Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rizqi Ahmad Akbari

Maraknya Berkomunikasi Toxic Dalam Kalangan Remaja

Pendidikan dan Literasi | 2023-04-10 06:00:35

Beberapa sebab remaja menggunakan bahasa kasar, diantaranya agar terlihat keren dan gaul, diterima oleh lingkungan karena lingkungannya terbiasa mengucapkan kata-kata kasar. Untuk anak laki-laki mengucapkan kata-kata kasar dianggap membuat terlihat macho. Tentu ini dianggap salah dan perlu diluruskan. Ada juga yang mengucapkan kata-kata kasar karena sudah menjadi kebiasaan, sehingga ketika kesal atau marah, spontan mengeluarkan kata kasar.

Lingkungan pergaulan yang toxic biasanya akan mengucilkan seseorang yang berbeda dari mereka dengan ungkapan “sok alim, sok suci, sok polos” dan sebagainya. Agar dapat diterima di pergaulan tersebut seseorang akan memulai berkata-kata kasar. Penyebab selanjutnya ialah, karena meniru seseorang yang menjadi contoh atau idola. Jika seseorang yang melihat idolanya terbiasa dengan kata-kata kasar, maka saat seseorang itu akan menirukannya dan dianggap menjadi sesuatu yang keren bagi penggemarnya. penyebab lainnya juga agar terlihat dewasa. Remaja laki-laki menggunakan bahasa kasar agar terlihat lebih macho. Dan penyebab lainnya karna gangguan mental yang dimiliki seseorang seperti kepribadian negativistic juga bisa cenderung berkata kata kasar, Hal ini untuk menjatuhkan mental lawan bicaranya. Tentunya hal ini adalah persepsi yang salah dan harus diluruskan.

Bagaimana cara mengatasi remaja yang berkomunikasi kasar/toxic?

1. Pilih Lingkungan Pergaulan

Hindari penggunaan kalimat kasar dengan alasan sekedar ikut ikutan atau meluapkan emosi. Dalam hal ini anda perlu mengetahui alasan sebelum memarahi/menasehatinya, tanyakan dulu alasan mereka berkata kasar. Apakah paham arti dan dampaknya?. Ada baiknya pilihlah lingkungan dan kegiatan yang memberi dampak positive vibes.

2. Berikan Contoh

Berikan contoh dengan selalu bertutur kata yang baik. Sebisa mungkin hindari berkata kasar saat berada di lingkungan mana saja, meskipun hanya gurauan bersama teman.

3. Batasi Tontonan Dan Media Sosial

Berikan batasan dalam penggunaan sosial media seperti Youtube, Tiktok, dan media sosial lainnya. Peran orangtua dibutuhkan untuk menghindari remaja tersebut memilih tontonan yang berdampak negatif yang membuat remaja tersebut berkata kasar.

4. Mengembangkan Keterampilan Berbahasa.

Kita dapat mengembangankan keterampilan berbahasa sedini mungkin karena remaja cenderung masih meniru kata-kata yang mereka dengar. Keterampilan berbahasa ini bisa kita dapatkan dari orangtua maupun guru disekolah seperti penggunaan bahasa asing, agar remaja dapat terhindar dari tutur kata yang buruk atau kasar

5. Memberikan Konsekuensi

Berikan informasi dampak dari berkata kasar agar menghindari konsekuensi yang mereka dapatkan seperti dikucilkan dari orang sekitar dan tidak dihormati

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image