Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

MISB Mempersembahkan Buku Jelajah Dunia untuk Menjadi Warisan Sastra Indonesia

Sastra | 2023-10-06 12:27:36

Dalam rangka merayakan Pekan Budaya 2023, dengan penuh kebanggaan, SMP Mentari Intercultural School Bintaro (MISB) mempersembahkan buku Jelajah Dunia. SMP MISB menghadirkan kontribusi siswa dan siswi terhadap kekayaan warisan sastra Indonesia.

Dipandu oleh Bapak dan Ibu guru, siswa dan siswi telah menyusun kumpulan cerita pendek tiga paragraf yang begitu menginspirasi. Buku ini merupakan salah satu wujud nyata visi dan misi sekolah, yang bercita-cita untuk membentuk setiap Mentarian menjadi pemelajar seumur hidup dan individu Renaisans modern–siswa yang tidak hanya menjadi komunikator yang menarik, namun juga berpengetahuan luas dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia.

Menurut Bapak Sunny Reyes selaku Kepala Sekolah, “Karya sastra ini merupakan bukti komitmen teguh MISB sebagai sekolah internasional dalam membina pemelajar dwibahasa. Dalam halaman-halaman buku ini, siswa kami memamerkan penguasaan keterampilan dan menunjukkan kehebatan sastra mereka. Sebagai Kepala Sekolah, saya sangat bangga atas karya luar biasa yang dihasilkan oleh siswa-siswi MISB. Kami dengan tulus berharap bahwa pembaca dapat menikmati karya ini sama seperti siswa-siswi kami menikmatinya saat mereka menuliskan karyanya.”

Ada enam puluh cerita seru dan menarik dalam buku Jelajah Dunia. Seperti cerita dari Carrissa Raihanna Wibawa yang berjudul Liburan Mimpi di New York. Sedangkan Amyra Azalea Karisma menceritakan serunya Liburan di Singapura. Ada juga cerita serunya berkemah dengan judul Kemah yang Bermasalah, yang ditulis oleh Nafeeza Ailsa Rahmansyah

Ada juga cerita menarik tentang Petualanganku di Kebun Binatang saat Liburan oleh Cayla Dyvia Mataya. Cerita seru dengan judul Kapan Kita Bertemu Lagi? Ditulis oleh Mayra Asyifa Dewi yang menceritakan tentang perjalanannya ke Bali. Nanti Terlambat merupakan tulisan Raina Premiera Gumay yang bercerita tentang perjalanannya berlibur dengan kakaknya. Ada juga cerita tentang Liburan ke Aceh yang ditulis oleh Parisa. Masih banyak cerita seru lain yang bisa dibaca dalam buku Jelajah Dunia.

Ibu Fatmasari sebagai koordinator Departemen Bahasa Indonesia SMP MISB merasa sangat bersyukur melihat antusiasme siswa-siswi MISB dalam melahirkan karya cerpen tiga paragraf ini. Hal ini tentu sejalan dengan program yang digaungkan oleh Kemendikbud, yaitu program literasi di sekolah. Melalui buku ini, siswa-siswi MISB diharapkan dapat terus memberikan sumbangsihnya dalam pengembangan literasi di Indonesia.

Sambutan apresiasi juga datang dari Ibu Niken Wulansari sebagai koordinator kegiatan sekolah SMP MISB, "Saya meyakini bahwa Merdeka Belajar telah membuka pintu bagi pengembangan kreativitas. Siswa-siswi tidak hanya diajarkan untuk memahami teks, tetapi juga untuk menggali kreativitas, menghasilkan karya yang memukau, dan berani untuk mempublikasikan karyanya."

Tidak hanya dari pihak sekolah antusiasme terlihat dari tanggapan positif dari orang tua siswa. Endang Tri Rengganis orang tua dari Mantika Renata Maris merasa senang dengan terbitnya buku kumpulan karya anak-anak. Buku ini sangat memotivasi siswa untuk terus berkarya, mengasah kreativitas, serta imajinasinya.

Dukungan untuk terus berkarya juga datang dari Jeffry Simanjuntak dan Rabenty Lumbanbatu, orang tua dari Jennara Mikayla Simanjuntak, “Kami sebagai orang tua siswa sangat mendukung adanya karya tulis pendek seperti pentigraf sebagai bentuk terobosan proses pembelajaran untuk menarik minat siswa berkreasi dalam dunia pendidikan dan di saat bersamaan mengasah kemampuan kreativitas dan imajinasi siswa.”

Semoga dengan adanya buku Jelajah Dunia akan memberikan warna untuk dunia literasi Indonesia dan menjadi jejak kebaikan untuk orang-orang yang terlibat dalam penulisan buku ini. Salam literasi. Majulah terus pendidikan dan literasi Indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image