Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Pendidikan dan Literasi | 2023-04-11 02:35:00

PANCASILA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA

By: Agnes Purnama Sari (43122120049)- Pendidikan Pancasila-Mahasiswa Mercu Buana

PANCASILA

Suatu bangsa mutlak perlu memiliki suatu dasar Negara. Dalam Makadimah Undang-undang Dasar 1945, maka cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur bedasarkan Pancasila. Dengan dasar Negara Pancasil dan tujuan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Bangsa Indonesi memiliki beragam budaya yang berbeda. Pancasila menjadi media pemersatuan bangsa, hal ini mengartikan Pancasil merupakan suatu perangkat yang utuh dan utuh, yang secara langsung merumuskan cita-cita nasional di negara ini, yaitu merealisasikan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keberagaman yang dimiliki Indonesia mendorong para leluhur untuk melahirkan satu dasar yang mampu mengikat keberagaman tersebut. Pancasila memiliki fungsi dan susunan bagi negara Indonesia, yaitu:

1. Pancasila menjadi perjanjian luhur.

2. Pancasila sebagai dasar negara.

3. Pancasila menjadi ideologi bangsa.

4. Pancasila menjadi filsafat bangsa.

5. Pancasila menjadi pandangan hidup.

Menjadi dasar negara, Pancasila tercantum sesuai dengan konsitusi negara dalam UUD 1945 gugus kalimat keempat yang disimpulkan dalam menciptakan suatu pemerintahan negara Indonesia dan menumbuhkan ketentraman umum, mencerdikkan kelangsungan hidup bangsa dan turut menjalankan keamanan dunia yang berlandasan kemerdekaan, keamanan dan kenyamanan ketentraman social, kemudian mengembangkan kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang di bentuk dalam struktur negara Republik Indonesia yang berdaulat dari rakyat didasarkan oleh kelima Pancasila.

Tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mewujudkan rapat final dan akhirnya memvaildasikan Undang-undang Dasar Negara, yang diketahui dengan UUD 1945 dan Pancasila sebagai Dasar Negara, yang isinya terkandung pada gugus kalimat keempat pembukaan UUD 1945 tanggal 18 Agustus denga nisi Pancasila yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Himat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana sila ini mengandung arti pengakuan atas keberadaannya Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya dan manusia beriman diwujudkan dalam ketaatannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maja Esa. Setiap orang harus menghargai agama dan kepercayaan mereka masing-masing, dengan menghargai kepercayaan orang lain dan tidak menghina ataupun menggangu saat orang tersebut sedang melakukan ibadah.

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Seriap manusia adalah makhlik yang sama. Walapupun berbeda suku, budaya, agama, bahasa, setiap manusia tetaplah sama dan sederajat. Dengan kata lain setiap masyarakat Indonesia itu sama dan sederajat serta mereka semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Sebagai umat manusia sebaiknya tidak boleh hanya memikirkan kepentingan diri sendiri saja namun juga kepentingan orang lain.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Sila ini merupakan perwujudan dari mengatasi paham perseorangan, golongan, suku bangsa. Dalam sila ini menggambarkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia harus Bersatu dan mengutamakan kepeningan bangsa Indonesia. Namun yang ada hanyalah bangsa Indonesia sebagai pemersatuan sehingga tidak ada lagi perpecahan diantara setiapa masyarakat Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pancasila bukan hanya membahas tentang perbedaan suku, ras, budaya, dan agama, namun juga perbedaan pendapat yang dapat dipecahkan masalahnya pada sila keempat ini. Sila ini menyatukan segala perbedaan pendapat yang ada di seluruh masyarakat Indonesia dan dijadikan suatu keputusan dengan adanya demokrasi secara musyawarah. Musyawarah ini membuat semua kepentingan individu maupun golongan dapat terpenuhi, sehingga tidak akan ada yang merasa dirugikan dalam pengambilan suatu keputusan. Dalam kehidupan sehari hari dapat dicontohkan dengan saling menghargai pendapat.

Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan yang didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Keadilan yang dimaksud berlaku bagi seluruh aspek kehidupan termasuk hak dan kewajiban tiap masing individunya. Selain itu kita juga harus mementingkan kepentingan orang lain terlebih dahulu, bukan kepentingan diri kita sendiri. Dan juga jika seseorang melanggar akan diberikan sanksi yang adil sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya, serta hukuman tersebut berlaku sama kepada setiap orang yang melanggar juga. Dengan adanya keadilan ini masyarakat akan merasakan kesetaraan dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Dasar negara yaitu Pancasila, yang mengartikan bahwa Pancasila dijadikan sebagai asas dalam menjalankan tetenan pemerintahan Negara Indonesia. Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah bahwa Pancasila mengandung tujuan bangsa dan negara untuk merealisasikan sila kelima, sehingga Pancasila menjadi alat pemersatu. Pancasila juga menjadi ideologi bangsa Indonesia, dimana hal ini juga dapat mengintegrasikan bangsa Indonesia serta mencapaikan informasi mengapa kesejahteraan dan kebangsaan lahir batin pada kehidupan masyarakat yang berBhineka Tunggal Ika.

Pancasila sebagai pemersatuan bangsa menerima prinsip aliran Negara satu kesatuan dalam arti:

1. Melindungi seluruh rakyat dan melindungi sepenuh suku bangsa negara.

2. Mengatasi persoalan segala paham baik golongan maupun perorangan yang dilakukan negara.

3. Melindungi seluruh tumpah darah sehingga menjadi nama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Implementasi mutu Pancasila pada penggabungan bangsa, yaitu:

1. Menanamkan karakter patriotism cinta tanah air dalam berbangsa dan bernegara.

2. Menanamkan aksi silih menyegani antar suku, ras, antar golongan agama, dan tidak mematahkan divergensi.

3. Menumbuhkan penggabungan dan kesan agar terciptanya kesuksesan bangsa negara.

4. Memaknai sejarah Indonesia agar menjadi penyemangat penggabungan.

Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia, diharapkan setiap individu masyarakat menanamkannya dalam diri masing-masing untuk mengamalkan sikap Pancasila tersebut. Sehingga keberagaman yang ada di Indonesia ini bukan menimbulkan suatu konflik tetapi menjadi aset yang berharga untuk memajukan bangsa Indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image