Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Helmalia Tsalsabina

Pentingnya Kebijakan Ekonomi Fiskal di Suatu Negara

Edukasi | Friday, 09 Dec 2022, 16:24 WIB

PENTINGNYA KEBIJAKAN EKONOMI FISKAL DI SUATU NEGARA

Kebijakan fiskal awalnya diperkenalkan oleh John Maynard Keynes sebagai konsep tata kelola ekonomi dan telah digunakan di seluruh dunia sejak depresiasi mata uang besar-besaran tahun 1992 setelah Perang Dunia I. Menurut Keynes, pemerintah suatu negara berhak mengatur pendapatan dan pengeluaran negara tersebut dengan mengenakan pajak dan kebijakan untuk kepentingan ekonomi makro negara tersebut.

Pengertian Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang tujuannya adalah untuk menjaga agar pendapatan dan pengeluaran negara tetap stabil sehingga perekonomian dapat tumbuh dengan baik. Penerapan kebijakan perpajakan di Indonesia sendiri sudah berlaku sejak zaman penjajahan Belanda melalui Indische Comptabiliteitswet pada tahun 1944. Pemerintah kemudian mengubah undang-undang yang membentuk kebijakan perpajakan Indonesia dari Deklarasi hingga tahun 1997-2003. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, kebijakan fiskal Indonesia tidak lagi mengikuti ICW 1944. Namun berdasarkan analisis perekonomian negara berdasarkan UUD 1945. Di Indonesia, penanggung jawab kebijakan fiskal adalah Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan presiden.

 

Mengapa kebijakan fiskal dan ekonomi penting? Kebijakan fiskal bertujuan untuk mempengaruhi sisi permintaan agregat ekonomi dalam jangka pendek. Selain itu, dengan membaiknya kinerja ekonomi, kebijakan tersebut juga dapat mempengaruhi sisi penawaran jangka panjang. Ada juga tujuan kebijakan keuangan dan ekonomi yang membuat perannya sangat penting bagi negara, seperti::

1. Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Negara

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara Suatu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dihargai baik oleh penduduknya maupun oleh masyarakat secara keseluruhan. Karena pertumbuhan ekonomi juga merupakan hasil dari pengelolaan ekonomi negara yang terampil. Salah satu wujud pengelolaan keuangan negara yang bijak adalah implementasi kebijakan perpajakan.

2. Mengurangi Tingkat Pengangguran Negara

Ketika ekonomi negara membaik dan produktivitas masyarakat meningkat dan industri lokal juga berinovasi, pengangguran berkurang. Karena akan banyak pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan.

3. Pengurangan Defisit Anggaran

Biasanya, anggaran negara dialokasikan untuk masalah konstruksi yang ditentukan selama pembagian anggaran negara. Terkadang pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Ini juga menambah utang negara. Kebijakan fiskal juga penting di sini. Kenaikan pajak sebagai salah satu bentuk kebijakan perpajakan juga dapat dilaksanakan.

4. Membuka Peluang Investasi Negara Lain

Adanya iklim perekonomian yang sehat pada suatu negara, akan membawa nama baik negara ke semua global. Kebijakan fiskal pun berperan krusial pada sini. Ketika banyak negara didunia yang mendengar bahwa perekonomian suatu negara stabil, maka hal tadi sebagai daya tarik investor asing buat berinvestasi pada Indonesia. Pertambahan negara pun bertambah.

Adapun manfaat kebijakan fiscal sebagai berikut :

1. Menjaga Kestabilan Ekonomi

Meski perekonomian terus menerus dipengaruhi oleh hal-hal yang terkadang sulit diprediksi, namun kewajiban untuk menjaganya agar tetap stabil. Karena jika ekonomi tidak dikelola dengan baik, pasti akan terjadi krisis di banyak sektor. Daya beli masyarakat melemah bahkan menurun drastis.

2. Pengembangan Pembangunan Jangka Panjang

Selain mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka pendek, kebijakan fiskal juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dan direncanakan.

3. Pengalokasian Sumber Daya

Sumber daya dalam bentuk keuangan harus dikembalikan kepada masyarakat. Karena pajak yang dibayarkan oleh masyarakat juga harus dirasakan manfaat nya oleh masyarakat. Pengembalian ini dapat datang dalam bentuk layanan publik, jaminan sosial, asuransi kesehatan, dll. Perlu dicatat bahwa distribusi sumber daya harus benar dan merata. Semoga masyarakat lebih produktif.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image