Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dianita Arliyanti

Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan dan Literasi | Wednesday, 07 Dec 2022, 20:50 WIB

Selain kemampuan akademis, pendidikan karakter siswa merupakan target penting Pendidikan. Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk membangun karakter siswa supaya memiliki sifat atau ciri khas yang melekat pada diri seseorang dalam berperilaku sehari-hari. Tentu saja untuk membentuk karakter siswa tidak dapat dilakukan sendiri oleh Guru Pintar di sekolah. Pembentukan karakter siswa juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan maupun orang terdekat, misalnya keluarga dan lingkungan sekitar. Bahkan Keluarga adalah tempat belajar dan pembentukan karakter pertama yang diperoleh oleh anak.

Diharapkan melalui pendidikan karakter di sekolah, akan tercipta generasi yang cerdas, bermoral, berakhlak mulia, dan berpendidikan. Untuk mewujudkan hal itu Guru Pintar harus memiliki cara membangun karakter siswa. Strategi guru dalam pembentukan karakter siswa bermacam-macam. Berikut ini 8 cara membentuk karakter siswa yang dapat Guru Pintarkan lakukan di kelas.

1. Memberikan Teladan

 

Siswa harus mendapatkan contoh bagaimana berperilaku yang baik kapan saja dan di mana saja. Predikat guru melekat pada Guru Pintar tidak hanya saat berada di sekolah. Di mana pun Guru Pintar berada, akan selalu menjadi perhatian segala tindak tanduknya.

2. Memberikan Penghargaan/Apresiasi

Strategi pendidikan karakter yang dapat Guru Pintar terapkan adalah dengan memberikan apresiasi pada siswa. Ucapan selamat dan terima kasih jangan hanya diberikan saat murid atau siswa berhasil mengukir sebuah prestasi. Berikan apresiasi pada setiap kemajuan yang siswa buat sekecil apapun. Misalnya saat siswa datang tepat waktu, bersedia membantu temannya, atau berani jujur.

3. Menyisipkan Pesan Moral dalam Setiap Pelajaran

Pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan menyisipkan pesan moral dalam setiap pelajaran. Ajarkan siswa untuk mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang dipelajari. Dengan demikian siswa dapat mengetahui bahwa ilmu yang sedang dipelajarinya memang penting untuk masa depannya.

4. Jujur dan Open-Minded

Strategi pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan memberitahu siswa bahwa setiap manusia tentu pernah luput dari kesalahan, tak terkecuali guru. Saat melakukan kesalahan jangan pernah malu untuk mengakui dan meminta maaf pada siswa. Guru Pintar juga harus legowo saat murid memberikan koreksi.

5. Mengajarkan Sopan Santun

Strategi pendidikan karakter di sekolah salah satunya dengan menerapkan 5S yaitu salam, senyum, sapa, sopan dan santun. Mengajarkan sopan santun tidak hanya dengan menuliskannya di lorong-lorong sekolah atau di dinding kelas. Sopan santun dapat diajarkan lagi-lagi dengan teladan.

6. Menanamkan Leadership

Leadership atau jiwa kepemimpinan adalah salah satu karakter siswa yang harus dibangun. Sifat kepemimpinan dapat dilatihkan melalui pendidikan karakter. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menjadi pemimpin secara bergantian adalah salah satu contoh pendidikan karakter di sekolah.

7. Menceritakan Pengalaman Inspiratif

Sebelum memulai pembelajaran atau bahkan di sela-sela pembelajaran di kelas, Guru Pintar dapat menceritakan pengalaman inspiratif baik pengalaman diri sendiri atau tokoh-tokoh terkenal. Hal ini akan menginspirasi siswa untuk menjadi lebih baik. Cerita inspiratif tidak hanya tentang keberhasilan seseorang saja, cerita tentang kegagalan seseorang dan bagaimana ia bangkit dari keterpurukannya akan memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa.

8. Melalui Kegiatan Literasi

Guru Pintar pasti sudah mengetahui bahwa salah satu tujuan Literasi yang diterapkan di sekolah salah satunya adalah untuk membentuk karakter siswa. Literasi tidak melulu tentang kemampuan membaca dan menulis. Saat ini definisi Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Diharapkan siswa dapat memahami dan memetik pelajaran dari buku yang dibacanya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image