AI dan Ancaman Kepunahan Manusia
Teknologi | 2023-08-05 12:54:00AI sebenarnya sudah dikenal sejak lama, tetapi baru mulai dikembangkan secara nyata pada pertengahan abad 20. Pada tahun 1956, ilmuwan bidang komputer, John McCarthy, mendefinisikan artificial intelligence sebagai aktivitas yang dilakukan manusia untuk membuat sebuah teknologi agar memiliki fungsi dan perilaku seperti halnya manusia. McCarthy berperan cukup besar dalam sejarah perkembangan AI yang kita kenal saat ini. Ia menciptakan suatu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang disebut LISP. LISP ini sendiri kini dipakai dalam sebagian besar teknologi berbasis AI. Pada tahun 60 hingga 70-an perkembangan AI sempat melambat dan mulai kembali berkembang pada tahun 1980-an. Ditandai dengan Digital Equipment Corporation (DEC) yang menemukan sistem R1 sebagai perangkat untuk melakukan konfigurasi sistem pada komputer baru. Di tahun 1988 R1 telah menjalankan 40 sistem dan berhasil menghemat biaya operasional perusahaan hingga US$ 40 Juta per tahun.
Saat ini, AI telah banyak digunakan di berbagai aplikasi seperti search engine, asisten virtual seperti Siri, Google Assistant, dan Cortana. Selain itu, pengembangan AI telah mencapai tingkat yang mengagumkan, salah satunya adalah penggunaannya dalam kendaraan otonom (self-drive) yang memungkinkan kendaraan melaju dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia.
Selain penggunaan tersebut, AI juga memiliki potensi besar untuk memajukan bidang-bidang lain seperti bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan reformasi birokrasi. Di dunia pendidikan penggunaan AI dapat membantu pelajar dalam mengontrol dan memantau pembelajaran mereka sendiri, memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja dengan baik serta mandiri di masa depan.Dalam bidang kesehatan dapat membantu tenaga medis, dalam memberikan perawatan terbaik pasien. Bahkan sejumlah fasilitas kesehatan mulai meluncurkan mobile application dengan basis AI di App strore dan Play Store, yang bertujuan memantau kondisi pasien. Fitur Asisten suara yang ada dalam aplikasi dapat digunakan sebagai alrm minum obat dan dapat meninggatkan jadwal chekup pasien. Aplikasi kesehatan yang dilengkapi AI dapat mengirimkan notifikasi-notifikasi yang dapat mengirimkan pasien untuk selalu menjaga kesehatan mereka.
Dalam bidang otomotif, teknologi AI sudah diterapkan di mobil Tesla. Mobil besutan Elon Musk tersebut, menujungan system mobil dapat dijalankan secara aoutopilot dan kemudi secara otomatis. Selain itu perusahaan otomotif dunia juga sudah menggunakan kecanggihan teknologi ini, seperti Hyundai, BMW, Merchedez Benz. Dalam bidang manufaktur dalam meningkatkan efiensi produksi dan menekan biaya operasional, teknologi AI digunakan untuk mendeteksi produk yang cacat, dari hasil produksi. Pendektesian ini mengkombinasikan antara teknologi AI dengan kamera beresolusi tinggi untuk menangkap produk-produk cacat yang tidak layak jual, seperti retak atau bengkok.
Dalam bidang komunikasi, teknologi AI diterapkan dalam layanan chatbox, dimana saat mengakses website maupun aplikasi yang sudah diatur, seperti whatsapp, telegram, ada layanan penjawab pesan secara cepat dan relevan. Dalam bidang militer, digunakan untuk memaksimalkan persenjataan, bahkan dalam drone sudah dilengkapi dengan sensor untuk menandai serangan darat, udara, air. AI juga membantu mendeteksi dan memindai musuh, yang tersembunyi di tempat yang gelap, dan dalam. Para ahli mempredeksi bahwa dimasa mendatang perang yang akan dilakukan adalah perang teknologi.
