Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ghadis Ghashani Atrasinar

Banyak Dampak Negatif Media Sosial, Bagaimana Strategi Menghindarinya?

Teknologi | 2023-05-21 08:58:24

Teknologi telah berkembang pesat, hal tersebut dikarenakan teknologi telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Perkembangan teknologi ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, seluruh aktivitas dengan mudah dan cepat karena bantuan teknologi. Salah satunya dalam bidang informasi dan komunikasi. Komunikasi yaitu suatu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk memberikan informasi atau mengubah sikap, pendapat, maupun perilaku dengan melalui lisan ataupun melalui media.

Di era sekarang, sosial media merupakan kebutuhan primer semua orang. Adanya perkembangan teknologi memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang lain secara virtual. Salah satu pengguna media sosial yang aktif pastinya dari kalangan remaja. Dari media sosial ini semua orang bebas mengekspresikan diri tanpa ada yang melarang. Mulai dari berbagi cerita, foto, ataupun aktivitas dengan teman-teman. Tapi perlu diingat, kita harus tetap bijak dalam menggunakan media sosial karena jika tidak dapat menimbulkan hal-hal yang kurang baik. Selain dapat mempengaruhi pengguna, Media sosial juga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Media sosial merupakan suatu platform untuk saling berinteraksi secara online, yang memungkinkan individu untuk bersosialisasi tanpa terbatas oleh faktor ruang dan waktu. Adanya media sosial ini menunjukkan modernitas dan perkembangan kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial yang memiliki arti bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain. Kebutuhan akan interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan dasar yang melekat pada keberadaan manusia.

Kita mengenal beberapa platform media sosial yang populer di kalangan masyarakat, yakni Whatsapp, Instagram, Twitter, dan Tiktok. Media sosial ini bukan hanya sebagai alat penghubung untuk mengirim pesan , melainkan sudah menjadi suatu wadah untuk saling berbagi informasi, cerita, dan sebagainya.

Kaum remaja biasanya menggunakan media sosial ini untuk berbagi aktifitas berupa curhatan, foto, ataupun video. Penggunaan dari media sosial memiliki risiko seseorang dapat dengan bebas memberikan komentar dan pendapatnya kepada pengguna lain tanpa merasa khawatir. Penggunaan media sosial juga memungkinkan seseorang untuk memalsukan identitasnya dan melakukan tindakan kejahatan. Nah karena banyak sisi negatif jika kita tidak bijak dalam menggunakan media sosial, mari kita simak cara-cara agar kita bijak dalam menggunakan media sosial.

1. Cermat sebelum membagikan unggahan Sebelum memutuskan untuk mengunggah sesuatu, kita harus selalu berhati-hati ketika membagikan suatu postingan. Karena akan ada banyak orang yang melihat unggahan kita, hal tersebut akan menjadi berbahaya apabila Anda mengunggah sembarangan konten. Oleh sebab itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum mem-posting sesuatu. Jangan sampai postingan tersebut malah menjadi boomerang bagi kita ataupun orang lain.

2. Memastikan kebenaran suatu informasi, Jangan menyebar hoax apabila belum tau pasti kebenarannya. Tidak menyebarkan hoax atau isu SARA juga menjadi salah satu cara menggunakan media sosial dengan bijak. Mengingat saat ini banyak berita hoax maupun isu SARA tersebar di media sosial sehingga tak jarang ada juga orang yang mempercayainya. Ada baiknya Anda telusuri fakta sebelum menyebarkan hal-hal yang tidak dipahami di media sosial.

Sebaliknya, saat menerima informasi yang terasa aneh dan janggal, telusuri dulu kebenarannya. Jangan menelan informasi secara bulat-bulat, filter dan telaah. Melihat fenomena tersebut, jangan sampai Anda ikut-ikutan membagikan berita tidak benar di platform social media. Sebab, perilaku itu akan membuat Anda rentan terjerat hukum

3. Menggunakan sisi positif media sosial Banyak sisi positif dari media sosial yang bisa kita rasakan, antara lain: menjalin silaturahmi, memamerkan jualan atau dagangan kita, menemukan jejak teman lama dan lainnya. Di sisi lain, kita juga bisa mengubah hal negatif menjadi hal positif, seperti saat kita iri ketika melihat teman yang selalu membagikan kesuksesannya di Instagram. Daripada iri terus-menerus, kita bisa menggunakan hal tersebut sebagai pendorong untuk memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik lagi dan bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.

4. Menjaga Etika dan Berbahasa Walaupun kita sedang berada di media sosial. Pasal undang-undang mengawasi dan jejak digital tidak akan hilang. Oleh sebab itu, tetaplah menjaga kesantunan dalam memberikan komentar. Jangan sampai menyinggung, menyakiti atau membully orang lain.

5. Mampu menahan emosi Sebelum nekat memberikan komentar atau mengunggah curahan hati alias curhat. Ada baiknya tahan emosi dan jangan meluapkan emosi di media sosial, atau Anda bisa merugi sebab dapat mempermalukan diri sendiri dan/atau merugikan orang lain.

6. Mengikuti orang-orang yang inspiratif Untuk mencapai kesuksesan hidup, tak ada salahnya Anda mengikuti kisah-kisah orang sukses yang inspiratif di media sosial. Selain dijadikan motivasi, dari mereka kita juga bisa belajar tentang cara membuat rencana yang baik demi meraih apa yang ditargetkan. Kita bisa menggunakan media sosial sebagai platform untuk mengembangkan diri. Misal bagi yang suka berbicara, Anda bisa menjadi content creator seputar public speaking. Jika banyak orang menyukai video Anda, bukan tidak mungkin ini jadi sumber penghasilan Anda, lho!

7. Membangun koneksi Karena ruang lingkup media sosial sangatlah luas bahkan dapat dijangkau ke seluruh dunia, Anda bisa memanfaatkannya untuk membangun relasi sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah menambah wawasan yang baru. Semakin banyak Anda mendapatkan insight dari banyak orang di berbagai negara maka wawasan Anda juga akan semakin luas. Selain itu, akan lebih baik jika Anda juga mencari orang-orang yang bekerja di bidang yang Anda minati supaya bisa bertukar pengetahuan dan pikiran.

Nah dengan tips-tips di atas, diharapkan kita dapat terhindar dari dampak negatif bermedia sosial dan lebih bijak menggunakannya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image