. Mapping Ruang dengan LiDAR Scanner: Presisi Tinggi dalam AR Furnitur
LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi pemindaian 3D yang digunakan di iPhone/iPad Pro untuk membuat peta ruang secara akurat. Dalam desain interior, fitur ini memungkinkan aplikasi AR seperti IKEA Kreativ dan Houzz menempatkan furnitur virtual dengan presisi tinggi, termasuk:
- Deteksi ukuran ruang otomatis (dinding, lantai, pintu).
- Penempatan objek 3D yang realistis, termasuk bayangan dan refleksi.
- Interaksi drag-and-drop furnitur untuk eksperimen desain instan.
Contoh Aplikasi:
- IKEA Kreativ: Pengguna dapat mendesain seluruh ruangan dengan AR, mencoba berbagai produk IKEA sebelum membeli.
- Apple RoomPlan: Memindai ruangan dan menghasilkan model 3D siap pakai untuk desain interior.
2. VR + BIM: Simulasi Konstruksi Bangunan Sebelum Dibangun**
BIM (Building Information Modeling) adalah proses pemodelan bangunan secara digital yang kini diintegrasikan dengan Virtual Reality (VR) dan AR. Kolaborasi ini memungkinkan:
- Visualisasi proyek arsitektur dalam skala 1:1 sebelum konstruksi dimulai.
- Deteksi clash detection (masalah struktural) lebih dini.
- Kolaborasi real-time antara arsitek, kontraktor, dan klien via cloud.
Studi Kasus:
- Magic Leap dalam Arsitektur: Perusahaan seperti Gensler menggunakan AR glasses untuk menampilkan model BIM langsung di lokasi konstruksi.
- Autodesk BIM 360 + VR: Simulasi walkthrough bangunan untuk presentasi klien.
Masa Depan Desain Properti dengan Spatial AR
Dengan perkembangan spatial computing (seperti Apple Vision Pro), desain interior dan arsitektur akan semakin imersif. Beberapa tren masa depan meliputi:
✅ AR Cloud Penyimpanan data ruang digital untuk kolaborasi global.
✅ AI + AR: Rekomendasi desain otomatis berdasarkan preferensi pengguna.
✅ Digital Twins. Replika digital properti untuk pemantauan & manajemen.
Kesimpulan
Teknologi spatial AR mengubah cara kita berinteraksi dengan ruang, dari belanja furnitur hingga merancang gedung pencakar langit. Dengan LiDAR dan BIM, proses desain menjadi lebih cepat, akurat, dan interaktif. Perusahaan seperti IKEA, Autodesk, dan Magic Leap telah membuktikan bahwa masa depan properti ada di dunia augmented.
Siapkah Anda mencoba AR untuk desain properti berikutnya? ????
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook