Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image sucahyo adi swasono

Isyarat dan Peringatan Tuhan (4)

Sejarah | Thursday, 19 Jan 2023, 21:27 WIB
Ilustrasi: pixabay.com

Salam Seimbang bagi Saudara-Saudara sebangsa dan setanah air ..!

Sebagaimana pada ulasan sebelumnya, bahwa bila pada 2023 ekonomi Dunia benar-benar terperosok ke dalam jurang resesi teramat dalam, maka Perang Rusia-Ukraina berpotensi meluas menjadi Perang Eropa, dan memicu Perang Pasifik serta menyeret sebagian besar negara-negara di Dunia bakal terlibat ke dalam Perang Global, Perang Dunia 3.

Akankah Perang Dunia 3 menjadi Perang Nuklir? Dan, bagaimanakah dengan potensi kehancuran yang akan dihadapi bangsa ini bila Perang Nuklir benar-benar terjadi?

Perlu diketahui dan disadari, bahwa biaya perang konvensional sangat mahal karena membutuhkan energi yang sangat besar. Negara harus memobilisasi ribuan hingga jutaan pasukan, mengerahkan peralatan perang dari yang teringan hingga yang terberat, baik mesin perang di darat, di laut, maupun di udara. Benar-benar sangat menguras anggaran di tengah situasi ekonomi Dunia yang didera krisis yang hebat. Belum lagi bila terjadi perlawanan sengit, sehingga perang akan berlangsung lebih lama, semakin banyak energi yang akan terkuras.

Melihat kenyataan yang demikian itu, maka potensi penggunaan senjata nuklir dalam Perang Dunia 3 dimaksud, tentunya tidak bisa dihindarkan. Sebab, sangatlah praktis, mangkus dan sangkil dalam menghancurkan kekuatan lawan. Dengan senjata nuklir negara tak perlu memobilisasi pasukan dan mesin-mesin perang dalam jumlah yang besar. Perang Nuklir juga tidak akan berlangsung lama, singkat, namun tingkat kehancuran yang dihasilkan luar biasa dahsyat!

Saat ini, ada ribuan nuklir di Dunia yang siap diluncurkan, dan jumlah tersebut lebih dari cukup untuk menghancurkan kota-kota besar yang ada di Dunia. Belum lagi efek dari radiasi, jutaan bahkan milyaran manusia akan binasa. Namun, perlu diingat, bahwa Perang Dunia 3 atau Perang Nuklir hanyalah permulaan, pemicu dari suatu bencana yang jauh lebih besar lagi. Dari Perang Nuklir inilah, proses mem-format, me-reset ataupun meng-instal ulang Bumi dan kehidupan di dalamnya dimulai. Baik ilmu pengetahuan maupun kitab-kitab suci menggambarkan, seperti apa kehancuran yang sangat dahsyat sebagai dampak dari Perang Nuklir? Sistem keseimbangan yang melindungi Bumi bakal rusak dan menciptakan kehancuran global yang sangat dahsyat. Efek dari ledakan-ledakan nuklir menimbulkan dukhon atau asap hitam pekat yang akan menyelubungi lapisan atmosfer di permukaan Bumi (QS Ad-Dukhan:10-12). Dukhon akan menghalangi sinar matahari dan cahaya bulan, seolah-olah keduanya telah menghilang. Dan, Dunia akan menjadi gelap gulita dalam beberapa waktu (QS At-Takwir 81:1, Injil Matius Bab 24:29). Akan terjadi hujan asam dan gagal panen dimana-mana. Dunia diambang kirisis pangan dan bencana kelaparan yang hebat (Injil Matius Bab 24:7). Awan hitam pekat juga akan merusak lapisan atmosfer, dan membuat lobang ozon yang sangat besar, seolah-olah langit terbelah menganga (QS Al-Infitar:1).

Menurut para scientist, bahwa salah satu fungsi lapisan ozon adalah melindungi Bumi dari hantaman benda-benda angkasa. Jadi, ketika sebagian besar lapisan ozon rusak, maka meteor-meteor akan masuk ke gravitasi Bumi, jatuh menembus atmosfer dan menghantam permukaan Bumi dengan sangat keras (QS Al-Infitar 82:2, QS At-Takwir 81:2, Injil Matius Bab 24:29), Sebagian meteor dengan suhu yang sangat panas akan jatuh ke lautan. Mendidihkan lautan dan menghempas, menciptakan gelombang Tsunami raksasa ratusan hingga ribuan meter tingginya (QS Al- Infitar 82:3). Dan, jika meteor jatuh ke darat, akan menciptakan kehancuran yang mengerikan, membikin lobang yang sangat besar dan dalam, menimbulkan gempa atau guncangan yang hebat, sekaligus mendorong terjadinya gempa-gempa tektonik dari dalam Bumi. Sehingga Bumi akan diguncang dari atas dan bawah, berguncang dengan sekeras-kerasnya. Guncangan-guncangan yang keras di pelbagai tempat akan mendorong gunung-gunung berhamburan memuntahkan isinya (QS Al-Zalzalah 99:1-2, At-Takwir 81:3).

