Sastra Serius dan Sastra Populer, Apa Bedanya?
Sastra | 2024-06-29 02:05:43Mari kita mengupas sedikit tentang Sastra serius dan Sastra Populer.
Sastra serius adalah suatu karya sastra yang tidak lekang oleh waktu, mendapatkan banyak penghargaan, tidak mudah dilupakan, dan akan selalu dikenang. Sastra serius sangat menekankan esensi kehidupan. Sedangkan Sastra populer tidak terlalu kuat dalam mengungkap hakikat kehidupan, hanya bermodalkan populer karena karya sastra populer dibuat mengikuti perkembangan zaman atau yang sedang trend pada saat karya itu dibuat. Sastra populer juga cenderung memiliki konten yang lebih sedikit dan lebih mudah dibaca karena alurnya yang ringan.
Biar teman-teman nggak bingung, saya akan membandingkan antara sastra serius dengan sastra populer. Sehingga menambah pengetahuan kita semua tentang suatu karya sastra.

1. Sastra Serius dengan judul novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata
Novel berjudul "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata disebut sebagai sastra adiluhung atau biasa disebut sastra serius sebab Novel Laskar Pelangi terbit pada tahun 2008 dan mendapatkan penghargaan International Best Seller dan sudah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa asing. Selain itu, novel Laskar Pelangi telah terbit dalam 22 bahasa dan diedarkan lebih dari 130 negara. Kini, novel Laskar Pelangi sudah diangkat menjadi sebuah film layar lebar.
Kisah ini mengisahkan 10 anak, sepuluh laskar pelangi yang warna dan kisahnya akan jadi cerita di novel ini. Tokoh-tokoh dalam novel tersebut bernama Ikal (sang penulis sendiri), Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Trapani, Borek, Syahdan, Kucai dan Harun. Mereka semuanya adalah anak melayu pesisir yang habis dilibas kemiskinan. Semuanya serba susah dan serba terbatas. Ironi kisah ini ditambah lagi dengan kesenjangan sosial yang terjadi di Belitong saat itu.
Novel Laskar Pelangi adalah cerita tentang bagaimana kesepuluh anak-anak miskin melayu ini menjalani hidup di tengah segala keterbatasan di zaman itu, namun tetap berani bermimpi. Kisah mereka dipenuhi dengan suka, duka, nestapa.
2. Sastra Populer dengan judul "Antares" karya Rweinda
Novel Antares karya Rweinda terbit pada tahun 2020 bisa kita sebut dengan Sastra Populer, sebab novel Antares tidak mendapatkan banyak penghargaan. Hanya diangkat sebagai film series dan alur yang digunakan sangatlah ringan, yaitu hanya mengangkat kisah percintaan Antares dan Zea.
Alur yang digunakan sangatlah ringan karena sudah banyak yang memakai tema yang senada seperti novel Galaksi karya Poppi Pertiwi. Keduanya memiliki tema yang sama yaitu percintaan dibalut Gang motor.
Novel Antares ini bukan hanya menyangkut perasaan dua insan, tapi juga ada lika-liku dua geng motor yang saling bersinggungan serta berselisih paham.
Dari dua perbandingan karya Sastra Serius dan Sastra Populer, dapat kita pahami bahwa keduanya memiliki perbedaaan yang signifikan. Dari mulai penghargaan, alur dan konflik. Semoga dari penjelasan di atas dapat membantu teman-teman menepis kebingungan tentang sastra populer dan sastra serius.
Terima kasih.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
