Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Media Cirebon

Taman Pattimura, Taman Bersejarah dengan Lanskap Alam yang Indah di Ambon

Wisata | 2023-07-05 00:59:26

Selain memberikan kesegaran, penting untuk diingat bahwa Anda juga dapat menghabiskan liburan di tempat-tempat bersejarah seperti Taman Pattimura guna memperoleh pengetahuan dan informasi lebih lanjut mengenai sejarah Indonesia. Taman yang indah ini bahkan dianggap sebagai bukti perjuangan sejarah salah satu pahlawan nasional Indonesia, Pattimura, di kota Ambon. Ya, Pattimura, yang bernama asli Thomas Matulessi, dilahirkan di Pulau Seram pada tanggal 8 Juni 1783.

Berdasarkan informasi yang tersebar, taman ini didirikan secara resmi pada tanggal 2 Mei 2008 dan sejak itu mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ketika Anda mengunjungi taman bersejarah ini, Anda akan menemukan sebuah patung Pattimur yang setinggi 7 meter, terbuat dari bahan perunggu. Patung ini memiliki berat sebesar 4 ton dengan biaya anggaran sekitar 2 miliar rupiah.

Taman Pattimura memiliki kedudukan yang berjarak 8 meter dari lantai dan 7 meter dari tempat duduk, namun jarang diketahui bahwa taman ini mengandung sebuah filosofi khusus. Jika dihitung secara keseluruhan, angka-angka ini menunjukkan angka 15, yang melambangkan tanggal perjuangan Pattimura dan pasukannya melawan penjajahan Belanda di masa lalu.

Atraksi yang dimiliki Taman Pattimura

Meskipun terkadang minat orang untuk mengunjungi destinasi wisata bersejarah bisa beragam, kunjungan Anda ke Taman Pattimura akan menjamin Anda mendapatkan banyak hal menarik di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh beragam atraksi yang ditawarkan oleh taman ini kepada para wisatawan. Beberapa atraksi yang dapat Anda temui di taman ini antara lain sebagai berikut.

Kolam penyangga di sekitar patung

Keindahan monumen di Taman Pattimura semakin menarik berkat keberadaan kolam penyangga sebagai salah satu daya tarik utamanya. Terdapat 5 kolam penyangga yang menggambarkan angka 5, yang mewakili bulan Mei. Selain itu, terdapat 10 anak tangga yang mengarah ke Patung Pattimura, dengan pelataran yang dihiasi oleh angka 18.

Selain itu, di sepanjang sisi kolam terdapat empat penyangga tambahan yang dilengkapi dengan 17 balok hijau. Jika digabungkan, angka-angka ini membentuk angka 1817, yang melambangkan tahun perlawanan Pattimura.

Memiliki lanskap taman yang indah

Taman Pattimura, dengan luas sekitar 11.000 meter persegi, dapat dikatakan menawarkan pemandangan lanskap yang indah dan menarik. Terletak di tengah keramaian kota Ambon, Taman Nasional Pahlawan Pattimura menjadi tempat penyegar bagi masyarakat yang mengunjunginya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak penduduk lokal maupun masyarakat Ambon yang sengaja mengunjungi taman ini. Tujuan mereka tidak hanya untuk mengagumi kehebatan Patung Pattimur, tetapi juga untuk beristirahat dari kegiatan yang sibuk dan hiruk pikuk sehari-hari.

Taman Pattimura memiliki panggung terbuka

Terdapat pula sebuah panggung terbuka yang berfungsi ganda di sekitar taman ini. Panggung terbuka ini sering dimanfaatkan untuk beragam jenis acara yang dapat diikuti oleh masyarakat. Sebagai contoh, panggung tersebut dapat digunakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kota Ambon dan acara penting lainnya.

Dengan demikian, taman ini bukan hanya berperan sebagai tempat untuk bersantai atau meningkatkan pemahaman sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai panggung terbuka dalam beberapa kesempatan.

Memiliki air mancur musikal

Berdasarkan informasi yang beredar, dalam perayaan HUT Kota Ambon ke-444 tahun 2019, Air Mancur Musikan secara resmi diinstal di Taman Pattimura. Taman ini merupakan salah satu tempat wisata liburan edukatif yang cocok sebagai sarana hiburan bagi masyarakat di sekitar Ambon.

Selain itu, Tugu Pattimura juga dilengkapi dengan sistem audio yang dipasang di berbagai sudut. Di sini, lagu-lagu standar Ambon diputar untuk memberikan suasana yang khas.

Alamat dan rute menuju lokasi

Bagi Anda yang berkeinginan mengunjungi Taman Pattimura, jangan sungkan untuk segera melakukannya. Mengingat taman ini berlokasi di sekitar pusat Kota Ambon, para wisatawan dapat dengan mudah mengaksesnya. Taman Nasional Pahlawan Indonesia Pattimura terletak di Uriteru, Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Sebagai pusat kegiatan Kota Ambon yang mudah dijangkau, taman ini terletak bersebelahan dengan Lapangan Merdeka.

Untuk mencapai taman ini, Anda dapat memanfaatkan bantuan Google Maps yang akan memberikan navigasi lengkap menuju tempat wisata edukatif ini. Anda juga dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum untuk mencapai tujuan ini. Selain itu, taman ini buka selama 24 jam setiap harinya.

Biaya masuk dan jam buka

Seringkali para wisatawan tertarik dengan harga tiket masuk saat ingin mengunjungi tempat wisata. Namun, Anda tidak perlu khawatir mengenai harga tiket masuk ke Taman Pattimura ini. Pasalnya, taman yang merupakan simbol perjuangan Kapten Pattimura ini tidak memungut biaya masuk bagi setiap pengunjung yang ingin menikmati keindahannya.

Dengan tiket yang harganya relatif gratis ini, Anda dapat mengunjungi Taman Nasional Pahlawan Pattimura kapan saja tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, ketika mengunjungi taman ini, pastikan Anda selalu mematuhi semua peraturan yang berlaku. Misalnya, hindari membuang sampah sembarangan agar tidak merusak keindahan taman.

Layanan yang tersedia di kawasan wisata

Seperti yang dilansir Indobet88 Taman Pattimura dioperasikan oleh pemerintah Kota Ambon, sehingga tidak mengherankan jika taman ini terjaga dengan baik. Hal ini terlihat dari berbagai kemajuan yang telah dicapai di dalamnya. Bahkan, fasilitas yang disediakan di taman ini juga sangat baik untuk kenyamanan pengunjung.

Terdapat berbagai fasilitas yang tersedia di taman ini, seperti toilet, tempat parkir gratis, lapangan voli dan basket, jalan setapak, kolam renang, panggung terbuka, dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya fasilitas wisata yang tersedia, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengunjungi Taman Pattimura.


Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image