Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Endang Mulyani

Tes Kompetensi Bersastra dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Pendidikan dan Literasi | 2023-04-17 20:27:22

`

Dalam dunia pendidikan, untuk mencapai tujuan pembelajaran maka perlu adanya evaluasi. Tujuan utama dalam evaluasi pembelajaran adalah agar mengetahui informasi yang tepat mengenai tingkat pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan indikator yang telah ditentukan, dan bisa melakukan tindak lanjut setelahnya (Ridho, 2018).

Tes yang menyangkut kompetensi kebahasaan dapat dikelompokkan menjadi tes struktur dan kosakata, tes kompetensi berbahasa, terdiri dari tes reseptif (membaca dan mendengar) dan tes ekspresif (menulis dan berbicara), sedangkan tes bersastra mirip dengan tes berbahasa, akan tetapi bahan konten yang dijadikan tes berbeda yakni menggunakan rujukan dari karya sastra.

Dalam bahasa Arab, istilah sastra dipadankan dengan “al-adab”. Al-adab identik dengan karya yang dihasilkan dari ungkapan ide dan pikiran serta perasaan manusia pada masa dan tempat tertentu. Oleh karena itu, al-adab menjadi cerminan budaya manusia yang dituliskan dalam sebuah karya.

Kemampuan merasakan keindahan sebuah sastra Arab tidak didapatkan hanya dengan menguasai kaidah-kaidah kebahasaan bahasa Arab, akan tetapi didapatkan dengan banyak membaca karya-karya sastra yang baik dan berusaha memasuki dan merasakan keindahan (Albantani, 2018).

Dalam menyuguhkan tes kompetensi bersatra, sebelum Menyusun soal tes, maka perlu dipahami dulu tentang bahan tes kompetensi bersastra. Bahan materi dalam kompetensi sastra bisa berupa pengungkapan alur kehidupan pribadi atau orang lain ke dalam bahasa tulisan atau lisan, hingga yang berkaitan dengan fenomena alam, budaya, politik dan sebagainya. Kemudian rujukan komunikasi sastra bisa berupa puisi, prosa, dialog drama, bahkan dalam konteks sastra Arab bisa berupa al-Qur’an dan Hadis (Hermawan, 2021).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan tes kompetensi bersastra, diantaranya:

a. Bahan materi tes karya sastra hendaknya sesuai dengan tingkatan kebahasaan, daya pikir, dan apresiasi siswa.

b. Karya sastra yang dipilih hendaknya mempunyai daya tarik bagi siswa, atau setidaknya cocok dengan kehidupan dan tidak asing bagi mereka.

c. Para tester (pembuat tes) selalu memperhatikan tingkat kesulitan karya sastra yang dipilih agar tidak membebani siswa sebagai testee (penerima tes).

Pada dasarnya, instrumen tes untuk menguji kompetensi bersastra sama dengan instrumen tes kompetensi kebahasaan dan berbahasa, yakni seputar pada tes objektif dan tes subjektif. Adapun perbedaannya hanya terletak pada konten bahan yang diteskan. Jawaban yang dituntut oleh soal tes bisa berupa memilih jawaban dan berupa menyusun jawaban sendiri (Hermawan, 2021).

Tes kompetensi bersastra dengan memilih jawaban yang telah disediakan yakni berupa tes objektif. Tes objektif yang akan disajikan adalah benar-salah, pilihan ganda, dan penjodohan. Adapun materi yang diujikan berupa karya sastra yang tertulis. seperti naskah cerita pendek, puisi dan pidato. Bisa juga disajikan dalam bentuk audio, seperti qosidah, nasyid, dan pemutaran video.

Dalam tes menyusun jawaban sendiri, testee diberikan kebebasan dalam berekspresi dalam menyusun jawaban sendiri. Jenis tes menyusun jawaban sendiri yang akan disajikan adalah menjawab pertanyaan, membuat sinopsis, membuat parafrasa, menganalisis teks, tugas kelompok dan tugas menulis karya fiksi. Untuk memudahkan pemberian skor membuat sinopsis, aspek-aspek yang akan diukur perlu ditentukan terlebih dahulu, seperti kesesuaian isi cerita, kesesuaian alur, ketepatan pemilihan kata, dan gaya tuturan.

KESIMPULAN

Kegiatan bersastra dalam pembelajaran bahasa Arab terwujud karena adanya hubungan timbal balik antara kebahasaan dan kesastraan, karena satu sama lain mendukung dalam pencapaian kompetensi. Adapun kompetensi bersastra kemampuan melakukan kesastraan mulai dari pola yang paling sederhana sampai pola yang paling kompleks.

Ketika ingin memberikan tes kompetensi bersatra dalam pembelajaran bahasa Arab, maka penting memperhatikan dua hal yaitu bahan tes kompetensi bersastra dan ketentuan penyusunan soal tes kompetensi bersastra.

Pada dasarnya, instrumen tes untuk menguji kompetensi bersastra sama dengan instrumen tes kompetensi kebahasaan dan berbahasa, yakni berkisar pada tes objektif dan tes subjektif. Jawaban yang dituntut oleh soal tes bisa berupa memilih jawaban, yang berupa benarsalah, pilihan ganda, penjodohan dan berupa menyusun jawaban sendiri, yang berupa menjawab pertanyaan, membuat sinopsis, membuat parafrasa, menganalisis teks, tugas kelompok dan tugas menulis karya fiksi.

Sumber tulisan :

Muhammad Ilyas Alkayisy & Wawan Gunawan. TES KOMPETENSI BERSASTRA DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB. Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor vol.1 tahun 2023. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/shibghoh/article/view/9790

Pengirim :

Endang Mulyani, Mahasisiwi Prodi Pendidikan Bahasa Arab Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta, Email : ummuannasai@gmail.com

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image