Mau kemana kita akan menyelamatkan diri? Dunia akan dikepung bencana dahsyat dari pelbagai penjuru. Hanya Tuhan, satu-satunya tempat bermohon dan berlindung.

Nah, selanjutnya bagaimana kondisi yang akan menimpa bangsa kita ke depan? Perlu diketahui, bahwa secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang diapit dua samudra terbesar di Dunia, yakni samudra Pasifik dan samudra Hindia. Bangsa kita dikaruniai sumber daya alam (SDA) yang melimpah, mulai dari kekayaan hasil tambang, sumber daya lautan, kesuburan lahan dan pelbagai kekayaan alam lainnya. Namun bangsa Indonesia ini juga mempunyai banyak potensi bencana. Indonesia tercatat memiliki gunung berapi terbanyak ke-3 di Dunia, setelah Amerika dan Rusia. Keberadaan gunung berapi selain memberikan dampak kesuburan lahan, namun juga bisa menjadi potensi bencana yang mengerikan. Selain itu Indonesia juga dilalui Pacific Ring of Fire dan menempatkan Indonesia di urutan kedua negara paling rawan gempa di Dunia. Sebagaimana gempa di Aceh 2004 adalah gempa terbesar ketiga di Dunia setelah gempa Chili dan Alaska. Jadi, Indonesia selain dikaruniai kekayaan yang melimpah juga memiliki potensi bencana yang cukup besar.

Apa yang akan menimpa bangsa Indonesia bila benar-benar terjadi Perang Nuklir? Yang jelas, bila terjadi Perang Dunia 3, mayoritas negara-negara di Dunia akan terlibat dalam konflik, termasuk Indonesia yang posisinya strategis untuk diperebutkan di wilayah Pasifik. Dan, hal itu akan menyebabkan kehancuran serta korban jiwa yang tidak sedikit. Namun ancaman yang lebih mengerikan adalah dampak akibat dari Perang Nuklir, dimana meteor-meteor akan menembus lapisan atmosfer dan menghantam permukaan Bumi. Sebagian besar akan jatuh di lautan lepas dan menciptakan Tsunami raksasa dengan ketinggian ratusan hingga ribuan meter. Indonesia yang diapit dua samudra terbesar dunia, Pasifik dan Hindia, akan dikepung Tsunami raksasa dari pelbagai penjuru dan menenggelamkan sebagian besar daratan Bumi Nusantara. Kondisi tersebut akan diperparah dengan semaraknya gempa-gempa besar, letusan-letusan dahsyat gunung berapi dalam waktu yang berdekatan. Lengkap sudah kehancuran yang akan menimpa bangsa ini ke depan.

Masih adakah di antara kita yang selamat?

Hanya Tuhanlah yang akan mampu menyelamatkan kita dari pelbagai bencana atau azab yang mengerikan akibat kita tidak mensyukuri karunia Tuhan. Oleh karena itu, segera bertaubatlah, jadilah manusia-manusia yang bersyukur dengan berjuang bersama-sama membangun dan menegakkan sistem kehidupan yang seimbang, sehingga kita akan menjadi manusia-manusia yang diselamatkan Tuhan untuk mengisi ruang peradaban baru yang lebih baik dan seimbang. Ingat, semua bencana atau azab di dunia betapapun mengerikan, barulah sebuah awal, karena pada akhirnya manusia-manusia akan kembali dibangkitkan di dalam periode kehidupan Akhirat. Manusia-manusia yang jahat, serakah, perusak-perusak sistem keseimbangan ciptaan Tuhan akan menghadapi kengerian-kengerian yang lebih mencekam selama-lamanya, azab yang pedih kekal abadi. Begitu juga dengan orang-orang baik, hamba-hamba Tuhan, pejuang-pejuang keseimbangan akan mengisi ruang kehidupan surgawi yang seimbang.

Selanjutnya, bagaimanakah dengan gambaran lebih detil mengenai kehidupan di Akhirat ..? (Bersambung)

*****

Kota Malang, Januari di hari kesembilan belas, Dua Ribu Dua Puluh Tiga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image