AI pun sudah merambah dunia hiburan. Saat kita menonton film di Youtube, Netflix, maka mereka akan merekomendasikan film yang serupa. Dan tentu saja hal tersebut merupakan hasil pekerjaan AI. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan algoritma AI untuk dapat menganalisis perilaku pengguna, dalam hal genre konten yang sering di tonton. AI menggunakan data secara algoritma tentang apa yang sering di tonton, hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para penontonya.
Perkembangan AI terus melaju dengan pesat seiring dengan makin banyaknya pengguna internet. Di Indonesia, tercatat ada 196,7 juta atau lebih dari 70% populasi Indonesia sudah menjadi pengguna akses internet pada kuartal II/2020, yang membuat data AI semakin berkembang. Perusahaan rintisan atau starup, yang memiliki perananan besar dalam penggunaaan teknologi tersebut, hal ini terjadi karena semakin tersedia dan terjangkaunya aspek penunjang yang dibutuhkan untuk menyertakan artificial intelligence dalam kegiatan bisnis. Tidak lagi hanya tersedia untuk negara maju atau perusahaan besar saja.
Ada banyak keuntungan yang didapatkan saat kita memanfaatkan penggunaan teknologi ini. Yang pertama adalah dapat menghemat waktu, dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama, bagi manusia, alam bidang kesehatan misalnya, para pekerja di rumah sakit dimudahkan dalam mencari data pasien dalam hitungan detik. Bayangkan jika manusia yang mencari data pasien tersebut, sehari penuh tentu tidak akan cukup bagi untuk menemukan satu data dari ribuan data pasien yang ada di rumah sakit tersebut.
Dalam suatu perusahaan, AI juga membantu pekerjaan dalam mengekstrak data yang perlu dianalisis. Kedua contoh ini memperlihatkan kepada kita betapa AI bermanfaat dalam menghemat waktu. Dengan waktu yang hemat makan dapat menciptakan produktivitas lainya dengan melakukan pekerjaan lain. Saat AI sedang bekerja dalam mengekstrak data yang perlu dianalisis, kita bisa menyelesaikan tugas lain yang harus selesai pada waktu yang bersamaan. Hasilnya, tugas yang diselesaikan akan lebih banyak dengan bantuan dari AI daripada hanya dilakukan oleh manusia.
Saat AI bekerja, maka secara otomatis dapat meminimalisir kesalahan manusia. Kecerdasan buatan yang ada di berbagai program, aplikasi dan sistem dalam perangkat elektronik, membantu kita dalam memeriksa kesalahan yang tidak terlihat. Ini bisa kita lihat dari fitur Spelling and Grammar Check yang berada pada aplikasi pengolah kata. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau arti, sistem AI akan langsung memberikan garis pada kata yang salah.
Apabila terjadi kesalahan input data, sistem AI juga bisa langsung mendeteksi dan memberikan pemberitahuan kepada kita lewat notifikasi yang akan muncul. Tidak bisa dipungkiri meskipun manusia memiliki kecerdasan otak yang luar biasa, kesalahan tetap bisa terjadi. Jadi keberadaan AI telah memberikan dampak yang signifikan dalam membantu seluruh aktivitas kita. Sistem AI memungkinkan pengotomatisan setiap tugas yang harus dilakukan setiap hari. Kita jadi tidak perlu lagi membuang waktu pada tugas yang sama setiap harinya. Serahkan semua tugas tersebut kepada AI, dan tugas akan selesai. Pembayaran bulanan seperti listrik dan air bisa jadi contoh yang pas. Saat ini sudah ada sistem pembayaran otomatis yang bisa diaktifkan supaya pembayaran dapat dilakukan tepat waktu dan kamu tidak akan terkena denda.
Harapan yang diberikan AI bisa kita lihat dari alat-alat medis dan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Kita bisa melihat banyak orang tuli yang bisa kembali mendengar dengan bantuan alat dengar yang telah dikembangkan. Kita juga melihat bahwa sistem AI dalam alat-alat medis membantu menemukan penyakit dari pasien lebih cepat. Penemuan penyakit yang lebih cepat akan memperbesar potensi kesembuhan atau bahkan potensi kehidupan pasien.
