Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Iqbal Awaludien

Niat Kuliah di Luar Daerah? Wajib Belajar 5 Hal Penting Ini!

Eduaksi | Wednesday, 10 Jul 2024, 16:58 WIB
Sumber gambar: IDN Times

Kuliah di luar daerah atau merantau memang gak mudah. Karena jauh dari keluarga demi menuntut ilmu punya tantangannya tersendiri, seperti rasa kangen dan merasa sepi atau homesick. Apalagi yang jauh dari pacar, ya, ehmm.

Kalau kamu kuliah merantau, bisa dianggap kamu memang harus memulai semuanya dari nol. Beradaptasi dengan lingkungan baru, mencari teman baru, mempersiapkan semua keperluan sendiri, makan, mencuci, hingga mengatur keuangan.

Kedengerannya sulit ya? Namun gak ada masalah tanpa solusi kok. Berikut, lima tips buatmu yang akan kuliah jauh dari orang tua.

Belajar Mandiri

Sejak masa SMA coba lakukan beberapa hal tanpa melibatkan orang tua. Seperti mengambil keputusan untuk hal yang kamu sukai, seperti hobi atau mungkin jurusan yang kamu inginkan di kuliah nanti.

Atau coba lakukan hal-hal sederhana seperti belajar membersihkan kamar, menata letak interior, dan membeli barang-barang yang diperlukan untuk kebutuhan hidup. Jika hal-hal itu tidak dimulai sejak dini, bisa jadi kamu akan merasa kelimpungan saat menghadapi kesulitan di tanah rantauan.

Belajar Skala Prioritas

Saat menjadi mahasiswa rantau yang jauh dari pengawasan orangtua secara langsung, kamu harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin serta bisa menempatkan prioritas. Sebagai mahasiswa tentunya belajar dan menuntut ilmu adalah prioritas utama, tetapi bukan berarti kamu tidak boleh atau tidak bisa mengikuti kegiatan Himpunan Mahasiswa (HIMA) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Tetapi ingat, jangan sampai kebablasan waktu hanya untuk HIMA dan UKM, ya, sebab ingatlah prioritasmu merantau itu untuk apa? KULIAH!

Belajar Mengatur Keuangan

Sebelum kamu benar-benar menjadi mahasiswa yang tinggal di perantauan, kamu harus belajar mengatur keuangan. Prinsip utamanya, coba dengan belajar untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

Soalnya, jauh dari orangtua yang bisa mengontrol dirimu dari kebiasaan boros adalah dirimu sendiri. Jauhi sifat suka berfoya-foya, ya, sebab banyak sekali kebutuhan kuliah yang harus kamu penuhi, seperti membeli uang untuk keperluan dan perlengkapan mandi, print dan fotokopi, buku, dan sebagainya.

Belajar Memasak

Kalau orangtua mampu memberikan uang bulanan dengan jumlah besar, makan di luar setiap hari mungkin gak masalah. Namun gimana kalau kondisinya berbeda? Yup, memasak bisa menjadi solusinya.

Percayalah, bahwa memasak sendiri itu bisa menekan pengeluaranmu.

Tapi kalau kesibukan kuliah memang tidak memungkinkan masak sendiri, kamu bisa mengakalinya dengan masak nasi doang dan membawa minum sendiri tanpa harus beli. Gak repot kok, yakin.

Belajar Jaga Kesehatan dan Pergaulan

Sebagai mahasiswa tahun pertama, banyak kegiatan pasti menyita waktumu istirahat. Jangan sampai baru beberapa hari saja menjadi mahasiswa, kamu sudah sakit dan membuat orangtua khawatir. Solusinya cuma satu, jangan sampai telat makan atau kontrol asupan nutirsi dengan baik. Eh, lupa satu lagi. Jangan banyak begadang sampai larut!

Selanjutnya, mencari teman sebanyak mungkin memang baik tapi ingat juga ya, pandai-pandailah menyaring circle pergaulanmu agar tak terjebak di pergaulan yang salah.

Meski tidak begitu dianjurkan, kamu pun dapat mencari peluang part time atau pengalaman bekerja. Kamu bisa melakukan ini menjelang perkuliahanmu selesai atau saat kamu memang sudah jago mengatur waktu. Kalau masih mahasiswa baru, gak perlu dulu deh! Bisa keenakan nyari duit nantinya daripada nyari ilmu hehehe.

Nah, dari 5 poin di atas, mana saja yang sudah kamu persiapkan? Semua berguna lho buat kamu yang mau kuliah merantau baik di dalam maupun luar negeri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image