Ancaman Rabies: Penyebab dan Gejala Virus Rabies
Edukasi | 2023-05-16 19:59:02
Baru-baru ini kita dihebohkan dengan informasi seorang anak berumur empat tahun yang meninggal dunia setelah digigit anjing yang terduga terserang virus rabies. Sebenarnya apa itu rabies? Rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies. Dikutip dari laman www.alodokter.com rabies atau yang lebih dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam masyarakat. Berdasarkan data kemenkes.co.id angka kematian akibat Rabies di Indonesia masih cukup tinggi yakni 100-156 kematian per tahun, dengan Case Fatality Rate (Tingkat Kematian) hampir 100 persen. Hal ini menggambarkan bahwa rabies masih jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Tantangan berat saat ini adalah masih ada provinsi yang belum bebas rabies. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik rabies.Secara hitoris 8 provinsi tersebut adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) kasus gigitan hewan penular rabies dilaporkan berjumlah 404.306 kasus dengan 544 kematian. Saat itu ada 5 provinsi dengan jumlah kematian tertinggi antara lain Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan kejadian luar biasa (KLB) rabies tahun 2019 terakhir dilaporkan terjadi di Nusa Tenggara Barat.
Penyebab Rabies
Bagaimana cara penularan virus rabies ke tubuh manusia? Virus rabies umumnya dapat ditularkan ke tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, atau air liur dari anjing yang terinfeksi virus rabies. Selain anjing, hewan yang juga dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia antara lain kera, kucing, musang, dan kelinci. Jilatan hewan yang terinfeksi ke mulut, mata, atau luka terbuka, juga bisa menjadi cara penularan virus rabies dari hewan ke manusia. Saat sudah memasuki tubuh, virus rabies dapat masuk ke otak melalui sel saraf, kemudian menggandakan diri dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Penting untuk diingat, virus rabies yang sudah menyerang otak dapat membuat kondisi pasien memburuk dan mengalami kematian dengan cepat. Penyebaran virus ke otak dapat terjadi lebih cepat jika pasien mengalami gigitan atau cakaran di area leher atau kepala.
Gejala Hewan Terserang Rabies
Anjing liar merupakan salah satu hewan yang memiliki potensi besar terserang virus rabies dan faktanya populasi anjing liar di Indonesia bisa dibilang tidak sedikit. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda dan gejala anjing yang terinfeksi virus rabies, sehingga penyakit rabies dapat dihindari, Beberapa gejala yang dapat muncul pada anjing yang terinfeksi virus rabies adalah :
• Bereaksi berlebihan terhadap cahaya dan suara
• Suka menyendiri dalam ruangan gelap
• Mudah menyerang orang atau lebih agresif
• Air liur berlebihan
• Mulut berbusa
• Tidak nafsu makan
• Lemah
• Demam
• Kejang
• Lumpuh
Dari gejala di atas bisa diketahui bahwa rabies tidak selalu menyebabkan anjing menjadi agresif atau seperti “anjing gila”. Pada beberapa kasus, rabies justru bisa menyebabkan anjing menjadi lemah dan lebih pendiam.
Gejala Terinveksi Virus Rabies Pada Manusia
Bagaimana kita dapat mengetahui seseorang terserang virus rabies? Berdasarkan alodokter gejala awal rabies umumnya muncul 30–90 hari setelah seseorang tergigit hewan yang terinfeksi virus rabies. Namun, pada kasus tertentu, gejala bisa muncul dalam hitungan minggu atau bahkan tahun.
Gejala awal rabies dapat mirip dengan keluhan penyakit flu.Penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Rabies juga bisa menimbulkan gejala khas, seperti kesemutan, nyeri, dan gatal yang sangat mengganggu di area gigitan.
Beberapa gejala awal rabies yang juga dapat dialami penderita adalah:
• Demam
• Lemas
• Hilang nafsu makan
• Nyeri kepala
• Menggigil
• Sakit tenggorokan
• Mual dan muntah
• Diare
• Gangguan cemas
• Gelisah
• Sulit tidur atau insomnia
• Depresi
Jika rabies tidak terdeteksi dan tidak segera ditangani, gejalanya akan berkembang menjadi lebih parah. Gejala lanjutan ini bisa digolongkan menjadi dua tipe, yaitu agresif dan paralitik.
1. Gejala rabies tipe agresif
Kebanyakan rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing akan menimbulkan gejala ini. Penderita dapat mengalami episode “marah”, yang ditandai dengan gelisah, linglung, hiperaktif, muncul keinginan untuk memukul atau menggigit, dan halusinasi.
Penderita dengan gejala ini juga dapat mengalami kram otot, detak jantung cepat, dan napas terengah-engah. Gejala tipe ini dapat hilang timbul. Penderitanya biasanya tidak ingat ia marah-marah.
2. Gejala rabies tipe paralitik
Penderita yang mengalami gejala ini akan tampak “diam”. Namun, gejala demam dan sakit kepala menjadi lebih berat. Penderita juga akan mengalami lumpuh yang menjalar, mulai dari area yang digigit hingga ke bagian tubuh lain. Kematian dapat terjadi jika kelumpuhan sudah menjalar hingga ke otot napas.
Selain gejala di atas, penderita rabies juga dapat mengalami keluhan berikut:
1. Produksi air liur bertambah
2. Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
3. Rasa takut yang berlebihan pada air (hidrofobia)
4. Priapismus, yaitu ereksi berkepanjangan tanpa adanya rangsangan seksual
Pengobatan Rabies
Rabies perlu ditangani segera setelah paparan terjadi, meski gejalanya belum muncul. Pengobatan rabies adalah dengan membersihkan luka serta memberikan serum dan vaksin rabies. Tujuannya untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus rabies, sehingga infeksi dan peradangan pada otak dapat dicegah.
Akan tetapi, jika virusnya telah menginfeksi otak, penanganan akan menjadi sulit karena belum diketahui metode yang benar-benar efektif untuk mengatasinya.
Segera ke IGD atau dokter terdekat jika digigit atau dicakar hewan yang bisa membawa virus rabies, terutama jika gigitan terjadi di kepala atau leher. Jangan menunggu sampai gejalanya muncul, karena waktu kemunculan gejala rabies dapat berbeda pada setiap orang.
Penting untuk diingat, rabies dapat mengancam nyawa begitu gejalanya muncul. Oleh sebab itu, pastikan untuk mendapatkan serum atau vaksin rabies. Jika mengalami gejala lanjutan rabies setelah digigit hewan liar dalam kurun waktu sekitar 1 bulan, segera periksakan diri ke dokter.
Pencegahan Rabies
Meski berbahaya, rabies adalah penyakit yang dapat dihindari. Caranya adalah dengan melakukan sejumlah upaya berikut:
• Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing
• Menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang menunjukan gejala rabies
• Melakukan vaksinasi rabies
• Melapor ke lembaga pengendalian hewan liar jika muncul hewan-hewan liar disekitar lingkungan
• Menjaga hewan peliharaan tetap dalam kandang dan mengawasinya jika diluar kandang
• Menutup lubang-lubang dalam rumah yang dapat menjadi sarang hewan liar
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