Hadirnya AI tentu saja benar-benar menmudahkan pekerjaan manusia, membantu lebih kreatif dan lebih produktif. Namun, apakah kehadiran AI dapat memberikan ancamanalah satu ancaman AI yang paling umum adalah penggantian pekerjaan manusia. Seiring dengan kemampuan AI yang semakin canggih, beberapa pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia bisa dilakukan oleh mesin dengan lebih efisien dan murah. Sebagai contoh, di beberapa pabrik sudah banyak menggantikan pekerja manusia dengan robot untuk mempercepat produksi dan mengurangi biaya produksi. Hal ini tentunya berdampak pada ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Selain itu, AI juga dapat mengancam privasi dan keamanan data pribadi. Dalam dunia digital, data menjadi aset yang sangat berharga. Dengan adanya AI, data tersebut dapat diolah dengan lebih mudah dan cepat, termasuk data pribadi seperti nomor telepon, alamat email, dan sebagainya. Banyak organisasi dan perusahaan yang mengumpulkan data pribadi pengguna untuk kepentingan mereka sendiri. Namun, jika data tersebut jatuh ke tangan yang salah, maka akan sangat berbahaya bagi privasi dan keamanan pengguna. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk membuat konten palsu atau disebut deepfake.
Dalam era informasi saat ini, sulit untuk membedakan konten yang asli dan palsu. Dengan adanya deepfake, konten palsu dapat dibuat dengan sangat mudah dan hampir sempurna. Hal ini dapat digunakan untuk tujuan buruk, seperti menyebarkan berita palsu atau memfitnah seseorang. Masalah keamanan siber juga menjadi ancaman AI yang perlu diwaspadai. Kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mengembangkan program jahat seperti virus dan malware. Ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada sistem dan infrastruktur yang digunakan oleh masyarakat.
Kehadiran AI dapat memiliki ancaman yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, hal yang perlu dilaukan untuk meminimalisir segala ancaman dengan kehadiran AI tersebut adalah dengan mengatur pengembangan teknologi AI dengan bijak dan bertanggung jawab dengan mencipatakan regulasi dan control yang dapat mengantispasi segala ancaman-ancaman yang ditimbulkan dengan pesatnya perkembangan teknologi AI saat teknologi AI digunakan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu membangun kesadaran di masyarakat, dan edukasi tentang AI. Ini harus ditingkatkan agar masyarakat memahami potensi risiko, dan manfaat dari AI. Kegiatan seperti kampanye, Iklan Layanan Masyarakat lokakarya, seminar, hingga program pendidikan dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran tersebut.
.Memperbaiki tata kelola data. Indonesia perlu memastikan bahwa data yang dikelola telah sesuai dengan kebijakan dan aturan yang berlaku untuk mendukung penggunaan AI yang bertanggung jawab dan aman. Kolaborasi dan kemitraan. Indonesia didorong untuk aktif terlibat dalam organisasi internasional, bekerja sama dengan pemimpin industri dan institusi riset untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik. Melalui kolaborasi itu, Indonesia dapat berkontribusi dalam pengembangan standar global yang berkaitan dengan AI.
Penulis
Kiki Hadi
Lulusan Fakultas Hukum dan Syari'ah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Bekerja sebagai Penulis Lepas dan Manajer Program dan Pemberitaan Radio MQ FM Jogjakarta
Sumber Tulisan
https://www.linknet.id/article/artificial-intelligence--dampak-tantangan-dan-manfaat-dalam-bisnis
https://www.ciputramakassar.ac.id/7-contoh-penerapan-artificial-intelligence-dalam-berbagai-bidang-kehidupan/
https://mediaindonesia.com/humaniora/591503/pemerintah-harus-tegas-dalam-mengantisipasi-perkembangan-ai
https://portalpublikasi.id/2023/05/02/ancaman-artificial-intelligence-ai-bagi-masyarakat/
https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengenal-artificial-intelligence-teknologi-yang-akan-mengubah-kehidupan-manusia/
https://www.kompasiana.com/almiraerya/645c84b308a8b56cdb6c75c2/maraknya-ai-di-kalangan-pelajar-benarkah-ancaman
https://portaljogja.pikiran-rakyat.com/tekno/pr-256947923/kehadiran-artificial-intelligence-ancaman-atau-tantangan
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
