Indonesia Gelap, Kabur Aja Dulu
Info Terkini | 2025-02-19 12:39:02Media Sosial kini ramai dengan tagar Kabur aja dulu, dan sejak Senin 17/2/2025 media sosial X kembali diramaikan dengan tagar Indonesia gelap hingga menjadi trending topik. Tagar ini ramai di pakai sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap aksi BEM se Indonesia yang turun ke jalan bersama koalisi masyarakat sipil dengan bertajuk Indonesia Gelap.
Aksi ini dilakukan sebagai wujud keresahan atas kebijakan pemerintah yang mengantarkan Indonesia pada kondisi buruk. @NenkMonica dalam cuitannya pada hari senin, 17/2/2025 menjelaskan 5 tuntutan utama yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia yang tertuang dalam tagar #IndonesiaGelap.Pertama, mendesak pemeritah mencabut Inpres nomor 1 Tahun 2025 tentang efisisensi anggaran.
Kedua, mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademikKetiga, melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikanKeempat, mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis dan mengeluarkan dari anggaran pendidikan.
Kelima, berhenti membuat kebijakan publik tanpa berbasis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.Sedangkan akun @amnestyindo pada hari yang sama mengunggah cuitannya yang bertuliskan, “#Indonesiagelap : Habis gelap terbitlah perlawanan! Saat kondisi hidup layak yang seharusnya adalah hak kita bahkan menjadi sulit dicapai, kita berhak melawan dan mengingatkan negara akan kewajibannya menghormati, melindungi dan memenuhi hak kita.”
Selain itu, BBC News Indonesia di akun media X tak mau ketinggalan dengan menampilkan foto-foto yang berisi kritikan mahasiswa dari berbagai universitas dalam aksi yang bertajuk Indonesia Gelap. Salah satunya adalah foto yang menampilkan seorang mahasiswi dengan poster yang bertuliskan “100 hari yang paling mematikan”. Foto dan Cuitan-cuitan di media sosial X ini saling menegaskan dan menguatkan satu sama lainnya akan kondisi Indonesia yang tak baik-baik saja.
Bukankan presiden kali ini dipilih oleh mayoritas penduduk Indonesia dengan alasan program kerja yang ditawarkan lebih baik ?
Kesejahteraan Yang Tak Menyejahterakan #Kaburajadulu tak hanya ramai di media sosial berlambang burung berwarna biru, namun juga ramai di Instgram dan Tiktok. Tagar “kabur Aja Dulu” sebenarnya adalah salah satu bentuk kekhawatiran, ketakutan yang dirasakan oleh masyarakat terutama dikalangan usia muda terhadap situasi dalam negeri, mulai dari masalah ekonomi, kesehatan, hingga jaminan kemanan dan hak-hak rakyat yang tak pasti.
Tagar tersebut menjadi trending karena merupakan suatu bentuk ajakan untuk mencari peluang kesejahteraan di negara lain. Dan tak sedikit yang menyandingkan tagar “Kabur Aja Dulu” dengan tagar “IndonesiaGelap”. Sebab, tagar tersebut merupakan wujud ketakutan generasi muda dan masyarakat Indonesia pada umumnya terhadap ketidak jelasan nasib masa depan bangsa. Dipihak lain, kesenjangan sosial semakin menganga lebar antara si kaya dan si miskin. Hal ini disebabkan oleh kebijakan ekonomi dalam negeri yang gagal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Misalnya, pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar agar murid mendapatkan asupan nutrisi yang yang baik dan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan. Karena masih banyak anak-anak kurang mampu yang berangkat sekolah tanpa sarapan atau makannya tidak bernutrisi.
Namun, kebijakan ini mengharuskan pemerintah melakukan banyak efisiensi di berbagai instansi hingga berimbas pada pemangkasan pendapatan pegawai, pengurangan lapangan kerja serta pemberhentian pegawai di berbagai sektor kementerian dengan melakukan pemangkasan anggaran. Salah satu kementerian yang mendapatkan pengurangan anggaran adalah kementrian pendidikan.
Sungguh sebuah ironi, kebijakan yang saling bertolak belakang dan tumpeng tindih.Pemerintah menginginkan generasi mudanya cerdas dan udah menyerap ilmu pengetahuan dengan program MBG. Akan tetapi disisi lain, pemerintah harus melakukan pamangkasan anggaran agar program tersebut terlaksana dengan baik, salah satunya yang terimbas adalah kementrian pendidikan. Dan di pihak lainnya, efek dari pemangkasan tersebut adalah perampingan instansti dengan merumahkan karyawan, fasilitas pendidikan tidak memadai karena kurangnya dana pendidikan, dan jika dibebankan pada siswa maka biaya pendidikan semakin mahal, kurangnya tenaga pendidik karena pemerintah membatasinya.
Sedangkan para orang tuanya pendapatannya berkurang/kehilangan pekerjaan akibat terdampak pemangkasan anggaran atau karena faktor ekonomi lainnya. Akibatnya adalah pendidikan yang berkualitas tetap hanya dapat dinikmati oleh kalangan menengan ke atas sedangkan kalangan menegah kebawah sulit untuk mengakses pendidikan terbaik dan tinggi.Kondisi ini merupakan wujud kegagalan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat yang menganut sistem ekonomi kapitalis. Di mana pada sistem ini pendapatan dan belanja negara bertumpu pada pajak, sedangkan kekayaan sumber daya alam (SDA) pengelolaannya diberikan pada pihak swasta atau individu.
