Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Deffy Ruspiyandy

Membuang Kesempatan Berbuat Kebaikan, Langkah Keliru

Agama | Tuesday, 14 Nov 2023, 13:54 WIB

Sesungguhnya manusia yang ada di atas dunia diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Tentu saja perintah ini jelas memiliki sesuatu yang sangat berharga bagi yang melakukannya. Selain bernilai pahala juga yang bersangkutan akan merasakan dampak positif dari apa yang telah dilakukannya.

Berbuat kebaikan jangan selalu diartikan melakukan sesuatu yang harus selalu wah atau harus dengan pengorbanan yang begitu besar. Sesungguhnya untuk melakukan perbuatan baik sebenarnya begitu mudah untuk dilakukan. Semuanya akan kembali kepada dirinya, jika yang bersangkutan mau maka takkan ada kesulitan untuk bisa berbuat kebaikan kepada orang-orang.

Memberi makanan kepada pemulung adalah kebaikan. (Foto : islamdigest.republika.co.id/Antara--Rahmad)

Tak mengherankan jika pada tanggal 13 November selalu diperingati sebagai Hari Kebaikan Sedunia. Mengapa hal itu dicanangkan ? Sesungguhnya untuk mengingatkan kita walau pelaksanaan hari tersebut setahun sekali teapi sesungguhnya untuk melakukan kebaikan maka mesti dilakukan setiap saat sekira kita mampu melakukannya. Perbuatan baik akan kembali bagi yang melakukannya.

“Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS.al-Isra : 7).

Yang justeru menarik dan menjadi sebuah renungan bagi kita bersama adalah saat seorang manusia justeru mendapat kesempatan untuk berbuat kebaikan. Di sini sungguh sebuah keuntungan jika orang yang bersangkutan mampu memanfaatkannya dan akan memberinya berbagai keberkahan yang berguna bagi kehidupannya.

Anjuran berbuat kebaikan jelas merupakan titah yang jelas dari perintah Allah sendiri. Jika Allah telah memerintahkan tentang semua itu maka menandakan siapapun pelakunya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari apa yang diperbuatnya. Karenanya jika menyadari konsekuensi dari semua ini maka orang akan berlomba-lomba berbuat kebaikan.

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al Baqarah: 148).

Jadi berlomba-lomba dalam kebaikan jelas sekali perintahnya dalam hal ini. Maka tatkala ada sebuah kebaikan yang mesti dilaksanakan sudah seharusnya sedemikian rupa dimanfaatkan tanpa berhitung hal-hal lainnya. Intinya kebaikan yang didasari dengan keikhlasan takkan mungkin meleset. Hasilnya tentu akan berbuah bagi yang melakukannya. Sayang jika ada kesempatan berbuat kebaikan maka ditinggalkan begitu saja tanpa hasil.

Artinya sayang sekali jika ada kesempatan itu dibuang percuma dan kita tak mendapatkan apa-apa. Sehingga idealnya setidaknya harus ada semacam target dalam satu hari bisa melakukan sat uakli kebaikan. Hanya satu kali saja dan itu sepertinya hal itu takkan berat untuk dilakukan oleh siapapun.

Satu misal menjauhkan duri di jalan agar tidak menginjak orang, tersenyum kepada orang yang bertemu, mengucapkan salam kepada siapa saja, bersedekah kepada orang yang membutuhkan, memberikan nasihat ketika diminta, memberi bantuan saat diminta bantuan dan memberikan solusi ketika ada orang datang meminta jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapinya. Satu saja dapat dilakukan maka akan muncul kebaikan-kebaikan yang lainnya.

Dengan memahami hal tersebut secara benar, sesungguhnya bagi siapapun yang melakukan kebaikan itu maka yang bersangkutan akan mudah melakukannya. Karena apa, karena siapapun yang melakukan kebaikan tidak akan pernah lepas dari perhitungan Allah. Maka siapapun yang berbuat kebaikan maka tentu saja akan senantiasa dibalas oleh Allah dan kebaikannya sendiri buahnya adalah kebaikan itu sendiri.

Memang sangat merugi jika Allah berikan kesempatan untuk berbuat kebaikan dan kita tak melakukannya maka sungguh disayangkan hilangnya kesempatan berbuat kebaikan. Ingat, memang kesempatan berbuat baik kapan saja dapat dilakukan. Namun jika hari ini diberi kesempatannya maka pergunakanlah sebaik mungkin dan jika diberi kesempatan lagi maka tinggal melakukannya lagi.

Untuk itulah, jangan ditolak jika ada kesempatan untuk berbuat kebaikan. Alangkah indahnya kesempatan itu dimanfaatkan sebaik mungkin karena melakukan kebaikan berjuta rasanya serta efek positif setelah melakukan kebaikan tersebut maka balasannya akan senantiasa memberi keuntungan yang berarti kepada yang melakukannya.

Jadi apapun kondisi kit ajika memang ada kesempatan untuk berbuat kebaikan maka lakukanlah. Hal itu yang akan memberi jalan kebaikan lainnya hingga siapapun yang melakukannya akan terus mendapatkan kebaikan karena dengan kebaikan itulah maka ia senantiasa berguna di atas dunia dan kelak di akhirat akan mendapatkan apa yang ditanam selama hidupnya di bumi yang dipijaknya selama ini.***

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image