Wisata Religi Patung Buddha Tidur Bogor, Begini Sejarahnya
Wisata | 2023-03-13 18:44:32
BOGOR - Tak hanya memiliki wisata pemandangan yang indah, Bogor ternyata kota ini juga memiliki wisata religi yang unik.
Patung Buddha tidur yang masuk di dalam bangunan Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat ini beralamat di Jalan PWRI Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Vihara ini sejatinya tempat ibadah bagi umat Buddha. Namun, tempat ini juga merupakan salah satu destinasi wisata yang disuguhkan di Tonjong Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Pengurus pelaksana harian Buddha Dharma 8 Pho Sat, Andrean Halim, mengatakan bahwa pada 2015 Bupati Bogor mencanangkan Patung Buddha Tidur ini sebagai potensi wisata religious Kabupaten Bogor.
“Pada awalnya memang Vihara ini hanya untuk beribadah, tetapi seiring berjalannya waktu mulai dikenal masyarakat luas untuk belajar lintas agama” Jelas Andrean.
Wisata ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Wisatawan yang ingin mengunjunginya tidak akan dikenakan biaya masuk.
“Selain tanpa dikenakan tiket masuk, kami juga menyediakan dupa secara gratis bagi umat untuk beribadah dan pengunjung bisa juga untuk beramal di kotak yang disediakan.” Ungkap Andrean.
Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat berdiri pada tahun 2006 yang didirikan oleh Andy Suwanto selaku pengusaha dan mendalami spiritual.
“Pada 2006 belum ada patung Buddha Tidur ini. Masih berupa bangunan 8 Pho sat atau 8 dewa, yang mana merupakan satu-satunya di Indonesia.” Tutur Andrean.
Seiring berjalannya waktu mulai banyak mendapatkan donatur, yang kemudian di bangun Aulia Buddha Tidur pada 2010 dan selesai di resmikan pada tahun 2012.
Di dalam Vihara ini memiliki beberapa ruang yang meliputi, Ruang Aula Buddha Tidur yang terdapat Patung Buddha Tidur dengan panjang 18 meter dan tinggi pundak 5 meter yang dikelilingi 27 stupa. Dalam ruangan ini digunakan untuk kebaktian bersama dalam jumlah besar.
“Patung atau rumpang ini merupakan gambaran atau visualisasi Buddha, posisi tidur ini disebut dengan Parinirvana adalah saat wafatnya Buddha sebagai wujud penghormatan umat Buddha.” Ujar Andrean.
Selanjunya terdapat juga Ruang 8 Pho sat yang digunakan untuk beribadah individu untuk menghormati Para Dewa Tiongkok, Ruang Tri Darma dan Aula Meditasi.
Pada tahun 2015 juga dibangun panti asuhan dibawah naungan Yayasan Teratai Kasih.
"Selain beribdah dan berwisata, dapat juga melakukan kebaikan kepada anak-anak panti asuhan yang berjumlah 20 anak."Pungkas Pengurus Pelaksana Parian Buddha Dharma 8 Pho Sat.
Di dalam Vihara ini juga terdapat kantin yang dikelola oleh pengurus yang menyediakan beberapa alat untuk sembayang dan makanan ringan.
“Disini juga menyediakan buku gratis, lilin kecil gratis untuk sembahyang, lilin besar, dan beberapa makanan, minuman yang bisa dibeli pengunjung.” Ungkap Penjaga Kantin.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
