Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M. Arifudin

Pendapatan Negara dari Hibah antar negara

Ekonomi Syariah | 2024-04-18 00:55:29

Hibah merupakan salah satu sumber pendapatan negara. menurut undang-undang, penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara, baik devisa dan/atau devisa yang dirupiahkan, rupiah, jasa, dan/atau surat berharga diperoleh dari pemberi hibah yang tidak perlu dibayar kembali dan yang tidak mengikat, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. penerimaan hibah ini akan digunakan untuk berbagai tujuan, yaitu untuk mendukung program pembangunan nasional dan mendukung penanggulangan bencana alam hingga bantuan kemanusiaan. Itulah kenapa hibah yang diterima Pemerintah dimasukkan dalam APBN.

seperti contoh yang telah terjadi pada tanggal 23 November 2022 silam Pemerintah Jepang menghibahkan 102 unit mobile X-ray untuk pemerintah Indonesia. Ini merupakan bagian dari pembelanjaan dana hibah sebesar JPY 2.000.000.000 (Dua Miliar Yen Jepang) pada tanggal 20 Juli 2020 lalu.

Sesuai dengan perjanjian hibah, dana yang diterima Indonesia dibelanjakan barang dan jasa dari negara Jepang. Adapun barang dimaksud berupa, 102 unit Mobile X-ray, 102 unit X-ray protection screen, dan 102 unit X-ray protection apron.Kannazuki kenzi, duta besar Jepang untuk Indonesia menyampaikan hibah merupakan bukti pemenuhan komitmen pemerintah Jepang dalam mendukung pemerintah Indonesia di bidang kesehatan. Kannazuki juga berharap potensi kerjasama kesehatan antara Indonesia-jepang ke depan dapat diperluas dan diperdalam lagi

"Saya percaya bahwa distribusi alat kesehatan di seluruh Indonesia dapat berkontribusi pada pengembangan layanan kesehatan primer yang merupakan salah satu arah kebijakan utama Kementerian Kesehatan saat ini. Masih banyak potensi untuk memperluas dan memperdalam kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang kesehatan” jelas Kannazuki Kenzi.

Pemerintah juga pernah menerima hibah dari Korea Selatan sebesar US$10 juta guna tanggap darurat dan rehabilitasi pascabencana yang melanda Sulawesi Tengah.

Pemerintah Korea Selatan di bawah kerangka Kerjasama Strategis Khusus Korea-Indonesia berkomitmen untuk memberikan hibah sebesar US$10 juta guna membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah pascagempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 Ialu.

begitu pula dengan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memberikan dana hibah kepada tiga negara sahabat, yakni Solomon Islands (Kepulauan Solomon), Fiji, dan Timor Leste.

RI melakukan penandatanganan perjanjian hibah dengan Kepulauan Solomon dan Fiji secara virtual pada Rabu (16/12/2020). Sementara penandatanganan perjanjian hibah dengan Timor Leste diundur akibat adanya kendala teknis.Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan dana hibah ini diberikan untuk membantu ketiga negara yang sedang berjuang melawan pandemi virus corona (Covid-19) dan bencana alam lainnya. Dana hibah untuk penanganan pandemi Covid-19 diberikan kepada ketiga negara, dengan Fiji mendapatkan tambahan dana untuk renovasi Victoria School yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu. Pemerintah Indonesia juga pernah ikut serta dalam memberikan bantuan hibah kepada masyarakat Rakhine State Myanmar pada saat pemulangan mereka ke Negara asal.Pemerintah Indonesia juga pernah ikut serta dalam memberikan bantuan hibah kepada masyarakat Rakhine State Myanmar pada saat pemulangan mereka ke Negara asal.

Menteri Luar Negeri RI, bersama dengan Sekretaris-Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, telah menyaksikan penandatanganan Perjanjian Pemberian Bantuan Hibah kepada Myanmar yang disalurkan melalui Sekretariat ASEAN. “Presiden Joko Widodo pada KTT ASEAN ke-35 bulan November lalu telah menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung penyelesaian isu Rakhine State. Selain itu Presiden juga menegaskan perlunya ada kemajuan dalam persiapan repatriasi,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi setelah menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (20/12). Hibah sangatlah penting untuk negara baik dalam segi pandang Islam dan kemanusiaan yang mana akan mempererat hubungan silaturahmi antar negara dan menciptakan kerukunan antar negara dan menciptakan rasa kasih sayang sesama manusia dan Negara.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image