Bersikap Lembut Kepada Kedua Orang Tua, Tatakrama yang Harus Kita Laksanakan (2)

Image
Ade Sudaryat
Agama | Friday, 25 Nov 2022, 05:40 WIB

طَيْسَلَةُ بْنُ مَيَّاسٍ قَالَ : كُنْتُ مَعَ النَّجَدَاتِ، فَأَصَبْتُ ذُنُوبًا لاَ أَرَاهَا إِلاَّ مِنَ الْكَبَائِرِ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِابْنِ عُمَرَ قَالَ : مَا هِيَ ؟ قُلْتُ : كَذَا وَكَذَا، قَالَ : لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ، هُنَّ تِسْعٌ : الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ نَسَمَةٍ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَإِلْحَادٌ فِي الْمَسْجِدِ، وَالَّذِي يَسْتَسْخِرُ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقِ . قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ : أَتَفْرَقُ النَّارَ، وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : إِي وَاللَّهِ، قَالَ : أَحَيٌّ وَالِدُكَ ؟ قُلْتُ : عِنْدِي أُمِّي، قَالَ : فَوَاللَّهِ لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ

 

Thaisalah Ibnu Mayyas berkata, “Ketika aku tinggal bersama orang-orang An Najdaat, aku melakukan perbuatan dosa yang aku anggap termasuk dosa besar. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada ‘Abdullah bin ‘Umar.

Ia bertanya, ”Perbuatan apa yang telah engkau lakukan?”

”Aku pun menceritakan perbuatan-perbuatan tersebut.”

Kemudian, ia menjawab, “Hal itu tidaklah termasuk dosa besar. Dosa besar itu ada sembilan, yaitu mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan (menyebabkan) menangisnya kedua orang tua karena perbuatan yang menyakitkan, durhaka )kepada keduanya(.”

Ibnu Umar lalu bertanya, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?”

”Ya, aku ingin masuk surga”, jawabku.

Ia bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”

“Aku masih memiliki seorang ibu”, jawabku.

Ia berkata, “Demi Allah, sekiranya engkau berlemah lembut dalam bertutur kata lemah lembut kepadanya dan memasakkan makanan baginya, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (Imam Bukhari, Adabu al Mufrad, hadits nomor 8).

Kandungan hadits

1. Terdapat sembilan perbuatan yang termasuk dosa besar, yakni mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan (menyebabkan) menangisnya kedua orang tua karena perbuatan yang menyakitkan, durhaka )kepada keduanya(.

2. Berlaku lemah lembut, menyayangi, dan menghormati kepada kedua orang tua merupakan perbuatan mulia yang dapat mengantarkan seseorang masuk surga

3. Memberikan makanan kepada kedua orang tua termasuk perbuatan mulia yang berpahala besar.

Penjelasan singkat

Merupakan suatu kebahagiaan jika kedua orang tua atau salah satu dari keduanya masih hidup, dan kita mampu berbuat baik kepada keduanya. Betapa tidak, perbuatan baik kepada keduanya akan berbuah ampunan dan surga Allah.

Sebaliknya suatu kerugian dan kehinaan bagi seseorang yang kedua orang tua atau salah satu dari keduanya masih hidup, ia tidak berbuat baik kepadanya, mendurhakainya, dan ia tak mendapat ampunan dari keduanya.

Dalam hadits lain dikatakan,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ. قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Ia bersabda, ”(sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun ia tidak masuk surga (karena tidak berbuat baik kepada orang tuanya).” (H. R. Muslim, hadits nomor 2551)

Thaisalah Ibnu Mayyas berkata, “Ketika aku tinggal bersama orang-orang An Najdaat, aku melakukan perbuatan dosa yang aku anggap termasuk dosa besar. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada ‘Abdullah bin ‘Umar.

Ia bertanya, ”Perbuatan apa yang telah engkau lakukan?”

”Aku pun menceritakan perbuatan-perbuatan tersebut.”

Kemudian, ia menjawab, “Hal itu tidaklah termasuk dosa besar. Dosa besar itu ada sembilan, yaitu mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan (menyebabkan) menangisnya kedua orang tua karena perbuatan yang menyakitkan, durhaka )kepada keduanya(.”

Ibnu Umar lalu bertanya, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?”

”Ya, aku ingin masuk surga”, jawabku.

Ia bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”

“Aku masih memiliki seorang ibu”, jawabku.

Ia berkata, “Demi Allah, sekiranya engkau berlemah lembut dalam bertutur kata lemah lembut kepadanya dan memasakkan makanan baginya, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (Imam Bukhari, Adabu al Mufrad, hadits nomor 8).

Kandungan hadits

1. Terdapat sembilan perbuatan yang termasuk dosa besar, yakni mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan (menyebabkan) menangisnya kedua orang tua karena perbuatan yang menyakitkan, durhaka )kepada keduanya(.

2. Berlaku lemah lembut, menyayangi, dan menghormati kepada kedua orang tua merupakan perbuatan mulia yang dapat mengantarkan seseorang masuk surga

3. Memberikan makanan kepada kedua orang tua termasuk perbuatan mulia yang berpahala besar.

Penjelasan singkat

Merupakan suatu kebahagiaan jika kedua orang tua atau salah satu dari keduanya masih hidup, dan kita mampu berbuat baik kepada keduanya. Betapa tidak, perbuatan baik kepada keduanya akan berbuah ampunan dan surga Allah.

Sebaliknya suatu kerugian dan kehinaan bagi seseorang yang kedua orang tua atau salah satu dari keduanya masih hidup, ia tidak berbuat baik kepadanya, mendurhakainya, dan ia tak mendapat ampunan dari keduanya.

Dalam hadits lain dikatakan,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ. قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Ia bersabda, ”(sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun ia tidak masuk surga (karena tidak berbuat baik kepada orang tuanya).” (H. R. Muslim, hadits nomor 2551)

ilustrasi : berbakti kepada orang tua (sumber gambar : republika.co.id)
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis dan Penerjemah Lepas Bidang Agama, Budaya, dan Filsafat

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Islamofobia dan Wanita-Wanita Muslim

Image

Lapas Narkotika Purwokerto Jalin Kerjasama dengan Kantor Pos Indonesia Cabang Purwokerto

Image

Trash-Talk dalam Dunia Game Online

Image

Kaum Feminisme dalam Cengkraman Patriarki

Image

MAdinah Iman Wisata Serahkan Donasi Bantu Korban Gempa Cianjur

Image

Menebak-nebak Rambut Putih Pak Jokowi, Menggiring atau Memancing?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image