Perilaku Seksual Remaja: Faktor Pendorong dan Dampaknya
Edukasi | 2024-12-28 23:29:41
Perilaku seksual remaja adalah topik yang sering dihindari, namun penting untuk dibahas. Di era digitalisasi ini, generasi muda mempunyai akses yang mudah terhadap berbagai informasi, termasuk informasi tentang seksualitas. Namun, informasi yang tidak tepat serta kurangnya pendidikan seksual yang memadai dapat memengaruhi sikap remaja dalam menanggapi perilaku seksual.
Apa itu perilaku seksual? Perilaku seksual adalah suatu bentuk perilaku yang dirangsang oleh hasrat atau keinginan seksual dan dapat terjadi antara orang yang berlainan jenis maupun sesama jenis (Yulianto, Rohmadini, et al., 2020). Menurut Pangkahila W, secara psikologis, perubahan yang terjadi pada masa remaja mungkin disebabkan oleh dorongan seksual, perasaan cinta, dan ketertarikan terhadap lawan jenis. Hormon tersebut tidak lepas dari pengaruh hormon seks testosterone (Soejoeti, n.d.).
Remaja zaman sekarang terlahir dan tumbuh di era digital. Media sosial dan internet menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang ini, teknologi telah menjadi teman sejati, karena telah menyediakan hiburan, informasi, dan sarana komunikasi yang tak terbatas. Namun, di balik manfaatnya yang luar biasa ini, internet dan media sosial memiliki sisi yang negatif.
Media sosial dan internet telah menjadi sumber informasi utama seksual bagi banyak remaja dikarenakan informasi yang diperoleh terkadang tidak akurat atau bahkan merusak. Menurut Mooduto et al., 2021 jumlah pengguna internet sosial meningkat pesat di Indonesia sendiri, 80% diantaranya adalah remaja berusia antara 15 dan 19 tahun. Padahal, tidak semua remaja memakai media sosial dan internet untuk hal yang positif. Banyak generasi muda yang memanfaatkan teknologi ini untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti kepuasan diri melalu konten pornografi. Konten semacam ini mudah diakses dan membuat remaja sering sekali merasa aman karena mereka berinteraksi dengan dunia maya dari balik layar.
Media sosial juga memungkinkan remaja untuk berhubungan dengan orang yang tidak dikenal dengan cara yang mungkin tidak dapat dilakukan di kehidupan nyata, seperti sexting atau berbagi foto dan video yang tidak pantas, lalu penggunaan aplikasi kencan yang memiliki potensi ke arah perilaku seksual. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua remaja terpengaruh oleh media sosial dan internet dengan cara yang sama. Banyak faktor lain, seperti peran orang tua yang minim dan lingkungan sosial yang memengaruhi pembentukan perilaku seksual remaja.
Oleh karena itu, di era digitalisasi ini, peran orang tua sangat penting dalam membantu anak agar lebih berhati-hati dalam berperilaku seksual. Orang tua dapat menciptakan lingkungan yang aman dan terbuka untuk berkomunikasi dengan remaja tentang seksualitas. Membuka saluran komunikasi yang jujur dan tanpa ada hukuman akan membantu remaja merasa nyaman untuk memberi pertanyaan ataupun menyatakan kekhawatiran. Tak hanya itu juga, orang tua perlu mengawasi penggunaan teknologi remaja, termasuk akses ke internet dan media sosial. Orang tua dapat membatasi akses ke konten yang tidak sesuai dengan usia remaja, mengatur waktu dalam menggunakan ponsel dan memberikan informasi yang benar terkait dengan kesehatan reproduksi.
Masalah Kesehatan Reproduksi, bukan sekedar bebas dari penyakit atau kecacatan, namun mengacu pada keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial secara keseluruhan dari sistem reproduksi dan seluruh bidang yang berkaitan dengan fungsi reproduksi (Yusuf & Hamdi, 2021). Dengan pemahaman yang baik tentang perilaku seksual remaja di era digital, orang yang lebih dewasa dapat melakukan pendampingan untuk membantu mengelola dan menjaga kesehatan seksual remaja dengan bijak.
Referensi
Mooduto, S. F., Abdul, N. A., & Tompunuh, M. M. (2021). Paparan media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo, 7(1), 1. https://doi.org/10.52365/jm.v7i1.304
Soejoeti, S. Z. (n.d.). Perilaku Seks di Kalangan Remaja dan Permasalahannya. Retrieved December 10, 2024, from https://media.neliti.com/media/publicaons-test/156747-perilaku-seks-di-kalangan-remaja-dan-per-6474b14d.pdf
Yulianto, A., Rohmadini, A. F., Khansa, J., & Egi, M. (2020). Perbedaan Perilaku Seksual Pranikah antara Remaja Pengguna Internet Tinggi dan Remaja Pengguna Internet Rendah di Tangerang Selatan. Prosiding E-Conference Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara 2020, 1.
Yusuf, R. I., & Hamdi, A. (2021). The Interaction Effect of Social Media Use and Reproductive Health Knowledge on Adolescent Sexual Risky Sexual Behavior. Jurnal
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
