Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Amelia Safira Putri Vaturrachma

Buah Lerak: Detergen Alami sebagai Solusi Pencemaran Air

Eduaksi | 2023-05-30 21:20:51

Lingkungan merupakan salah satu aspek kehidupan yang menjadi bagian penting dari alam. Permasalahan seputar lingkungan sering dikaitkan dengan upaya pelestarian alam. Dalam hal ini, keseimbangan dan pelestarian lingkungan merupakan kunci untuk menjaga keberlangsungan kehidupan dan keseimbangan ekosistem alam. Namun, realitanya tingkat kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan masih terbilang rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan kondisi lingkungan di sekitarnya dan bertindak dengan tidak memikirkan efek jangka panjang yang akan ditimbulkan. Salah satu pencemaran lingkungan yang menjadi fokus utama adalah pencemaran air. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, terdapat 10.683 desa/kelurahan yang mengalami pencemaran air dengan 6.160 desa/kelurahan di antaranya disebabkan oleh limbah rumah tangga. Selain sampah kemasan, penggunaan sabun dan detergen dengan kandungan bahan kimia yang berbahaya juga merupakan limbah rumah tangga yang menjadi penyebab utama pencemaran air. Ketidaktahuan masyarakat mengenai kandungan bahan kimia yang berbahaya dan efek yang ditimbulkannya merupakan akar dari permasalahan ini.

Sabun dan detergen merupakan agen pembersih yang digunakan untuk menunjang kegiatan mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Saat ini, berbagai jenis sabun dan detergen beredar di pasaran dengan menonjolkan keunggulannya masing-masing untuk menarik perhatian konsumen. Namun, tidak jarang beberapa di antaranya justru mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat berimbas pada ekosistem perairan dan bahkan dapat menyebabkan keracunan, beberapa di antaranya yaitu Sodium Lauryl Sulfate (SLS), fosfat dan Etoksilat nonilfenol (NPE). Salah satu alternatif yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan detergen ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap deterjen ramah lingkungan semakin meningkat. Seiring dengan perkembangan teknologi, dunia industri sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan formulasi deterjen ramah lingkungan yang aman dan efektif dengan mengekstrak bahan-bahan alami. Penggunaan bahan alami menjadikan detergen ramah lingkungan dipandang sebagai pilihan yang tepat untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. Salah satu bahan alami yang banyak digunakan sebagai deterjen alami adalah buah lerak.

Buah lerak. (Foto: screenshoot umiarsih.wordpress.com)
Buah lerak. (Foto: screenshoot umiarsih.wordpress.com)

Asal Usul Buah Lerak

Penggunaan bahan alami untuk mencuci pakaian telah dilakukan sejak dahulu dan menjadi bagian dari tradisi. Salah satu bentuk pemanfaatan bahan alami yang dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah buah lerak. Buah lerak banyak digunakan untuk mencuci pakaian, mencuci perhiasan, pengobatan tradisional, shampo, pengusir serangga, dan lain sebagainya. Di Pulau Jawa, buah lerak kerap digunakan untuk mencuci kain batik karena diketahui dapat menjaga kualitas kain batik agar tetap awet dan tidak luntur. Namun, keberadaan detergen dengan bahan-bahan kimia sintetis yang lebih praktis menjadikan penggunaan buah lerak kurang diminati oleh masyarakat. Selain itu, keberadaannya yang belum diketahui oleh masyarakat luas dan ketersediaannya yang semakin berkurang, menjadikan penggunaannya terbatas.

Karakteristik Tanaman Lerak

Lerak merupakan tanaman yang termasuk suku Sapindaceae dengan dua spesiesnya yang banyak tumbuh di Asia Tenggara yaitu Sapindus rarak DC dan Sapindus emarginatus Vahl. Di Indonesia, spesies yang paling sering ditemui dan dimanfaatkan adalah Sapindus rarak atau yang biasa disebut dengan soapnuts dengan dua daerah penghasil lerak terbesar adalah Madura dan Kediri di Jawa Timur. Buah lerak memiliki sebutan tersendiri pada daerah-daerah tertentu, seperti contohnya di Pulau Jawa disebut sebagai klerek, di Minang sebagai kanikia, di Sunda sebagai rerek, dan di Palembang sebagai lamuran.Tanaman ini banyak tumbuh di daerah Jawa dan Sumatera dengan ketinggian 450-1500 di atas permukaan laut. Tinggi pohon lerak dapat mencapai 10 - 42 meter dengan diameter sekitar 1 m dan batang kayu yang berwarna putih. Lerak memiliki biji berbentuk bulat, keras, dan berwarna hitam, sedangkan daging buahnya berbentuk bulat, keras, dan berwarna kuning kecoklatan dengan permukaan buah yang licin dan mengkilap. Daunnya berbentuk bulat telur (ovatus) dengan ujung runcing (acutus), bertepi rata (integer), bertangkai pendek dan berwarna hijau. Tanaman ini juga memiliki bunga yang tumbuh di ujung batang berupa majemuk yang berwarna putih kekuningan.

