Dam dengan Sejuta Cerita Masalalu Ayahnya
Pendidikan dan Literasi | 2024-01-23 14:36:08Judul : Ayahku (Bukan) pembohong
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2016
Halaman : 299
ISBN : 978-979-22-6905-5
Novel " Ayahku (Bukan) Pembohong "adalah sebuah novel inspiratif yang di tulis oleh Darwis atau yang lebih kita kenal dengan nama Tere – Liye. Darwis (lahir 21 Mei 1979) yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye adalah penulis dan akuntan berkebangsaan Indonesia. Memulai debut kepenulisan pada tahun 2005 melalui novel Hafalan Sholat Delisa, ia telah menerbitkan lebih dari 50 buku dalam sepanjang karier menulisnya. Saya memilih untuk mengulas buku ini karna buku nya sangat menginspirasi kita dan memberikan banyak pelajaran berharga pada kita
Novel Ayahku Bukan Pembohong bercerita tentang kehidupan seorang remaja bernama Dam. Dia memiliki seorang ayah yang sangat disayanginya. Dam merasa sangat senang ketika sang ayah menceritakan masa lalu lalunya. Salah satu kisah yang paling dia suka adalah tentang suku Penguasa Angin, juga soal persahabatannya dengan pemain bola terkenal yakni El Prince. Masa kecil Dam sangat berwarna. Tidak hanya berkat sang ayah, melainkan juga karena dia sendiri tergolong anak berbakat. Dam pernah menoreh prestasi sebagai juara klub renang kota pada kejuaraan nasional ketika masih berusia delapan. Dam memenangi cabang klub renang estafet 4x100 meter gaya bebas.
Namun, saat dewasa, ia merasa bahwa cerita yang dahulu ia dengar hanyalah bualan. Dugaan itu semakin meyakinkan sebab sang ayah tampak gugup dan menolak permintaannya untuk menulis surat kepada El Prince. Sang ayah juga pernah bercerita tentang masa lalu ibunya Dam. Bahwa sang ibu dulunya adalah seorang bintang televisi terkenal. Seperti sebelumnya, Dam menampik cerita itu. Sakit hati dituduh pembohong oleh anaknya sendiri, sang ayah keluar rumah dan menangis di tengah guyuran hujan. Saat itu juga Dam berupaya mencari informasi tentang ibunya di internet. Air mata Dam mengucur deras saat menyadari bahwa ternyata kisah itu benar, ibunya adalah seorang bintang televisi.
Pada akhirnya ayah Dam meninggal dunia. Upacara pemakaman itu dihadiri oleh walikota, teman-teman sekolah Dam, teman-teman klub renang, kerabat, dan sejumlah sahabat dekat ayahnya. Saat proses pemakaman dilakukan, terjadi dua peristiwa unik dan mengejutkan. Pertama, ada sembilan formasi layang-layang besar di langit milik suku Penguasa Angin. Kedua, si Nomor Sepuluh dan Sang Kapten datang pada acara pemakaman. Dua orang itu datang dari negara nun jauh di sana hanya untuk menghadiri pemakaman ayahnya Dam. Sejak itu, Dam akhirnya menyadari bahwa ayahnya bukan seorang pembohong.
Tema dalam novel ini mengangkat tentang kasih sayang ayahnya terhadap sang anak yang tiada batas.
Tokoh tokoh dalam cerita ini memiliki watak yang berbeda seperti Dam, ia adalah tokoh utama dalam novel tersebut yang memiliki sifat baik, penurut, serba ingin tahu, tidak mudah percaya dan cerdas. Ayah, disini ayah merupakan tokoh tambahan yang memiliki sifat jujur, sederhana, penyayang, bijaksana dan baik.Ibu, ialah sosok yang penyayang, peduli dan perhatian. Jarjit, sombong, suka pamer, pendendam dan iri dengki.
Taani, adalah teman Dam yang selalu menceritakan kisah-kisah dari ayahnya kepada Taani. Ia merupakan anak yang pintar. Retro, teman Dam seorang anak yang suka baca buku.Johan, ia adalah teman Dam yang selalu ingin tahu dan penasaran dengan cerita-cerita dari Dam. Sang Kapten, ia adalah inspirasi dari tokoh utama agar menjadi anak yang lebih baik lagi dalam segala hal. Zas, merupakan penerus tokoh utama yang menanyakan kembali cerita-cerita ayah. Qon, adalah penerus tokoh utama yang juga suka mendengarkan cerita-cerita kakeknya.Alim Khan, salah satu tokoh dalam cerita ayah.
Alur yang digunakan dalam novel ini menggunakan alur campuran. Dimana didalamnya terdapat alur maju dan alur mundur. Latar waktu yang terdapat dalam novel Ayahku Bukan Pembohong adalah pada tahun 2000 - 2011latar Tempat yang terdapat dalam novel ini adalah Rumah Sakit, Rumah Dam, kolam renang, Sekolah, Lembah Bukhara, dan Padang Rumput Luas.
Sudut pandang dalam novel Ayahku Bukan Pembohong ini adalah menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu aku "Dam"
Keunggulan dari novel “Ayahku (Bukan) Pembohong” karya Tere Liye yakni pada pesan atau amanat yang disampaikan kepada pembaca. Bagaimana seharusnya kita sebagai seorang anak mengasihi dan menyayangi ayah kita. Sebab seburuk-buruknya seorang ayah di mata kita, ia tetaplah orang tua yang membesarkan dan menyejahterakan hidup kita.
Di sisi lain novel “Ayahku (Bukan) Pembohong” mempunyai kekurangan, seperti menceritakan hal-hal yang menurut logika manusia tidak masuk akal. Misalnya layang-layang raksasa yang terbang dan di kendarai oleh manusia.
Novel ini sangat cocok dibaca untuk para remaja hingga orang dewasa karena amanat cerita nya yang sangat memberi kita pelajaran berharga dan cerita nya yang sangat menarik karena imajinasi nya yang seru akan membuat para pembaca penasaran
Ulasan ini dibuat oleh Nabila Martha Auliyana kelas VIII-G SMPN 5 Karawang Barat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
