Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Shelfia Rahmawati

Cara Mengendalikan Perilaku Seksual pada Remaja

Eduaksi | 2023-12-14 18:26:26

Ketika kita memikirkan remaja seperti gen Z, cerdas dan bersemangat, kita juga melihat bagaimana arus gelombang emosi dan dorongan seksual dapat mengganggu fokus mereka. Bagaimana kita bisa membimbing mereka menjaga keseimbangan antara keinginan pribadi dan tanggung jawab sosial? Artikel ini akan memberikan cara-cara untuk membantu remaja memahami dan mengendalikan perilaku seksual mereka. Mari kita telusuri bersama cara-cara yang efektif membantu remaja melewati masa yang penuh gejolak ini.

Ilustrasi remaja saling menatap (sumber: https://www.pexels.com/id-id/)
Ilustrasi remaja saling menatap (sumber: https://www.pexels.com/id-id/)

Sebelum kita bahas cara-caranya, sebenarnya apa sih perilaku seksual itu? Menurut Sarwono (2011) perilaku seksual adalah tindakan yang dipicu oleh keinginan atau dorongan seksual yang bisa melibatkan interaksi antara individu dengan lawan jenis atau sesama jenis (Yulianto, 2020). Perilaku seksual itu sebenarnya tidak terbatas pada hubungan seksual (sexual intercourse), tetapi berpegangan tangan, berciuman, hingga berhubungan seksual (Yulianto, 2020). Menurut Migiana & Desiningrum (2015) remaja dalam rentang usia 15-19 tahun telah terlibat dalam hubungan seksual pranikah (Rohmadini et al., 2020). Melansir dari Yulianto et al., (2022) hanya menemukan 4 tahapan perilaku seksual yaitu touching, kissing, petting, dan sexual intercourse. Setelah memahami apa itu perilaku seksual, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara yang efektif dalam mengendalikan dorongan-dorongan tersebut.

Berikut cara-cara mengendalikan perilaku seksual pada remaja menurut PKBI-DIY (2023):

1. Mencari informasi mengenai seksualitas dengan benar. Upaya yang pertama yang dapat dilakukan adalah mencari tahu informasi yang benar mengenai seksualitas melalui pihak keluarga atau pihak-pihak yang dapat dipercaya.

2. Mengembangkan kepercayaan diri sendiri dan kemampuan pengambilan keputusan. Percaya diri berarti percaya akan kemampuan dan pengambilan keputusan untuk diri sendiri.

3. Fokus pada pelajaran. Konsentrasi begitu penting untuk keberhasilan seseorang dalam belajar. Kemampuan seseorang dalam memusatkan pikiran dalam kegiatan tertentu seperti belajar. Maka dari itu, guru sering minta siswanya untuk lebih fokus atau konsentrasi saat belajar.

4. Mengisi waktu luang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan. Biasanya hobi dilakukan untuk mengisi waktu luang seperti bakat melukis, menulis, berenang, dan kegiatan positif lainnya.

5. Memilih teman yang membawa pengaruh positif. Penting sekali untuk kita dalam memilih teman yang baik karena dapat memengaruhi kita dalam berbagai hal.

6. Mendekatkan diri dengan Tuhan. Semua agama pasti memiliki aturan perilaku dalam mengontrol perilaku seksual. Mendekatkan diri dengan Tuhan akan membuat kita takut atau menghindari perilaku yang menyimpang dari agama kita (Admin SMP, 2022).

7. Fokus pada tujuan masa depan. Ada beberapa cara untuk bisa fokus pada tujuan seperti kontrol sesuatu yang bisa mengganggu kamu, tetap tenang pikirkan tentang tujuan kamu, membuat keputusan seperti menolak gangguan yang bisa buat kita bahagia memang sulit, menahan dorongan untuk menunda-nunda itu juga sulit. Jadi, kamu harus dengan semangat untuk tidak menyerah.

Dari penjelasan di atas, artikel ini memberikan gambaran yang cukup baik tentang beberapa cara dalam mengelola perilaku seksual remaja. Kekuatan utamanya terletak pada pemaparan cara yang beragam dan relevan dengan masalah yang dihadapi remaja saat ini. Namun, terdapat beberapa kekurangan, terutama dalam mendukung informasi dengan rujukan atau sumber yang kuat. Meskipun demikian, artikel ini memberikan wawasan yang bagus tentang cara membantu remaja mengendalikan perilaku seksual mereka dengan bijaksana.

References :

Admin SMP. (2022, March 21). Kiat pencegahan pergaulan bebas di kalangan remaja. Direktorat SMP.

PKBI-DIY. (2023, December). Mengelola dorongan seksual. PKBI-DIY. https://pkbi-diy.info/mengelola-dorongan-seksual/

Rohmadini, F. A., Egi, M., Khansa, N., & Yulianto, A. (2020, November). Perbedaan perilaku seksual pranikah antara remaja pengguna internet tinggi dan remaja pengguna internet rendah di Tangerang Selatan. Human Behaviorin the New Normalpost-Pandemic:Challenges and Opportunities for Psychology in the Archipelago.

Yulianto, A. (2020). Pengujian Psikometri Skala Guttman untuk mengukur perilaku seksual pada remaja berpacaran. Jurnal Psiko

Yulianto, A., Putri, A. A., & Moningka, C. (2022). Pengaruh pola asuh orang tua dan jenis kelamin terhadap perilaku seksual pada remaja berpacaran. Buletin Poltanesa, 23(1), 147–152. https://doi.org/10.51967/tanesa.v23i1.1054

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image