Kandungan Buah Lerak

Menurut hasil penelitian, disebutkan bahwa buah, kulit batang, biji, dan daun tanaman lerak mengandung bahan aktif seperti saponin, steroid, antikuinon, alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol. Kandungan utama pada lerak adalah saponin dengan kandungan tertinggi yang terdapat pada bagian buah, lebih tepatnya pada bagian biji. Saponin merupakan bahasa latin yang berarti sabun (sapo) karena memiliki sifat yang menyerupai sabun. Saponin merupakan senyawa kimia yang memiliki rasa pahit dan menghasilkan busa apabila direndam dalam air. Senyawa ini berfungsi sebagai surfaktan yang akan mengikat kotoran yang melekat pada pakaian. Hal inilah yang menjadikan buah lerak dapat digunakan sebagai berbagai pembersih, seperti baju, peralatan dapur, lantai, dan bahkan memandikan hewan peliharaan. Selain itu, lerak juga dapat dimanfaatkan sebagai insektisida dengan kandungan racun pada bijinya dan kulitnya dapat digunakan sebagai sabun pencuci wajah untuk mengurangi jerawat serta kudis.

Cara Menggunakan Buah Lerak sebagai Detergen Alami

Beberapa orang beranggapan bahwa penggunaan bahan-bahan alami cukup rumit karena harus melalui proses pengolahan tertentu. Berbeda halnya dengan lerak, buah lerak dapat digunakan baik secara langsung maupun melalui pengolahan sederhana. Untuk penggunaan secara langsung, dapat dilakukan dengan memasukkan 5-10 buah lerak ke dalam kantong kain dan dimasukkan ke dalam mesin cuci atau sekedar di rendam ke dalam air. Pada umumnya, buah lerak diolah menjadi detergen cair. Prosesnya cukup mudah dan sederhana, berikut adalah tahapan pengolahan buah lerak menjadi detergen cair:

  1. Ambil 10 buah lerak dan tambahkan 1 liter untuk setiap 10 buah lerak.
  2. Rendam buah lerak dalam air selama 2 hari 2 malam.
  3. Setelah melunak, lakukan ekstraksi dengan memeras buah lerak hingga getah saponin keluar.
  4. Rebus bersama dengan kulit jeruk atau jeruk nipis dengan api kecil selama 60 menit.
  5. Tambahkan air sedikit demi sedikit selama proses perebusan jika berkurang.
  6. Tambahkan garam sebagai pengawet alami sebanyak 2 sendok makan untuk setiap 1 liter air.
  7. Detergen alami dari buah lerak siap untuk digunakan dengan takaran sesuai kebutuhan.

Kelebihan dan Kekurangan Lerak sebagai Detergen Alami

Lerak memiliki kandungan yang 100% alami dan biodegradable, sehingga tidak mencemari lingkungan dan aman bagi kulit sensitif. Selain itu, berdasarkan uji sampel lerak oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), diketahui bahwa sampel lerak menghasilkan zona hambat pada media uji. Hal tersebut membuktikan bahwa lerak memiliki sifat sebagai antibakteri karena memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri. Jumlah saponin yang cukup banyak pada buah lerak juga dapat berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Di sisi lain, kandungan saponin (alkaloid beracun) dalam buah lerak memiliki sifat toksik apabila digunakan secara berlebihan. Apabila terkena mata, akan menyebabkan mata menjadi perih. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman terkait pemanfaatan buah lerak yang baik dan benar. Selain itu, busa dari buah lerak tidak terlalu banyak dan memiliki daya cuci yang lebih lemah dibandingkan dengan detergen sintetis pada umumnya. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat kepuasan seseorang dalam penggunaannya, terutama bagi sebagian orang yang terbiasa mencuci dengan busa yang melimpah.

Terlepas dari berbagai hal di atas, buah lerak memiliki berbagai manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Pemanfaatan buah lerak sebagai detergen alami diharapkan dapat membantu meminimalisir pencemaran air akibat limbah rumah tangga dengan kandungan saponin yang dimilikinya.

Penulis: Amelia Safira Putri Vaturrachma - Mahasiswa Aktif S-1 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image