Hal ini menjadikan kekayaan hanya berputar pada kaum pemodal. Mirisnya lagi adalah, rakyat kecil di hantam berbagai macam pajak sedangkan orang kaya mendapatkan pengampunan pajak atau tax amnesty. Akibatnya, kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin semakin lebar. Selain itu, kesenjangan ekonomi dan sosial tak hanya terjadi pada orang kaya dan orang miskin sebagaimana yang terjadi dalam negeri, tapi kapitalisme juga dapat menciptakan kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang.
Masuknya asing untuk mengambil kekayaan alam negara berkembang atas nama investasi untuk mengelola SDA negara berkembang, menjadikan kekayaan alam negara berkembang diangkut ke negara maju. Hal ini lah yang menjadikan negara maju semakin kaya dan negara berkembang semakin miskin.
Akibatnya, rakyat negara berkembang terpaksa memilih mengadu nasib di negara maju karena dianggap lebih mensejahterakan. Kondisi ini dikenal dengan brain drain, sebuah fenomena yang mana ketika orang-orang yang memiliki keahlian dari negara berkembang memilih bekerja di luar negeri.Fenomena ini jika dibiarkan berlarut-larut maka akan merugikan Indonesia. Karena pada akhirnya bonus demografi yang dibanggakan dapat membawa Indonesia maju tak dapat terwujud disebabkan oleh Indonesia akan kekurangan SDM yang berkualitas.
Kesejahteraan dalam IslamJika mau melihat kebelakang dan membaca sejarah, tentu kita akan menemukan sejarah gemilang sebuah kepemimpinan yang mengantarkan penduduk keluar dari kegelapan menuju cahaya kemilau yang menyilaukan bangsa eropa. Sejarah tersebut adalah era kejayaan Islam dalam era khilafahan yang menerapkan sistem Islam.
Di dalam Islam, tidak terciptanya kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat hingga menciptakan kesenjangan menganga lebar tentu merupakan sebuah keburukan dalam kehidupan masyarakat. Dan tentu ini di akibatkan oleh ulah manusia itu sendiri. Bahkan Allah telah mengabarkan dalam firmannya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” QS. Ar Ruum: 4
Dalam Islam pengurusan urusan rakyat merupakan bagian dari politik islam. Dengan demikian, kebutuhan per individu baik pada kebutuhan pendidikan, kesehatan, kebutuhan sandang pangan papan dan keamanan wajib dipenuhi oleh negara. Bahkan dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) halaman 167 karya Syekh Abdurrahman al-Maliki rahimahullah mengatakan bahwa negara harus menjamin pemenuhan semua kebutuhan primer (asasi) setiap individu rakyat secara menyeluruh, serta menjamin setiap individu memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya menurut kadar kemampuannya.
Dan ini berlaku untuk seluruh warga negara baik muslim ataupun non muslim.Maka untuk mewujudkan terlaksananya penjaminan tersebut, negara akan mengelola SDA milik umum (tambang, laut, air, hutan, dll). Tentunya pengelolaan milik umum yang dikelola negara selain hasilnya mampu mensejahterakan rakyat juga dapat membuka lapangan kerja yang begitu luas bagi warga negara terutama laki-laki yang memiliki kewajiban memenuhi nafkah keluarga. Negara juga akan mendukung sektor pertanian, perdangan, peternakan, jasa dan industri dalam negeri dengan melakukan industrialisasi dan membebaskan pengusaha dari pungutan yang tidak syar’i sehingga iklim usaha menjadi kondusif, berkembang dan produknya terserap oleh pasar. Sehingga bisa mewujudkan lapangan kerja bagi generasi muda.
Selain itu, Negara tidak akan melakukan impor jika diduga kuat akan menyebabkan bahaya bagi industri dalam negeri. Di sisi lain, dalam pemerintahan Islam, negara memiliki banyak sumber pemasukan untuk mengurus, mengatur dan memenuhi rakyat. Sehingga memungkinkan bagi negara untuk memenuhi dan menyediakan berbagai fasilitas layanan berkualitas bagi masyarakat dengan berbiaya murah bahkan gratis.
Bahkan, untuk mencetak masyarakat yang sehat dan generasi berkualitas, cerdas serta memiliki mental pemimpin negara khilafah menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan gratis bagi warga negaranya. Sehingga masyarakatnya tidak perlu merasa cemas, takut hingga kabur aja dulu karena masa depan yang gelap di depan mata.Jika perbandingan antara sistem Islam dan Kapitalis ini begitu jauh perbedaannya, masihkan mempertahankan sistem kapitalis? Sebab, siapapun pemimpinnya, jika sistem yang diterapkan masih sama, makan hasilnya akan tetap sama, banyak masyarakat yang akan memilih untuk #KaburAjaDulu karena #IndonesiaGelap
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
